“ Tahniah Untuk Guruku, Guru Kami, Guru kita semua”

Suaramedannews.com,Medan-Hari ini pada Hari Guru 25 November saya dan kita semua Mengucapkan Tahniah /Selamat kepada Guru dan mendoakan para Guru diberikan Rahmat keberkahan kesuksesan dan kebahagian di Dunia dan Akhirat. Amin ya Rabbal alamin

Guru adalah sosok penting dalam kehidupan seseorang dan dalam kehidupan berbangsa.

Karena itu sangatlah wajar setiap waktu kita menghormati dan memberikan penghargaan kepadanya, agar professi yang sangat strategis itu dari hari kehari dapat benar-benar semakin bergengsi dan berkualitas. Tidak justru diposisikan sebagai pesakitan, pelayan/pembantu, warga kelas dua mudah dikriminalisasikan sebagai pelanggar HAM dan tindak kekerasan terhadap anak. Adanya beberapa kesalahan dan prilaku negatip yang dilakukan oknum guru itu adalah kasuistis yang harus ditangani secara khusus dan menjadi agenda mereview kebijakan rekruitmen dan pola pendidikan keguruan. Tidak justru menjadi streotif menggeneralisasikan dan lantas mendegredasikan posisi guru.

Guru sebagai orang penting tentu haruslah memiliki kualifikasi dan kualitas yang teruji, guru idealnya menjadi centre point quality, pusat kebaikan. Kesadaran uswatun hasanah yang terwujud pada kompetensi inilah yang perlu terus diberdayakan dan dibudayakan oleh setiap guru dan mendapat penguatan dari semua pihak terutama yang berkompeten. Bangsa ini dan umat manusia dari waktu kewaktu mendambakan kehidupan yang lebih baik Karenanya Guru tidak boleh berhenti melakukan pembelajaran dengan melengkapi diri dengan nilai luhur Islam (yang tidak terkontaminasi dengan nilai yang tidak relevan dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila), terus menerus menguasai informasi dan kebaruan sesuai perkembangan serta tidak boleh lekang dari komitmen pada tugas peradabannya mewujudkan generasi yang excelent.

Pesan ini dikemukakan Prof.Dr.Fachruddin Azmi,M.A guru besar UINSU ketua umum Majelis Dewan Syuro DDII SU dan Ketua MUI SU bidang Penelitian Pengkajian dan Pengembangan; didepan civitas akademika FTIK UISU pada acara Coffe Morning FTIK UISU Jum at pagi 25 November 2022 pk 9.00 WIB seusai Apel Peringatan Hari Guru di Kampus UIN SU.

Dikesempatan lain didepan Kadidat Doktor Manajemen Pendidikan Islam dinyatakan Prof. Fachruddin. bahwa guru pada hakikatnya adalah manajer karena itu berbagai perkembangan ilmu manajemen perlu dikuasai para guru termasuk ilmu Transdisipliner Manajemen yang sedang kita bahas. Manajer dalam setiap institusi pada dasarnya harus memiliki watak dan kesadaran sebagai guru juga yaitu sebagai centre point of quality, pusat kebaikan. Karena itu seorang pemimpin harus terusmenerus belajar dengan guru.

Fakta historis Sulthan dari Bani Seljuk termasuk Perdana Menteri Nizhamul Muluk terus menerus meminta pendapat dan pengajaran dari Imam Al Gazali. Kita juga menemukan sejumlah Surat Imam Al Ghazali kepada pe nguasa. Hal yang sama dilakukan ulama lainnya, bincang-bincang kami usai Coffee Morning FTIK UISU jumat (25/11/2022.

Dapat dicadangkan surat surat ini dipelajari sebagai referensi manajemen pemerintahan. Bahkan ada yang menulis Buku, seperti Bustanusalathin, Tajus Salathin seperti dilakukan Nuruddin Arraniri. Demikian juga guru Sulthan Salahuddin Al Ayyubi yang bernama Abdurrahman Bin Nashr bin Abdillah Abu An Najib , Jalaluddin al’Adawi as Syirazi menulis kitab khusus untuk muridnya yang menjadi penguasa besar dunia pada waktu itu dengan judul “ Al-Najh al Mamluk fi Siya sati al Mulk (Technique and Method State Manajemen) saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca kandidat doktor atau dijadikan telaah untuk desertasi doktor yang sekarang ini sudah diamanahi sebagai manajer diberbagai tempat,” ujar Fachrudin. Saya ingin menyatakan guru-guru kita semestiya memperlakukan dirinya sebagai uswatun hasanah dengan kualifikasi ilmuan (ulama) untuk melahirkan pemimpin yang juga menjadi centre point of quality.

Tradisi ini tampaknya diteruskan oleh pemimpin dunia lainnya seperti Richard Nixson presiden Amerika dengan penasehatnya Robert Crane terlepas dari berbedanya sistem nilai yang dianut namun kapasitas guru dan hubungan guru dengan pemimpin pantas menjadi bahan renungan kita dan para guru semua. Rasullullah Saw juga mengisyaratkan posisi strategis jaringan ulama dan umara ini,” tegas Prof. Fachruddin Azmi.

Memperingati Hari Guru Nasional, sejatinya mengingatkan saya kembali kenangan 44 tahun silam saat menuntut ilmu di Perguruan Taman Siswa kenang Aziz.

Abdul Aziz

Anggota Masjelis Syuro DDII Prov. Sumatera Utara.

(Reporter:Anto/Editor:Ridho)

 

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *