Bincang-Bincang Bersama H. Fajar Hasan Mursyd, Lc., MA, Direktur Ma’had Abu Ubaidah Bin al-Jarrah

Suaramedannews.com, Medan – Ma’had Abu Ubaidah bin Al -Jarrah adalah lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam yang berdiri sejak tahun 2005 dibawah supervisi Yayasan Muslim Asia (AMCF) di kota Medan yang telah mencetak para kader dakwah tersebar di seluruh Indonesia.

Mah’ad Abu Ubaidah memiliki berbagai program pendidikan seperti, Program Bahasa Arab dan Studi Islam (I’dad Lughawi).

Selain program Bahasa Arab dan Studi Islam, ada program Tahfizh dan Tahsin tilawah Al-Qur’an ujar Ustadz Fajar Hasan Mursyid memulai bincang-bincang sambil kami menyeruput secangkir kopi panas di subuh Ahad, 21 Syawal 1443H /22 Mei 2022 M dirumahnya jl. Cempaka no. 14 Medan Maimun.

Pembicaraan pagi itu berbagai topik dibicarakan mulai dari Kitab Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid, sebuah kitab Fiqih referensi legendaris terlengkap ditulis Ibnu Rusyd kelahiran 14 April 1126 Kordoba, Spanyol dan meninggal 10 Desember 1198 di Maroko, perkembangan Ma’had Abu Ubaidah , hingga situasi politik kekinian.

Di jelaskan beliau bahwa Ma’had Abu Ubaidah memiliki beberapa program pendidikan yang bersinergi dengan berbagai organisasi, salah satunya program integrasi Bahasa Arab dan Studi Islam dengan Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU),” jelas Fajar Hasan.

Disinggung memasuki tahun-tahun politik beliau menyampaikan bahwa banyak partai politik yang pragmatis tidak berani menyuarakan kebenaran. Namun harapan dan optimisme tetap ada bahwa ada pertai politik yang berani mengambil sikap oposisi menurut saya itu bagus, ada penyeimbang ditengah hingar bingar negeri ini yang di dera berbagai persoalan.

Saya punya harapan terhadap Partai Keadilan Sejahtera teruslah gaungkan kebenaran, walau kita tau PKS saat ini kursinya masih sedikit di DPR RI tapi jangan berhenti berbuat baik, dan jangan lembek-lembek kali (santun) garang dikitlah.

Saya tau militansi PKS sebagai partai kader luar biasa, binalah terus terutama generasi milenial merekalah nantinya yang akan memegang kepemimpinan di negeri ini.

Kekuasaan akan dipergilirkan oleh Sang Maha Pencipta, tinggal lagi kita hanya menjalani prosesnya saja sampai Allah yakin bahwa kita mampu memegang amanah dan estafeta tersebut dan memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikhendakinya.

Pemimpin tidak lahir dengan cara yang instan, butuh proses panjang, pendidikan yang berkelanjutan diperlukan kesabaran dan ketabahan dalam membina kader.

Silaturahim syawal ini berakhir dengan penuh keakraban, dan saling mendoakan untuk kebaikan bersama.

(Narasumber:Abdul Aziz/Reporter:Anto/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *