MANDAILING NATAL, Suaramedannews.com – Sebanyak 80 Para Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara, dilepas kembali kepada orang tua.
Acara pelepasan dan penamatan para murid ini digelar dilapangan Olahraga sekolah tersebut dilaksanakan pada, Rabu(13/05/2026).
Ketua Komite Gong Matua Hasibuan mengutarakan, selaku ketua Komite sekolah SMPN 2 Siabu mewakili seluruh wali siswa ingin menyampaikan terima kasih yang setulus tulusnya kepada bapak kepala sekolah dan seluruh tenaga pengajar, bahwa selama tiga tahun ini telah mendidik, membimbing, dan mentransfer ilmu dengan sabar kepada anak-anak kami.
Beliau menyadari bahwa bimbingan para guru tidak hanya akademik, akan tetapi menanamkan karakter dan Budi pekerti.
“Kami mohon maaf jika selama ini ada anak kami ada tutur kata atau tingkah laku yang kurang berkenan, untuk anak-anak kami tercinta selamat atas kelulusan kalian.”ucapnya
“Ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan kejenjang yang lebih tinggi, teruslah belajar dan tetaplah jaga nama baik sekolah ini dimanapun berada”.sambungnya
Dalam kesempatan tersebut Gong Matua juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada panitia, wali siswa maupun pihak sekolah yang telah bekerja keras dan bekerja sama sehingga acara perpisahan ini dapat terlaksana dengan baik
Sementara itu kepala sekolah SMPN 2 Siabu Jumadi Spd mengatakan, untuk lulusan atau tamat tahun ini berjumlah 80 orang. Tentu kita berharap dari jumlah yang 80 ini nantinya bisa semuanya nanti lulus dengan baik dan tentu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
mungkin masih segar di ingatan kalian atau bapak ibu guru, 3 tahun yang lalu ketika ananda menentukan sekolah, sesungguhnya banyak kenangan, banyak canda dan ketawa. bahkan tidak jarang juga kecewa yang kamu rasakan di SMP negeri.
tentunya itu semua kita jadikan sebagai bekal anda. sebagai pembelajaran untuk melanjutkan kejenjang langkah berikutnya
“Jangan pernah puas atau putus asa dalam menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita. Tidak sedikit orang yang sukses mengawali akhirnya berjualan dan lain sebagainya tetapi mereka punya cita-cita mereka punya keinginan. Usaha kamu untuk menggapainya”ungkapnya .
“tetapi ketika anak-anak nanti sukses, sekolah tidak meminta apa-apa untuk itu. Syukur kalau kamu masih ingat kembali.”tambahnya.
Untuk para orang tua murid,Jumadi juga berpesan, ketika anak-anak telah dikembalikan kembali kepada keluarga. Kita selaku orang tua harus berkorban untuk kemajuan anak dan kesuksesan anak.
“kita lihat bagaimana tantangan masa depan anak-anak kita, lingkungan kita, maka ketika hari ini kami kembalikan kepada bapak ibu, kepada kita semua, kita harus mendukung kemajuan mereka. hakikatnya sebenarnya kita harus mau berkorban.”pungkas Jumadi.
Reporter: Faisal / Editor: Afrizal Nst