Suaramedannews.com, Medan – Khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah, sejumlah SPBU di Sumatera Utara dan Wilayah Aceh dipadati kendaraan.
Seperti terjadi di SPBU Pasar merah Medan, antrian terlihat mengular yang didominasi kendaraan roda dua dan empat. Antrean bahkan sudah terjadi sejak pagi hari.
Barisan kendaraan terlihat memanjang hingga keluar dari area SPBU dan meluber ke badan jalan.
Juli Hartati, warga yang ikut, antrean BBM di SPBU tersebut sudah terjadi sejak pagi.
“Dari pagi ini sudah mengular begini antreannya,” ujar Juli. Jumat (06/03/2026).
Beberapa pengendara mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah
Kekhawatiran tersebut memicu sebagian masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap harga maupun ketersediaan BBM.
“Dengar kabar stok BBM menipis, takut ga kebagian BBM. Makanya dibela-belain ngantre,” ujar bayu pengendara motor.
Tak hanya bayu, ketakutan tak mendapatkan BBM juga dirasakan pitri.
“Besok pagi-pagi saya harus kerja. Bensin di motor tinggal sedikit. Kalau benar akan ada kelangkaan BBM bagaimana? Ga bisa kerja saya,” ujar karyawan swasta ini.
Pitri mengaku mendapatkan info dari media sosial terkait stok BBM yang menipis.
“Banyak seliweran di sosmed. Takut jadinya karena benar-benar butuh kan untuk motor saya,” katanya.
Pertamina Pastikan Distribusi Normal
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya pesan berantai di aplikasi percakapan dan media sosial yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan, bahkan menggunakan jeriken.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.
Ia menjelaskan, hingga saat ini stok BBM untuk wilayah Aceh dan Sibolga serta daerah sekitarnya dalam kondisi aman dan tetap didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Penyaluran BBM kepada masyarakat saat ini berjalan normal. Stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/3/2026).
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap pesan berantai dari sumber yang tidak jelas.
Selain itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Pertamina memastikan akan terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
(Reporter:Irwan Syahputra/Editor:Royziki F.Sinaga)