Terkesan Lambat Memberi Pertolongan Tim Basarnas Langkat Disembur Emak, Ini Tanggapan MAPEL

Suaramedannews.com, Medan – Beredar video dibeberapa Groub Whatsap emak emak memarahi Tim Basarnas yang mengendarai mobil Sar di daerah Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Dari narasi video yang beredar penyebab emak emak marah karena mobil Tim Basarnas hanya lalu lalang melewati daerah banjir.

Terlihat di Video tersebut mobil Tim Basarnas membawa perahu karet, namun perahu tersebut tidak diturunkan.

Melihat anggota tim Basarnas yang kurang respon di video tersebut salah seorang emak emak menyiramkan air banjir ke arah mobil Basarnas.

Alasan emak emak marah karena lambatnya bantuan datang ke daerahnya. “Tim Basarnas, orang sakit tapi tidak mau bantu, bulak balek lewat tapi tidak mau menolong, apa fungsi kalian bulak balek kalian disini, dari tadi kami sudah tanya, kami bakar kalian nanti” teriak seorang wanita yang sedang merekam video tersebut. Dilihat Minggu (30/11/2025).

Terpisah Dr. (c)., M. Yusuf Hanafi Sinaga, M.Sos., Ketua Umum Yayasan MAPEL Indonesia saat diminta tanggapannya terkait video yang beredar tersebut sangat menyayangkan tindakan tim Basarnas dilokasi yang kurang merespon aduan masyarakat.

“Tugas Basarnas sebenarnya tugas yang mulia dan masyarakat sangat tergantung kepada profesionallisme mereka oleh karena itu beredar video tersebut menunjukkan kelambanan atau ketidak jelasan prosedur ketidak jelasan dalam kondisi darurat ini, wajib kita sikapi dengan serius” jelas Yusuf. Minggu (30/11/2025).

Lanjut Yusuf, Sebagai masyarakat sipil, yang peduli kami meminta klarifikasi resmi dan transparan dari Basarnas, tentu masyarakat perlu tau, apakah tim dilapangan mengalami hambatan teknis, logistik atau adakah kelalayan dalam menjalani SOP dalam penyelamatan, jika perahu sudah tersedia tetapi tidak dimanfaatkan untuk melakukan evakuasi korban yang terjebak, ini adalah indikasi serius dalam pengambilan keputusan dilapangan yang harus dipertanggung jawabkan.

“Kami mendorong Basarnas untuk melakukan evaluasi total terhadap respon sistem mereka, selain itu kami Yayasan MAPEL Indonesia siap untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dilapangan, khususnya dalam aspek pengambil keputusan taktis dalam tekanan”terang Yusuf

kejadian ini, tambah Yusus, harus menjadi momentum perbaikan, bukan hanya untuk Basarnas tetapi untuk sistem mitigasi dan respon bencana di Indonesia.

“Nyawa masyarakat adalah tolak ukur utama keberhasilan oprasi SAR kami berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua mari kita pastikan bahwa setiap sumber daya setiap detik dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelamatkan korban yang membutuhkan”jelas Yusuf

Ia menambahkan jika saat ini dirinya telah menginstruksikan anggota MAPEL untuk menuju lokasi.

“Saat ini Tim kita sedang menuju lokasi untuk memberi bantuan kepada masyarakat disana”tutupnya

(Royziki F.Sinaga/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *