Polsek Kualuh Hulu Juara I Ops Antik Toba 2026, Ungkap 7 Kasus Narkoba dan Bongkar 4 GSN

suaramedannews.com,LABURA- Polsek Kualuh Hulu Polres Labuhanbatu mencatat capaian menonjol dalam pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil meraih peringkat pertama di jajaran Polsek se-Polres Labuhanbatu dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut.

Selama operasi berlangsung selama 21 hari, sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026, Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil mengungkap 7 Laporan Polisi (LP), mengamankan 7 tersangka, membongkar 4 Gerebek Sarang Narkoba (GSN), serta menyita barang bukti narkotika dengan total berat hampir 26,81 gram dan 15 Butir ekstasi

Capaian itu disampaikan Wakapolres Labuhanbatu Kompol Panggil Sarianto Simbolon, S.H., mewakili Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., dalam konferensi pers yang digelar, Rabu (3/6).

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan agresivitas dan konsistensi Polsek Kualuh Hulu dalam menekan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

Secara keseluruhan, melalui Operasi Kewilayahan Ops Antik Toba 2026, jajaran Satresnarkoba Polres Labuhanbatu di bawah komando AKP Hardiyanto, S.H., M.H. mencatat hasil signifikan dalam pengungkapan jaringan narkoba.

Dalam konferensi pers di Rantauprapat, Wakapolres Labuhanbatu didampingi Kasatresnarkoba AKP Hardiyanto memaparkan, selama operasi berlangsung pihaknya berhasil mengungkap total 81 laporan polisi dengan 91 tersangka.

Dari jumlah tersebut, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu mendominasi pengungkapan dengan 44 LP dan 55 tersangka, sementara 9 Polsek jajaran berkontribusi melalui pengungkapan 37 LP dengan 43 tersangka.

“Mewakili Bapak Kapolres, kami menyampaikan apresiasi kepada Kasat Narkoba beserta seluruh jajaran, termasuk Polsek-polsek yang bekerja maksimal di lapangan. Hasil operasi ini menunjukkan keseriusan Polres Labuhanbatu dalam memerangi peredaran narkoba,” ujar Kompol Panggil Sarianto Simbolon.

Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto mengungkapkan, pada Ops Antik Toba tahun ini terjadi peningkatan signifikan pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, penguatan pemetaan intelijen dan penindakan di sejumlah titik rawan menjadi faktor utama meningkatnya hasil pengungkapan.

“Barang bukti sabu yang disita tahun 2026 mencapai 1.354,48 gram atau sekitar 1,3 kilogram, meningkat tajam dibanding tahun 2025 yang sebanyak 274,6 gram,” kata Hardiyanto.

Selain sabu, petugas juga mengamankan 4.504 gram ganja, 35 butir pil ekstasi, serta 5 butir pil Happy Five (H-5).

Tak hanya narkotika, aparat turut menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba, meliputi uang tunai Rp11,4 juta, 30 unit sepeda motor, 46 unit telepon genggam, 5 timbangan elektrik, dan 1 unit mobil.

Penindakan juga menyasar kawasan pesisir melalui penguatan operasi di wilayah hukum Panai Hilir, Panai Tengah, Bilah Hilir, dan Kualuh Leidong, dengan total capaian 14 LP dan 17 tersangka.

Berdasarkan estimasi kepolisian, keberhasilan penyitaan narkotika selama Ops Antik Toba 2026 disebut telah menyelamatkan sedikitnya 13.545 jiwa dari ancaman penyalahgunaan sabu serta 4.504 jiwa dari penyalahgunaan ganja.

Menutup konferensi pers, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memburu jaringan pengedar narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

“Operasi boleh selesai, tetapi pemberantasan narkoba tidak akan berhenti. Bandar dan pengedar akan terus kami kejar,” tegas AKP Hardiyanto.

(Reporter:Fay Hsb/Editor:Anto)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *