Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Forkopimda Kepri dan Kota Batam Gelar Press conference Terkait Pulau Rempang

suaramedannews.com,Batam- Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Forkopimda Kepri dan Kota Batam menggelar press conference terkait relokasi masyarakat di Pulau Rempang, di Graha Kepri, Batam Center, Kota Batam, Selasa (12/9/2023) sore.

Press conference ini dilakukan menyusul adanya kericuhan pada demonstrasi di depan kantor BP Batam, pada Senin (11/9/23).

Dalam press conference ini, atas nama Forkopimda Kepri dan Kota Batam, Ansar Ahmad menyampaikan beberapa himbauan kepada masyarakat Kepri.

“Yang pertama, kami semua mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi provinsi Kepulauan Riau agar tetap kondusif dalam rangka menjamin keberlangsungan investasi, dalam rangka menjamin pembangunan provinsi Kepulauan Riau ke depan yang lebih baik dan lebih maju,” ucap Ansar.

Forkopimda, kata Ansar, juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau yang aman dan tetap kondusif.

“Kemudian, kami mengajak masyarakat Provinsi Kepulauan Riau, mari kita sama-sama bersatu, bergandengan tangan, saling menghormati sesama anak bangsa. Demi terwujudnya Kantibmas Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang lebih kondusif,” sambung Ansar.

Ansar kemudian mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dari upaya yang ingin memecah belah masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami mengimbau masyarakat Kepulauan Riau, wabilkhusus Kota Batam, jangan mudah terpancing oleh berbagai upaya provokasi dari pihak-pihak yang bertujuan memperkeruh suasana dengan menyampaikan dan membagikan isu-isu yang bersifat provokatif,” imbau Ansar.

Ansar kemudian mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Kepri tetap aman dan damai.
“Mari kita mendoakan, agar dapat melanjutkan pengembangan investasi dan dapat membangun Provinsi Kepulauan Riau yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ansar.

Sebelumnya diberitakan Sikap Ansar yang memilih tidak berkomentar terhadap penolakan itu pun disayangkan oleh banyak pihak yang dinilai ‘santai’ disaat masyarakat menggelar aksi di depan Kantor BP Batam, Senin (11/09/2023) kemarin.

Sejatinya, Gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harus mampu menjelaskan jika proyek pengembangan Rempang merupakan salah satu Program Strategis Nasional.

“Kami sangat menyayangkan sikap Gubernur Kepri yang terlihat santai ditengah jatuhnya korban baik di tengah masyarakat maupun aparat penegak hukum. Seharusnya, sebagai pelayan masyarakat, beliau wajib melayani rakyatnya,” kata Dt. Hasbullah DPD Lembaga Laskar Melayu Bersatu Batam lewat keterangan tertulisnya, Selasa Siang(12/9/2023).

Oleh sebab itu, DPD Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Batam meminta Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad lebih proaktif dalam pelayanan terhadap keinginan masyarakat Rempang dan Galang.

(Reporter:Afrizal Nasution/Editor:Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *