Di duga !! Kajari Mandailing Natal telah melakukan pembohongan publik dan merekayasa perkara atas nama RBH

Suaramedannews.com, Mandailing Natal – Pada sidang lanjutan yang di gelar di Pengadilan Negeri panyabungan, kabupaten Mandailing Natal, dengan Perkara gugatan yang di lakukan pihak Rahmad Budi Mulia Hasibuan(RBH).

Dalam Agenda Sidang pembuktian dan saksi. Pada Jum’at(01/07/2022) di mulai pukul .09 00 wib.

Usai sidang di gelar kepada jurnalis pihak pengacara Rahmad Budi Mulia Hasibuan(RBH) yang di ketuai Yudi Irsandi SH mengungkapkan,pihaknya menyakan Sikap Bahwa Kejari Madina telah melakukan Pembohongan publik dan merekayasa perkara Atas nama Rahmad Budi Mulia Hasibuan(RBH).

YUDI IRSANDI SH Ketua Umum JURI dan wakil ketua DPC PERADI SUMUT MEDAN

“Perkara Adriansyah siregar bukanlah perkara Rahmad Budi Mulia Hasibuan.”ungkap Yudi irsandi SH.

Yudi juga menerangkan dalam perkara Afirmasi ini saudara RBH dan Adriansyah itu beda jauh. Kalau saudara RBH sebagai pedagang atau penyedia TIK(Teknologi Informasi Komputer) berupa komputer,leptop,printer,layar komputer, CPU,Kabel,Kursi,hardisk,mouse,layar proyektor,in fokus,pelindung Kaca covid,sterling(modem)dalam hal ini RBH sebagai Pihak dari CV.Mambo Jaya di siplah Blibli.

“Dalam siplah diaplikasi bli bli tersebut kepala sekolah dileluasa untuk berbelanja kepada siapa aja,sehingga transparan dan tidak makan Waktu.jadi tidak memakai biaya perjalanan lagi dan meninggalkan sekolah,cukup dengan meng-klik siplah bli bli.makanya mau beli apa saja bisa dilakukan dan perusahaan yang di tuju dapat dikonfirmasi.”terangnya.

Sementara saudara Adriansyah Siregar beliau sebagai Bos Maneger dalam kasus Afirmasi. Tugas Bos Menager ini meminta pertanggung Jawaban pihak kepala Sekolah Atas belanja TIK(teknologi Informasi )bukan meminta pertanggung Jawaban CV. Membo Jaya.

Yudi irsandi,Sh.juga Menambahkan,CV maju jaya yang masuk daftar diperiksa,hingga sampai saat ini tidak ada lanjutannya malah diindikasikan adanya pembiaran sampai saat ini.

“Sepengetahuan kami bahwa CV. Maju jaya yang mengadakan mobilier untuk kebutuhan sekolah. jadi seharusnya diperiksa dan ditahan itu pihak pengusaha lain yang mengurus mobilier bukan RBH.”ungkapnya

Pengacara Bertubuh tambun itu juga nyatakan sikap bahwa hari ini mereka menduga Kejari Madina telah Melakukan Pembohongan Publik dan Merekayasa Perkara Atas Nama Rahmad Budi Mulia Hasibuan(RBH).

“kami menduga bahwa KEJARI MADINA telah melakukan pembohongan publik dan menduga juga merekayasa perkara atas nama Rahmad Budi Mulia Hasibuan.Perkara Adriansyah Siregar, bukan lah perkara Rahmad Budi mulia Hasibuan.”tuturnya

Tim pengacara juga meminta agar pihak pengadilan melihat bukti awal yang di jadikan bukti PENAHANAN Klient kami adalah salah.

“Pengerjaan yang dilakukan oleh klient kami adalah adalah TIK teknologi informasi komputer, berupa, printer, layar komputer, cpu, kabel, kursi, laptop, hardisk, mouse, layar proyektor, in focus, pelindung kaca covid, Sterling (modem”).urainya

Yudi juga berujar,Dalam hal ini Kejari Mandailing Natal tidak menghadirkan bukti pajak pembelian dari kepala sekolah dan hasil keputusan komite sekolah dalam pembelian barang barang yang dibutuhkan sekolah.

“Sehingga diduga Kejari Mandailing Natal mengarahkan perkara RBH menjadi perkara Barang dan jasa, akan tetapi tidak ada PPATK dan PPK yang bertanggung jawab”.ujarnya.

Untuk itu setelah pemeriksaan saksi yang dihadirkan Kejari Mandailing Natal ternyata semua barang yang dipesan telah terpenuhi semuanya oleh KLIENT kami.

Untuk itu kami meminta agar majelis hakim membebaskan semua tuduhan kepada klien kami dan membebaskan dari tahanan serta merehabilitasi nama klient kami.terangnya.

(Reporter:Tono(Tim)/Editor:Royziki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.