Gagas Peran Islam Washatiyah Ciptakan Ruang Publik yang Aman, Majelis Sholawat Ahlul Kirom Gelar Halaqah Kebangsaan

Suaramedannews.com, Medan – Majelis Sholawat Ahlul Kirom di bawah asuhan KH Akhmad Khambali SE MM dan Pembina Kyai Muhtarom SAg sukses menggelar Halaqah Kebangsaan yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jl.Perintis Kemerdekaan Medan, Jum’at (18/08/2023).

Kegiatan yang mengusung tema: “Peran Islam Washatiyah Dalam Menciptakan Ruang Publik yang Aman dan Nyaman Menghadapi Pemilu 2024” dihadiri oleh 350 Peserta yang berasal dari berbagai ormas Islam, ormas kepemudaan Islam, tokoh-tokoh alim ulama, pengasuh pondok pesantren dan akademisi.

Kegiatan yang diisi dengan dua tahapan Diskusi Panel tersebut menghadirkan sejumlah keynote speech (narasumber) di Diskusi Panel 1 yaitu Kapoldasu Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi, Sekjen MUI Pusat Dr H Amirsyah Tambunan, Guru Besar UINSU Prof Dr Anshari Yamamah dengan Moderator Dr Rahman Tahir.

Selanjutnya pada tahap Diskusi Panel 2, yang dipandu Moderator Dr Arif Muda Harahap, diisi pemateri diskusi yaitu Ketua Majelis Sholawat Ahlul Kirom KH Akhmad Khambali SE MM, Kakan Kemenag Sumut yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Dr H Muksin Batubara MPd dan Ketua ISNU Sumut Dr H Nispul Khoiri.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH SIK MSi sebagai Keynote Speech dengan materi diskusi berjudul ‘Optimisme Indonesia Maju’ menyatakan, ruang publik yang aman dan nyaman adalah realitas yang harus kita wujudkan.

Di awal paparannya, mantan Kapolda Riau ini berharap melalui forum Halaqah Kebangsaan dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan terciptanya ruang publik yang aman dan nyaman menghadapi Pemilu 2024.

Banyak persepsi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sebutnya, sambil menyelipkan humor yang segar, di antaranya yang negatif terkait jargon ‘Ini Medan Bung’, terkadang ada anekdot bahwa di kota Medan kalau siang pagar bisa jalan sendiri dan malam ban mobil bisa lepas sendiri.

“Yang bisa dijual kepada pihak lain dari masyarakat suatu wilayah adalah nilai (value) nya. Apakah ini benar sebagai nilainya orang Medan?”, ujar Irjen Pol Agung Setya.

Mengutip perkataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, beliau menyampaikan hanya ada 3 nilai bagi suatu negara, yaitu Seni adalah milik orang Perancis, bisnis milik orang Inggris dan perang milik orang Amerika Serikat. Namun negara Perancis tidak hanya berhenti sekedar hanya menjual nilai seni saja, tetapi juga terkait perang, seperti negara Indonesia yang membeli pesawat tempur dari Perancis.

“Terus, kita Indonesia ini mau menjual apa?Apakah nilai-nilai kekhawatiran, ketakutan dan yang negatif lainnya?”, ucap lulusan Akpol Angkatan 1988 ini.

Perwira tinggi yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi Kapolri ini melanjutkan, negeri ini (Indonesia) harus terus maju dari waktu ke waktu. Menurutnya, bangsa Indonesia harus punya keyakinan (optimisme) mampu mencapai Indonesia Emas tahun 2045, melebihi negara-negara lain.

“Kami berharap tahapan-tahapan Pemilu dapat berjalan aman, dan saya yakin dengan forum seperti Halaqah Kebangsaan ini menjadi forum yang baik bagi kita”, tegas Irjen Pol Agung Setya.

Sementara itu di kesempatan sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara KH Akhmad Khambali SE MM dalam sambutannya berharap dengan kegiatan Halaqah Kebangsaan sesama ormas dan umat Islam di Sumatera Utara dapat terjalin persaudaraan yang semakin erat.

“Harapan kami semoga melalui acara Halaqah Kebangsaan ini dapat menjalin ukhuwah Islamiyyah kita dan persaudaraan kita semakin erat dan semakin dekat”, tutur Kyai Khambali yang juga Ketua PW Forum Kyai Tahlil Sumatera Utara ini.

“Mari kita bangun Ukhuwah Insaniyyah, kita bangun Ukhuwah Basyariah, kita bangun Ukhuwah Wathaniyyah, guna menuju Sumatera Utara yang penuh kedamaian, penuh solidaritas, penuh harmoni dalam bingkai dan peran Islam Washatiyah “, ajak Pengurus Harian BPET MUI Pusat ini.

Pada kegiatan yang dihadiri berbagai Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam ditutup dengan pernyataan bersama Deklarasi Kebangsaan yang dipandu oleh Sekretaris Panitia Kyai Muhtarom SAg yang juga Pembina Majelis Sholawat Ahlul Kirom dan Sekretaris PW Forum Kyai Tahlil Sumatera Utara.

Arus utama yang terkandung dalam poin-poin Deklarasi Kebangsaan diantaranya adalah pernyataan untuk sepakat untuk tidak memanfaatkan agama untuk dijadikan sebagai alat atau komoditas dalam kontestasi politik praktis, justru lebih mengedepankan kepada semangat Politik Kebangsaan yang mempersatukan seluruh elemen dan komponen bangsa, bukan memecah belah bangsa.

(Reporter:Indra Matondang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *