SUARAMEDANNEWS.com, ANKARA – Demonstrasi anti-Trump kerap disertai dengan aksi kekerasan dan tindak kejahatan. Pasukan keamanan setempat telah menahan banyak sekali demonstran,Minggu, (13/11/16).

Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan menyerukan kepada seluruh warga Turki untuk tidak pergi ke AS, karena masih terus berlangsungnya demonstrasi yang disertai dengan kekerasan.
“Warga negara Turki mesti menjauhi demonstrasi di berbagai kota besar AS, melakukan langkah keamanan yang perlu di tempat kerja dan rumah mereka, dan segera memberitahu petugas keamanan mengenai kemungkinan serangan atau pelecehan rasis,” demikian pernyataan di jejaring kementerian tersebut.
Kondisi siaga terutama berlaku buat New York, Chicago, Philadelphia, Miami, Los Angeles, Seattle, Oakland dan Portland.
Tindakan tersebut diberlakukan setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanannya ke Turki pada Oktober, dan memerintahkan anggota keluarga pegawai konsulat di Istanbul agar meninggalkan Turki akibat ancaman terhadap warga negara AS.
Demonstrasi anti-Trump sendiri pecah tidak lama setelah munculnya hasil pemilu AS tanggal 9 November lalu dan terus meluas ke seluruh negeri.(Red)