Sosialisasikan Empat Pilar, Muhammad Nuh,M.SP Ajak Masyarakat Solo Menjaga Sumatera Utara Sebagai Cerminan Bhinneka Tungga Ika

Suaramedannews.com, Medan – “Sumatera Utara merupakan miniatur Indonesia yang majemuk dan heterogen, harus dijaga dan dipelihara karena itu adalah potensi dan aset untuk menjamin pembangunan yang aman dan berkelanjutan”, demikian ditegaskan H. Muhammad Nuh, M.SP dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di harapan masyarakat Solo yang tergabung dalam Paguyuban Persaudaraan Putra Solo (PPPS) Sumatera Utara .

“Namun disamping aset dan potensi, kemajemukan juga dapat memunculkan konflik di tengah-tengah masyarakat yang bisa berakibat dan kehancuran bagi masyarakat, karena itu kewajiban kita semua masyarakat Sumatera Utara untuk menjaga utuhnya Bhinneka Tunggal Ika ini, sambung sosok yang akrab di panggil dengan Senator Nuh tersebut. “dan masyarakat etnis Jawa khususnya yang tergabung dalam Paguyuban Persaudaraan Putra Solo (PPPS) yang merupakan suku terbesar di Sumatera Utara ini memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan keharmonisan di provinsi terbesar di luar Jawa ini.

Dengan sifat dan karakter yang dimiliki masyarakat Jawa beliau berharap mampu menjadi penyeimbang dan pelengkap berbagai etnis yang ada untuk menciptakan harmoni dalam keberagaman, imbuhnya.

Selanjutnya dalam acara yang dilaksanakan pada 27 Mei 2022 di Sekretariat DPP Paguyuban Persaudaraan Putra Solo di Jalan Madio Santoso dan dirangkai dengan Halal Bil Halal tersebut, H. Muhammad Nuh, M.SP menyampaikan Indonesia sebagai Negara yang besar dan pluralitas, memiliki kunci dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.

Kunci tersebut adalah Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat Pilar Kebangsaan ini sudah terbukti mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia sejak merdeka pada tahun 1945 lalu, walau dalam perjalanannya pernah mengalami ujian dan hambatan. Oleh karena itu menjadi keniscayaan Empat Pilar ini harus terus di sosialisasikan agar tertanam dengan kokoh di dada masyarakat Indonesia.

Beliau juga mengingatkan masyarakat Sumatera Utara, sebagai masyarakat plural dan agamis untuk tidak mempertentangkan Pancasila ini sebagai dasar dalam bernegara dengan keyakinan / Aqidah Islam. Karenanya sesungguhnya muatan dalam sila-sila Pancasila adalah realisasi ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu Presiden DPP Paguyuban Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara H. Jumadi, S.Pd.I dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Senator Nuh yang sudah meluangkan waktu untuk mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang di rangkai dengan Halal Bil Halal Paguyuban Masyarakat Jawa khususnya yang berasal dari Solo.

Beliau menambahkan bahwa masyarakat Solo yang berada di Sumatera Utara cukup banyak dengan berbagai profesi seperti pedagang, pengusaha, petani dan bahkan birokrat. Oleh karena itu dibentuknya Paguyuban Persaudaraan Putra Solo ini sebagai wadah untuk bersilaturrahim dan memberdayakan masyarakat etnis Jawa untuk lebih berkontribusi bagi bangsa dan daerah Sumatera Utara. Anggota DPRD Sumut tersebut juga menambahkan bahwa saat ini di Sumatera Utara telah terbentuk 11 pengurus daerah/DPD serta 1 DPD di daerah Riau dan kedepannya akan menyusul pembentukan pengurus DPD PPPS di kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *