SMPN 2 Siabu Fokuskan penguatan Karekter yang berahklak mulia.

suaramedannews.com,Mandailing Natal- Sekolah menengah pertama Negeri 2(SMPN 2)Siabu yang merupakan sekolah yang berada di pintu gerbangnya kabupaten mandailing Natal,tepatnya di jl.lintas Sumatera medan Padang,kecamatan Siabu,kabupaten Mandailing Natal(Madina) Provinsi Sumateta Utara. Perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal dengan Kabupaten Tapanuli selatan( Tapsel)

Dalam metode pengajarannya kepada para siswa dan Siswinya memfokuskan
Berakhlak Mulia dan Pancasila dalam Berkebinekaan,Dua Poin penting yang harus di terapkan Di SMP N2 Siabu.

Hal tersebut mengingat Ditengah celah tantangan kehidupan yg semakin kompleks dan arus komunikasi dan teknologi yg kian tak terbendung, secara otomatis ikut mewarnai dan mempengaruhi sikap dan akhlak anak – anak kita.
Seperti yang di ungkapkan Kepala sekola SMP N2 siabu pada saat upacara apel mengawali kegiatan belajar mengajar senin(31/07/2023).

“Oleh karena itu menjadi tugas berat bagi Bpk/Ibu Guru utk mengarahkan dan membimbing anak² kita,maka harus kita fokuskan utk penguatan karakter anak kita yg Berakhlak Mulia,disisi lain SMP N 2 Siabu juga dibangun dalam kebinekaan utk hidup rukun dalam perbedaan Agama,Suku adat dan Budaya.”Kata Ahmad Jumadi,S.Pd.

Lebih lanjut Ahmad Jumadi SPd kepala sekolah SMP N 2 Siabu mengatakan, Menerapkan semangat Belajar dengan Memerintahkan kepada seluruh Guru tenaga pendidik untuk datang lebih awal dan menyambut Siswa di depan pintu gerbang SMP N 2 Siabu utk menyapa anak didik Siswa SMP N 2 Siabu Dengan Memberikan Salam sapa dengan tujuan memberikan suport kasih sayang untuk anak didik supaya lebih bersemangat dalam belajar.

“Kita melaksanakan salam sapa ini tentunya akan mempererat kasih sayang antara anak didik dengan guru selaku tenaga pendidik”.ucapnya.

Lanjut Ahmad Jumadi,S.Pd,Jargon yg kita usung dan sering kita sampaikan pada setiap Apel pagi yakni
“SMPN2_SIABU,Bersama MenujuPrestasi.”

Karena membina akhlak mulia dan Berkebinekaan Global adalah tugas yg berat yang tdk mungkin diemban Kepala sekolah saja namun perlu kebersamaan dgn para seluruh Guru dan siswa dan seluruh stiekholder yg terlibat,komite dan orang tua siswa.

“Jika kita ingin berbeda tentu kita juga harus miliki semangat yg berbeda pula”.tutupnya.

( Reporter:Suhartono/Editor:Anto )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *