Mahasiswa USU Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan untuk Bangun Karakter Empatik Siswa SMA

Suaramedannews.com, Medan – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Kelompok 69 Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema
“Menumbuhkan Empati Kesadaran Anti-Perundungan Melalui Pendidikan Karakter di SMA” pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Yayasan Perguruan Ksatria Medan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 30 siswa dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta kepedulian peserta didik terhadap bahaya perundungan di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan memberikan edukasi melalui pendekatan interaktif.

Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai bentuk – bentuk perundungan, dampaknya, serta strategi pencegahannya melalui presentasi, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab.

Ketua Kelompok 69, Fadhilla Pradnya Ningtias, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya empati dan penggunaan bahasa yang baik dalam
interaksi sehari-hari.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bullying bukan sekadar candaan, tetapi dapat meninggalkan luka psikologis yang dalam. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mampu menciptakan lingkungan
sekolah yang lebih aman dan saling menghargai,” ujarnya.

Sementara itu, mentor kegiatan, Heni Dina Abigael Marpaung, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dan siswa selama pelaksanaan program.

“Proyek MKWK seperti ini sangat penting untuk melatih empati dan kepekaan sosial mahasiswa, sekaligus berdampak langsung bagi perkembangan karakter peserta didik di sekolah,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa terlihat antusias mengikuti simulasi, ice breaking, serta video edukatif mengenai perundungan. Banyak dari peserta mengaku baru memahami bahwa tindakan seperti mengejek, memberi julukan, hingga pengucilan termasuk dalam bentuk bullying yang harus dihentikan.

Melalui evaluasi akhir, para siswa menyampaikan bahwa mereka lebih berani untuk menolak tindakan perundungan dan siap membantu teman yang menjadi korban. Guru yang hadir turut menyampaikan
bahwa kegiatan ini memberikan sudut pandang baru dalam upaya sekolah menciptakan budaya positif dan ramah anak.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pembelajaran MKWK USU yang berkelanjutan, terutama dalam upaya membangun karakter, empati, dan kecerdasan sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Selain itu, program ini juga selaras dengan visi USU dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan masyarakat.

Untuk dokumentasi kegiatan, Kelompok 69 turut mengunggah video sosialisasi ke kanal Youtube “Perundungan 69” dan membagikan informasi tambahan melalui laman Instagram @69victimization.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *