Guru Yang Baik Itu Pergi Saat Siswa SMPN 1 Namorambe Berbagi Rapor

Suaramedannews.com, Deliserdang – Suasana penerimaan rapor di SMP Negeri 1 Namorambe dipenuhi dengan kegembiraan dan sedih, karena salah seorang Guru yang sangat dicintai siswa dan di kagumi oleh guru disana harus meninggalkan sekolah tersebut.Sabtu,(16/12/2023).

Kegembiraan siswa-siswi saat menerima rapor berubah menjadi kesedihan karena berbarengan dengan acara perpisahan dengan salah seorang guru yang telah lama mengabdikan dirinya di SMPN 1 Namorambe Desa Kuta Tengah Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam acara perpisahan tersebut, terlihat jelas kesedihan para siswa dan siswi dan guru yang berada disana. Kehilangan sosok seperti Ibu Latifah Nasution (60) tentunya akan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh komunitas sekolah.

Karena seperti diketahui oleh seluruh siswa dan Guru, Ibu Latifah Nasution dikenal sebagai sosok guru yang ramah dan baik, dan sangat disukai oleh para murid dan guru lainnya.

Saat ditemui Ibu Latifah Nasution mengatakan saat ini dia sudah masuk masa pensiun dan mengatakan sudah 39 tahun 9 bulan mengabdikan dirinya di SMPN 1 Namorambe.

“Saya telah mengajar di SMP Negeri 1 Namorambe selama 39 tahun 9 bulan”Jelasnya

Sementara Eka Warni Pelawi (38) salah seorang orang tua murid bernama Eikin Ginting (13) mengatakan jika dirinya juga pernah menjadi murid Ibu Latifah Nasution yang diketahui juga anaknya menjadi Murid dari Guru yang penuh kasih sayang tersebut.

“Aku juga pernah jadi murid Ibu Latifah Nasution, dia guru terbaik yang pernah kukenal,”Jelasnya

“Dia adalah guru yang tegas, ramah, perhatian, tidak pilih kasih, tutur bahasanya sangat baik, aku rasa dia patut ditiru oleh guru-guru yang lain.”tambah Eka

Ditempat yang sama Gita Nada Aloina Purba (18), mantan murid Ibu Latifah, menambahkan, “Ibu Latifah itu sangat baik dan bersosial tinggi, selain itu kami kenal dia rendah hati, tidak sombong.”kenangnya

Pengakuan ini menunjukkan betapa berpengaruhnya Ibu Latifah dalam kehidupan banyak orang, baik sebagai guru maupun sebagai anggota komunitas.

(Reporter:Saipuddin Ginting/Editor:Royziki Feriandi Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *