Suaramedannews.com,Medan-Seringkali kita melihat sekawanan burung terbang di angkasa, tanpa kita sadari, kebanyakan dari burung-burung tersebut terbang dalam formasi huruf ‘V’.
Tahukah kita apa penyebabnya?
Berdasarkan penelitian, bila burung terbang dalam formasi huruf V akan dapat menghemat energi saat terbang atau naik pada ketinggian.
Saat burung terdepan dalam formasi mengepakkan sayapnya hal itu bisa membuat pusaran angin yang memudahkan burung dibelakangnya untuk terbang.
Ibaratnya, setiap burung yang berada di belakang memanfaatkan aliran angin burung di depan untuk terbang.
Pertanyaan, apakah burung-burung di barisan depan tidak merasa paling lelah? untuk mengatasi masalah ketidak adilan ini burung dalam formasi akan saling berganti posisi, selain mengurangi kelelahan, pergantian posisi ini juga menjaga kestabilan.
Halnya, burung-burung yang terbang dalam formasi huruf V seperti Pelikan, Ibis bisa menempuh jarak ribuan kilometer.
Dan formasi ini ternyata diadaptasi pada dunia kemiliteran yang biasa melakukan pada parade pesawat jet tempur, tentu saja untuk mendapatkan keuntungan aerodinamis seperti halnya kawanan burung.
Memperhatikan tentang migrasi makhluk hidup di muka bumi ini termasuk burung, dapat memberikan rasa takjub kita.
Dengan akal sederhana yang diberikan Allah SWT mereka mampu menentukan untuk berpindah dalam waktu yang tepat, menempuh jarak ribuan kilometer tanpa turun kedaratan untuk beristirahat. Sebuah prinsip hidup yang mengagumkan sebuah pengorbanan yang patut kita contoh.
Ada Delapan Pesan Kebaikan.
Ada beberapa pesan kebaikan yang dapat kita petik tantang migrasi burung.
Pesan Pertama, orang-orang yang bergerak dalam tujuan dan arah yang sama, saling membagi tugas dalam komunitas, saling mendukung dan saling mendorong satu sama lain, maka akan dapat mencapai tujuan dengan lebih mudah dan cepat.
Pesan Kedua, lebih mudah melakukan sesuatu bersama-sama dari pada melakukannya seorang diri, maka bersedialah untuk memberikan bantuan kepada orang lain dan menerima bantuan dari orang lain.
Pesan Ketiga, tidak ada tugas dan jabatan yang abadi. Alangkah nikmatnya tugas dan jabatan diemban secara bergantian sesuai kemampuan, kapasitas, talenta dan sumber daya, agar terwujud regenerasi.
Selanjutnya Pesan Keempat, bekerja dalam kelompok saling menguatkan bukan melemahkan atau menghancurkan.
Pesan Kelima, memiliki empati antara sesama ketika dalam situasi sulit begitu pula ketika segalanya dalam keadaan baik.
Pesan Keenam, pentingnya persiapan diri secara matang dalam menguasai ilmu dan keahlian yang potensial demi kemaslahatan.
Pesan Ketujuh, yakin terhadap keputusan yang telah dibuat dan tetap optimis terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
Pesan Kedelapan, bahwa dibalik kesukaran pasti ada kemudahan, dibalik kesukaran pasti ada kemudahan.
Migrasi burung bisa menjadi salah satu inspirasi buat kita, yang menggambarkan kesungguhan dan pengorbanan yang luar biasa untuk mempertahankan eksistensi, identitas, dan mempertahankan jatidiri.
(Reporter:Anto/Editor:Ridho)