Resonansi Ajaran Nabi Muhammad SAW,” Dalam Bingkai Rahmatan Lil Alamin”

Suaramedannews.com, Medan – Mahaguru macam apakah beliau…?Beliau yang tak ubahnya sebuah telaga yang dalam, yang penuh dengan kebesaran, kejujuran dan ketinggian…

Sungguh, orang-orang yang terpesona melihat kebesarannya itu tidaklah dapat disalahkan, sementara orang-orang yang bersedia menebus dirinya dengan nyawa mereka, merekalah yang beroleh keberuntungan…!

Muhammad saw. Putera Abdullah utusan Allah kepada umat manusia, dalam arena kehidupan yang panas membara..!

Apakah yang mendorong adikara Jahiliyah Umar bin Khatthab yang sedang mencarinya dengan maksud hendak memenggal kepalanya, tiba-tiba berbalik haluan lalu pergi mencari musuh-musuh dan para penentangnya, untuk menebas kepala mereka dengan pedang itu juga, karena telah mengenyam manisnya iman.

Mengapa orang-orang pilihan dan terkemuka Madinah pergi menemuinya untuk berjanji setia, apa pula yang menyebabkan jumlah orang-orang beriman kian bertambah dan tak pernah berkurang , padahal setiap pagi dan petang ia selalu meneriakkkan pada mereka, “Aku tidak mempunyai wewenang untuk memberimu manfaat atau mudlarat, dan aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi atas diriku begitu juga atas dirimu!”

Apa yang menyebabkan mereka yakin akan kebenaran ramalan yang dinubuwatkan Rasul mereka, padahal di kala mereka berpaling kiri dan kanan dan melihat muka dan belakang, tak ada yang mereka temui kecuali tanah gersang dan pasir membara, bahkan batu-batu panas bak lambaian neraka, dan pohon-pohon kering yang pucuknya tak ubah kepala setan yang sedang dirajam siksa.

Apa gerangan yang telah menyebabkan kalbu mereka dipenuhi keyakinan dan kepekatan iman ini…?

Tiada lain hanyalah putera Abdullah itu!

Dan, siapa pula yang dapat mencapai semua keutamaan itu kecuali dirinya sendiri.

Sungguh telah di saksikan oleh penduduk Mekkah keutamaan dan keistimewaanya.

Telah mereka lihat kesucian, kesederhanaan, kejujuran, keberanian dan keteguhan pendiriannya.

Mereka lihat ketinggian dan rasa santunnya, akal budi dan buah fikirannya.

Mereka telah melihat Muhammad saw. Semenjak lahir ke alam dunia tidak satupun yang tersembunyi mengenai perihidupnya.

Pernahkah dia berbohong agak sekali, pernahkan dia berkhianat? Pernahkah namanya ternoda? Pernahkah ia membuka auratnya? Adakah seseorang yang di zaliminya atau adakah janji yang dilanggarnya?

Tidak ada satu tahap pun dari kehidupanya yang diselimuti kabut.

Tidak salah Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di Amerika Serikat dalam bukunya ” The 100″.

Menurut Michael Hart, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling berpengaruh diantara miliaran penduduk dunia, karena ia adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa baik dalam kegiatan keagamaan maupun pemerintahan.

Menurut Michael Hart Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan nomor satu daftar manusia yang paling berpengaruh dalam panggung sejarah dunia, dihitung sampai sekarang, Michael Hart membuat urutan setelah Nabi Muhammad urutan kedua dan ketiga di tempati Isaac Newton dan Nabi Isa Alaihi salam.

Meninggalkan Karya – Karya Besar.

Orang-orang besar meninggalkan karya- karya besar.

Orang baik meninggalkan manfaat yang baik pula bagi generasi-generasi berikutnya.

Nabi Ibrahim adalah orang besar dan baik yang banyak meninggalkan karya besar dalam hidupnya. Dan kemudian

ditinggalkannya untuk generasi Islam hingga kini, yang usianya sudah ribuan tahun.

Dari keturunan beliau lahir tokoh-tokoh yang besar dan para nabi.

Di antaranya adalah nabi Ismail, Ishak, Isa dan nabi Muhammad.

‘Karya Nabi Ibrahim yang menjadi peninggalan yang bermanfaat hingga kini diantaranya adalah Ka’bah, sumur Zam-zam dan berbagai prosesi peribadatan haji.

Peninggalan beliau itu kini menjadi pusat aktifitas muslim di seluruh dunia.

Adakah karya sehebat Ka’bah yang menyedot jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia yang berlangsung ribuan tahun.

Berapa banyak harta benda dan aktifitas kehidupan yang mengitari selama itu, akibat dari kerinduan hamba-hambanya.

Begitu juga, adakah karya sedahsyat ini, dimana setiap saat ia menjadi pusat gerakan – gerakan shalat dari miliaran manusia dari berbagai penjuru bumi.

Dan adakah juga keyakinan yang demikian kokohnya dimana bermiliar-miliar manusia memusatkan seluruh konsentrasinya kepada Allah Azza wa Jalla melalui kiblat yang satu, yang ‘menyemburkan pusaran energi’ luar biasa dahsyat membawa getaran-getaran doa mereka menuju singgasana Allah, Sang Maha Pencipta…

Setiap tahunnya jutaan orang datang ke tanah suci untuk napak tilas kehidupan keluarga nabi Ibrahim.

” Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia,” QS, Al Maidah : 97

Pada tahun 632 M Nabi Muhammad melakukan ziarah terakhir dengan pengikutnya, mengajari mereka cara melaksanakan haji.

Dari sinilah ibadah haji ditetapkan sebagai salah satu rukun Islam.

Tahun ini sejak bulan Syawal, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah 1443 H tidak kurang satu juta umat muslim dunia berkumpul dan mengunjungi tanah suci Makkah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawarah menapak tilas perjalanan manusia besar sepanjang sejarah peradaban, dan seratus ribu jamaah haji Indonesia yang bermunajat kepada Sang Khalik, melantunkan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana beliau rindu dengan umatnya.

Penulis:

Abdul Aziz, ST

Pemerhati sosial dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.