Suaramedannews.com, RokanHulu – Sebuah video berdurasi 8 menit 31 detik yang beredar luas di media sosial menghebohkan publik Rokan Hulu. Dalam video tersebut, seorang perempuan mengaku menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP Rokan Hulu dan seorang oknum yang mengaku wartawan.
Dengan suara bergetar dan raut wajah penuh kekecewaan, perempuan tersebut menjelaskan kronologi kejadian. Ia menegaskan bahwa saat peristiwa terjadi, dirinya berada di dalam kamar kos, tidak berada di warung remang-remang, tidak mabuk, dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
Namun, menurut pengakuan korban, oknum tersebut justru memanfaatkan situasi untuk menekan dan meminta sejumlah uang. Tindakan itu disebut korban sebagai pemerasan, yang dilakukan oleh pihak yang seharusnya menegakkan aturan, bukan melanggarnya.
Lebih ironis, dugaan tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Peraturan Daerah dan kebijakan kepala daerah, yang secara tegas melarang praktik pemerasan oleh aparatur pemerintah. Jika pengakuan korban benar, maka peristiwa ini bukan hanya mencederai korban secara pribadi, tetapi juga mencoreng marwah institusi Satpol PP dan profesi jurnalistik.
Yang menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, menurut berbagai pihak, adalah sikap Bupati Rokan Hulu. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pimpinan daerah telah mengetahui kasus ini, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi maupun langkah tegas yang disampaikan ke publik.
“Kenapa sampai hari ini tidak ada tindakan? Apakah ada yang dilindungi?” demikian kegelisahan yang ramai disuarakan warganet dan aktivis di media sosial.
Tak kalah disorot adalah belum adanya penindakan hukum dari Polres Rokan Hulu. Hingga berita ini diturunkan, kedua terduga pelaku masih bebas beraktivitas, meski video pengakuan korban telah beredar luas dan menuai kemarahan publik.
Korban berharap aparat penegak hukum segera bertindak profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu. Ia meminta agar dugaan pemerasan ini diusut tuntas, demi keadilan dan agar kejadian serupa tidak menimpa warga lain.
Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum dan integritas pemerintahan di Rokan Hulu. Publik menunggu: apakah hukum benar-benar berdiri untuk rakyat, atau justru tunduk pada kekuasaan dan kedekatan elit?
(Reporter:Afrizal Nasution/Editor:Royziki F.Sinaga)