Exif_JPEG_420

Masyarakat 4 Desa di Kecamatan Harian Ajukan 3 Tuntutan Kepada Pemkab Samosir

Suaramedannews.com, Samosir – Masyarakat empat Desa Kecamatan Harian lakukan aksi damai ke kantor Bupati Samosir Jl.Rianiate, Kecamatan Pangururan.Senin,(04/12/2023)

Tujuan aksi damai yang di lakukan empat desa menuntut pertama Pemkab Samosir agar merekomendasikan penutupan PT.Toba Palk Lestari (TPL) kepada Presiden RI Jokowi Dodo.

Kedua Masyarakat juga meminta agar PT.TPL merehabilitasi hutan sitonggi – tonggi yang sudah gundul di Tele.

Dan ketiga masyarakat meminta pemerintah dan PT TPL agar memberikan ganti rugi atas bencana alam banjir bandang yang terjadi (13/11/2023) yang lalu.

Kordinator aksi Chandra Sihotang saat di temui disela-sela Aksi berharap Pemkab Samosir terkhusus Pemerintah bersedia memenuhi tuntutan masyarakat 4 Desa yang ada di Kecamatan Sihotang.

“Apa harapan dan tuntutan kita jelas ada tiga Yang pertama tutup PT.TPL sektor tele yang kedua Kembalikan ke sistem yang ada di sepanjang hutan Tele atau dipulihkan yang ketiga santuni yang terdampak, itu aja mungkin termasuk ladang dan juga rumah”jelasnya

Mewakili Pemuda Desa Sihotang, Leorina Sihotang

Sementara itu Leorina Sihotang mewakili Pemuda Desa Sihotang meminta dengan tegas menutup PT.TPL yang ada di Tele, karena sangat meresahkan masyarakat Kenegrian Sihotang.

“Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya sudah sangat jelas ya bahwa menyampaikan aspirasi masyarakat ke negerian Sihotang di mana pada 13 November lalu kami masyarakat ke negeri Sihotang mengalami bencana ekologis yang disebabkan oleh adanya deforestasi di hutan tele”jelas Leorina Sihotang

“Ada beberapa harapan atau tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat Kepada Bupati pertama adalah menutup TPL karena jelas ya yang menjadi akar masalah banjir Bandang, kedua juga pemerintah harus bertanggung jawab melakukan pemulihan atas kerugian-kerugian yang dialami oleh masyarakat di lahan-lahan pertanian yang hampir 50% lebih dari 50% lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka itu artinya tahun depan ini akan bisa jadi mengalami potensi mengalami krisis pangan seperti itu”,tegas Leorina Sihotang.

Sementara itu Sartono Sihotang selaku sekretaris Aksi mengatakan Tujuan dari kegiatan ini adalah menyampaikan aspirasi masyarakat ke negerian Sihotang di mana Ke negerian Sihotang habis tertimpa musibah banjir bandang pada tanggal 13 November tahun 2023.

“jadi tujuan ini adalah murni menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat ke negerian sihotang dan ini didukung oleh anak rantau juga”

” jadi kita masih tetap menunggu pak bupati sesuai dengan yang sudah kita sepakati bahwa kita harus mendengar langsung apa nanti kebijakan atau keputusan yang akan diambil oleh Bupati “tutupnya

(Reporter:Fery Sinaga/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *