LAPORAN TAHUN 2021 MANTAN KUA BINJAI BARAT DIDUGA TIDAK SESUAI

Suaramedannews.com, Binjai – Mantan Kepala KUA Binjai Barat (MA) yang sekarang menjabat sebagai kepala KUA Binjai Timur diduga memalsukan laporan pernikahan masyarakat ke Negara Tahun 2021.

Laporan yang dibuat (MA) kenegara tersebut tidak sesuai dengan di lapangan, seperti contoh masyarakat yang menikah di Luar Kantor KUA seperti di Gedung atau di Rumah Calon Pengantin dilaporkan (MA) ke Negara menikah di Kantor KUA.

Dugaan ini berindikasi merugikan keuangan Negara karena apa yang dilakukan (MA) berlawanan Dalam peraturan Nomor 48 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama.

Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2014 ini juga mengubah ketentuan mengenai Lampiran angka II penerimaan dari Kantor Urusan Agama diubah menjadi: II. Penerimaan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan per peristiwa nikah atau rujuk adalah Rp 600.000.

Dalam PP baru itu disebutkan, bahwa setiap warga negara yang melaksanakan nikah atau rujuk di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan atau di luar Kantor Urusan Kecamatan tidak dikenakan biaya pencatatan nikah atau rujuk.

Dalam hal nikah atau rujuk dilaksanakan di luar Kantor Urusan Agama Kecamatan dikenakan biaya transportasi dan jasa profesi sebagai penerimaan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan,” bunyi Pasal 6 Ayat (2) PP tersebut.

Untuk mengetahui lebih lanjut (MA) selaku Kepala KUA Binjai Timur yang sebelumnya menjabat Kepala KUA Binjai Barat saat dikonfirmasi mengatakan dirinya sedang cuti,Jumat,(19/01/2024)

“Saya cuty Pak” jelasnya singkat

Sementara itu KakanKemenag Binjai Melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Binjai H. Arwaya Azmi, SHI, M.Ag saat diminta tanggapannya prihal dugaan tersebut tidak bersedia memberi komentar.

“Terimakasih pak. Insya Allah Nanti saya konfirmasi ke KUA nya, Mohon izin saya belum bisa memberikan komentar” jelas KTU Binjai,Jumat,(19/01/2024).

Siska Barimbing Pengamat Kebijakan Publik dan Pengamat Anggaran saat diminta tanggapannya mengenai dugaan yang dilakukan (MA) selaku mantan Kepala KUA Binjai Barat yang sekarang menjabat sebagai Kepala KUA Binjai Timur mengatakan, Adanya dugaan Mantan Kepala KUA Binjai Barat (MA) membuat laporan pernikahan di KUA Tahun 2021 yang tidak sesuai data lapangan yaitu dimana pernikahan yang dilakukan di luar KUA dilaporkan dilakukan di KUA.

“Hal ini terindikasi adanya kerugian Negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak dari Kantor Urusan Agama yang mana berdasarkan PP 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas PP No. 47 Tahun 2004 Tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Departemen Agama untuk 1 peristiwa nikah atau rujuk di luar KUA dikenakan tariff sebesar Rp. 600.000,- sedangkan yang dilakukan di KUA tidak dikenakan tariff”jelas Siska,Jumat,(19/01/2024).

Lanjut Siska mengatakan “Jika dihitung dari berapa total perkawinan yang dilakukan di luar KUA dan berapa yang dilaporkan bisa dihitung berapa perkiraan PNBP yang tidak disetorkan ke negara atas laporan tersebut.

“Perlu ditelusuri juga apakah hal yang sama juga terjadi pada laporan tahun 2022 dan 2023. Pelayanan pernikahan dan rujuk di KUA merupakan salah satu pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik”pintanya

“Adanya dugaan peristiwa ini harus direspond oleh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti, Kementerian Agama juga harus melakukan perbaikan pelayanan dengan mewajibkan semua pelayanan pernikahan di KUA dilakukan secara online melalui SIMKAH Kemenag untuk memperkecil terjadinya kecurangan oleh petugas KUA di lapangan”harapnya

“Selain untuk mencegah terjadinya kerugian negara dari PNBP juga memperbaiki pendataan pernikahan di KUA karena sering juga terjadi permasalahan salah satunya adanya buku nikah yang tidak terdaftar”cetusnya

“Hal ini merupakan salah satu pelayanan publik yang harus menjadi perhatian besar karena akan berimplikasi kepada pelayanan pencatatan kependudukan di Indonesia”tutup Siska Barimbing.

(Reporter:Fery Sinaga/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *