Suaramedannews.com, Medan – Kelompok pengusung khilafah semakin berani unjuk gigi dalam melancarkan aksinya, bahkan kerap memanfaatkan celah hukum untuk menjaring simpatisan. Tentunya masyarakat dibuat geram akan hal ini dan berharap pemerintah mampu menertibkan penyebaran paham atau ideologi yang meresahkan ini sebagaimana pemerintah pernah memberantas komunisme melalui regulasi yang tajam dan tegas.
Hal ini seperti yang dikatakan Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstrimisme Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) Pusat KH Akhmad Khambali dalam acara “Melawan Kelompok Radikal Dalam Dinamika Politik Indonesia Menjelang PEMILU 2024” Bersama Mahasiswa/Santri se-Sumbar, Sabtu (11/06/2022).
Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara berpendapat, maraknya konvoi dan kampanye ideologi khilafah secara terang-terangan dewasa ini sebagai akibat dari lemahnya regulasi negara yang mengatur terhadap paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.
“Karena memang masih ada celah hukum, yang mana lemahnya hukum kita yang belum bisa menindak mereka dengan pasal terorisme atau makar,” tukas Kyai Khambali.
Selanjutnya tokoh Kyai Muda Sumatera Utara ini menegaskan, yang menjadikan situasi ini kian miris adalah ketika paham ini mulai menjangkiti tidak hanya masyarakat biasa, namun juga sudah masuk kepada aparat negara seperti TNI-Polri, ASN hingga kepada kalangan publik figur dan artis.
Tema-tema khilafah sekarang mulai ramai kembali apalagi Menjelang Pemilu 2024, mereka ini selalu berlindung atas nama kebebasan berpendapat, ini demokrasi, sehingga mereka menggunakan celah ini untuk menyampaikan propaganda-propagandanya ditengah masyarakat,” jelas Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom ini.
(Reporter:Amri Harahap/Editor:Indra Matondang)