DAMPAK PEMBUKAAN HUTAN TERHADAP KEHIDUPAN

Suaramedannews.com, DeliSerdang – Pembukaan hutan, baik untuk pertambangan maupun untuk kepentingan apapun, akan berdampak bagi kehidupan di bumi ini.

Pembukaan hutan maupun perambahan, baik legal maupun ilegal, akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup maupun kehidupan manusia.

Hutan, maupun kawasan hutan, adalah merupakan suatu ekosistem lingkungan yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.

Kawasan hutan adalah merupakan habitat berbagai makhluk hidup serta berbagai keanekaragaman hayati (biodiversity) di dalamnya. Bila yang satu terganggu, akan mempengaruhi makhluk yang lainnya, itulah secara sederhana disebut dengan ekosistem.

Dalam mengejar ketertinggalan perekonomian serta untuk mengejar income atau pendapatan negara, hutan sering kali dilirik untuk dieksploitasi, baik untuk pembukaan lahan areal tambang, maupun untuk areal perkebunan, serta untuk lahan industri dan keperluan lainnya.

Namun (di balik itu dampaknya justru) mengabaikan kelestarian hutan itu sendiri. Dan (akibatnya akan menyebabkan pengeluaran) biaya Recovery Cost untuk pemulihan yang jauh lebih besar, serta tanpa mempertimbangkan kesinambungan hutan itu sendiri. Serta daya tampung dan daya dukung hutan itu sendiri, yang memiliki fungsi dan peran menjaga keseimbangan ekosistem hutan itu sendiri.

Sehingga sering terjadi luas (areal) konsesi yang diberikan, tidak memperhatikan dan mempertimbangkan aspek keseimbangan dan resiko yang dapat terjadi di kemudian hari.

Selain itu, izin yang diberikan sering disalahgunakan dan tidak memperhatikan kaidah dan ketentuan yang berlaku, akhirnya hutan dibabat habis, bukan tebang pilih dan aspek ekologis lainnya.

Pada dasarnya pembukaan hutan akan mempengaruhi makhluk hidup yang ada dikawasan hutan, karena hutan adalah merupakan habitat (rumah ;”’tinggal) bagi makhluk hidup, baik mamalia maupun jenis serangga dan juga bagi kehidupan manusia.

Bila rumah tinggal makhluk hidup yang sudah aman dan nyaman bagi makhluk hidup dirusak atau dimusnahkan, tentulah kehidupannya terganggu bahkan dapat mengalami kepunahan. Bila kehidupan mahkluk hidup terganggu, akan mempengaruhi makhluk hidup lainnya. Ingat, (bahwa kita) berada dalam satu kesatuan ekosistem yang saling mempengaruhi kehidupan yang lainnya. Ingat, (bahwa) pola dan siklus rantai makanan, memiliki hubungan timbal balik satu sama lainnya. Kerusakan hutan akan mempengaruhi kehidupan.

Dan yang lebih luas lagi, akan mempengaruhi kehidupan di alam semesta ini, tidak hanya dampak bagi makhluk hidup di hutan, namun dalam skala global juga berdampak bagi kehidupan di semesta ini.

Sebagaimana diketahui, bahwa hutan memberi fungsi dan peran yang besar bagi kehidupan, pohon-pohon dihutan akan memberikan oksigen (O2) agar kita bisa tetap bernapas. Dan perkiraan sebatang pohon dapat memberi oksigen bagi kehidupan 2 orang. Jika semakin banyak pohon ditebang, dan semakin luas hutan ditebang, maka semakin banyak oksigen berkurang di alam semesta ini.

Selain itu pohon-pohon di hutan, dapat menyerap karbon dioksida (CO2) atau polusi yang banyak bersumber dari asap kendaraan bermotor, juga dari cerobong industri atau pabrik-pabrik yang didirikan manusia.

Pembukaan hutan juga akan memberikan dampak yang besar dan penting bagi kehidupan di dalam semesta ini, yakni terjadinya perubahan Iklim.

Suhu dipermukaan bumi, daratan dan bahkan lautan dan juga di atmosfir semakin panas, karena panas matahari terperangkap di dalam bumi.

Sementara sebahagian besar panas di bumi biasanya diserap oleh pohon-pohon. Semakin banyak hutan, maka semakin banyak panas yang terserap, sehingga keberadaan hutan dapat menjaga keseimbangan panas di bumi.

Selain itu pohon-pohon di hutan dapat menjaga keseimbangan air, menyeimbangkan tata kelola air hujan. Bila hujan turun, akar pohon akan menyerap air, namun bila kemarau, akar pohon akan mengeluarkan air yang disimpan secara perlahan.

Maka apabila pohon-pohon telah ditebang, akar pohon tidak mampu lagi menyerap air hujan dari langit, dan akar pohon tidak ada lagi yang dapat mengikat tanah, sehingga air hujan akan mengikis tanah hutan, dan limpahan air hujan dengan sendirinya akan melaju di atas tanah, yang mengakibatkan banjir, erosi dan longsor. Serta berbagai alasan logis, klasik dan normatif lainnya. Seperti bencana yang terjadi baru-baru ini di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, yang telah membuka mata kita, betapa perambahan hutan telah meluluhlantakkan Pulau Sumatera.

Semoga bencana-bencana (yang baru saja terjadi) menjadi iktibar bagi kita semua, betapa alam yang kita rusak, berimplikasi negatif secara langsung bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Penulis:Marwan Ashari Harahap (Direktur Eksekutif Yayasan Hayati Indonesia dan Ketua Umum Lembaga Konservasi Indonesia)

Editor:Mhd Indra Matondang

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *