Exif_JPEG_420

Merasa Ada Backing Pejabat Dan Wartawan Merasa Besar, Kepala Sekolah SDN 56 Lecehkan Profesi Jurnalis Dan LSM

Suaramedannews.com, Simalungun – Kepala Sekolah SDN 097356 Perapat Kecamatan Girsang, Simpang Bolon Kab.Simalungun (AM) diduga melecehkan Provesi LSM dan Wartawan, hal ini terjadi pada saat akan dikonfirmasi terkait perumahan guru yang dihuni masyarakat yang bukan Guru dan arus listrik yang diambil dari sekolah yang beliau pimpin.

Dari penjelasan Ketua LSM LPPAS RI yang juga seorang jurnalis disalah satu media di Sumut Bastian Simbolon mengatakan tujuan beliau dan rekannya kesekolah tersebut untuk memastikan kebenaran informasi dari anggota LSM LPPAS RI (HS)(60) yang tinggal disana, dari informasi (HS) menjelaskan ada perumahan guru yang dihuni masyarakat dan arus listrik yang diambil dari sekolah.

“Niat kita hanya konfirmasi terkait kebenaran informasi dari anggota kita di LSM LPPAS RI (HS) (60) yang ada disana, yang menjelaskan ada perumahan guru yang dihuni masyarakat dan arus listriknya diambil dari sekolah” kata Bastian.Senin,(14/08/2023)

“Namun saat kita konfirmasi Kepala Sekolah yang saya duga mungkin terlalu banyak berteman dan merasa terlindungi dengan Wartawan Besar juga Pejabat tersebut malah merekam Video yang tidak full, yang lebih parah lagi melecehkan Provesi Wartawan dengan cara membuat status di salah satu Medsos, saya rasa mungkin dia menganggap agar terlihat besar”jelasnya

Lanjut, Bastian kembali membeberkan jika oknum kepala sekolah SDN 097356 (MS) menyebutkan berulang kali nama salah satu anggota DPRD Simalungun dari Komisi 4 dari partai PDI.

“Yang sangat luar biasanya Kepala Sekolah tersebut ada beberapa kali menyebutkan nama Anggota DPRD Simalungun dari Komisi 4 (MDS), Kepala sekolah tersebut mengatakan jika sekolah yang dipimpin sudah mendapat rekomendasi dari anggota DPRD Simalungun dari Komisi 4 dan sudah menyurati Bupati agar masyarakat yang bukan guru bisa tinggal di perumahan guru, yang seharusnya perumahan guru di peruntukkan untuk guru, namun ketika kita tanyakan apakah sudah ada surat balasan dari Bupati, beliau tidak bisa menunjukkan surat tersebut”jelasnya kembali

Bastian kembali menjelaskan jika kepala sekolah SDN 097356 (MS) tidak mengikuti struktur dan terkesan mengangkangi Kadispen dalam surat menyurat untuk permohonan.

“Kalau boleh jujur saya merasa bingung juga dengan kepala sekolah yang satu ini, dimana-mana kepala sekolah seharusnya, harus membuat surat permohonan untuk hal tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispen) dan nantinya akan di teruskan ke pada Bupati Simalungun, agar bisa mendapat izin, tapi yang luar biasanya mungkin saya rasa karena merasa ada wartawan besar dan pejabat yang melindunginya jadi aturan itu tidak perlu di ikuti” jelas Bastian

Ketua LSM LPPAS RI Bastian Simbolon kembali meluruskan tentang ucapannya mengenai wartawan besar yang melindungi oknum kepala sekolah SDN 097356 Perapat (MS) dengan memperdengarkan rekaman suara yang ada di HP nya.

“Untuk wartawan besar yang saya maksud adalah (AB) dari Media Online yang cukup punya nama di Sumut, (AB) mengatakan mengaku keluarga dari Kepala Sekolah SDN 097356, yang paling hebatnya (AB) mengatakan kepada wartawan yang melakukan konfirmasi ke Sekolah tersebut adalah wartawan 50.000 an, pernyataan itu bisa kita dengar dari rekaman yang ada sama kita, disitu Kepala Sekolah SDN 097356 dengan lantang mengatakan jika (AB) menyatakan hal tersebut”jelas Bastian sambil meperdengarkan rekaman suara Kepala Sekolah

Bastian sangat menyangkan atas ucapan (AB) yang berasal dari Media Online yang cukup punya nama di Sumut, tapi tidak tercermin dari diri (AB) seorang wartawan yang berasal dari media besar, apa lagi sanggup melontarkan kata-kata kotor dan terkesan melecehkan dan merendahkan Media lain.

“Jujur malu sebenarnya Media yang memperkerjakan orang seperti (AB), karena terkesan melindungi kepala sekolah SDN 097356 (MS) yang diduga jelas sudah melanggar aturan”tegasnya

“Yang luar biasanya lagi saat (AB) dihubungi mitra kita melalui WhatsApp di Nomor:+62 ***-6**6-*523 untuk Ngopi agar dia (AB), tau duduk perkara atau masalahnya malah melontarkan kata-kata kotor kepada salah satu rakan Media Online di Sumut, dengan kata ‘Banyak kali cakap kau K****L’ dan langsung mematikan Telponnya, hal inilah yang sebenarnya buat malu media tempat dia berkerja”lanjut Bastian kembali

Untuk membuktikan kebenaran pernyataan Kepala Sekolah SDN 097356 (AM) yang menyebutkan nama Anggota DPRD Simalungun (ADS) dari Komisi 4 yang membidangi Pendidikan apakah benar beliau merekomindasi prihal yang dikatakan Kepala Sekolah (AM), dengan tegas membantah apa yang diucapkan (AM).

“Apa wewenang saya membuat surat rekomendasi tersebut, kami hanya bermitra dengan Dinas Pendidikan”Tegas (ADS).Senin,(31/07/2023)

“Adapun yang saya lakukan hanya mendampingi atau meneruskan surat permohonan dari kepala sekolah SDN 097356 ke Bupati, namun apa isi poin – poin atas surat itu saya tidak tau apa isinya” jelas (ADS)

Anggota DPRD Simalungun dari Komisi 4 (ADS) kembali meminta kepada awak Media untuk menanyakan lebih jelas hal yang lain ke pada Kepala Sekolah SDN 097356.

“Untuk lebih jelas silahkan saja konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN 097356, karena itu wewenangnya”Tutup (ADS)

Ditempat berbeda Direktur Penelitian (Dirpen) Advokasi LP Nasdem Provinsi Sumatera Utara Jahotman Sagala angkat bicara tentang tindakan seorang Kepala Sekolah saat berhadapan dengan wartawan.

“Menurut penilaian saya tentang cara kepsek berhadapan dengan medya kurang cocok sebagai pemimpin karena tidak ada kode etik, dan membuat arahan pula untuk mediasi di kantor polisi sementara Polisi tidak ada hubungan dengan masalah yang terjadi di sekolahnya” kata Jahotman Sagala. Senin,(14/08/2023).

Lanjut, Jahotman Sagala sangat menyayangkan sikap Kepala Sekolah yang Arogan kepada LSM dan Wartwan saat melakukan konfirmasi, apa lagi sampai mengaduh kesana sini untuk minta perlindungan, seakan-akan seperti di teror.

“Yang pertama Sudah jelas salah menjalan tugas yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dibidang pendidikan tetap juga arogan, tidak pantas perilaku dan gaya berbicara sebagai Kepsek”

“yang kedua menyalah gunakan tugasnya sebagai kepsek. Sebagai bukti pemakaian tarif listrik 1 unit meteran dipakai 10 Kepala Keluarga (kk) padahal itu dibuat hanya untuk kepentingan sekolah, dan juga keterangan yang saya terima dari salah satu orang tua murid yang tinggal diperumahan sekolah mengatakan bahwa mereka yang tinggal diperumahan sekolah itu wajib membersihkan kelas dengan cara ngepel kelas setiap pagi bergantian, itu sudah salah, karna anak didik penting dilatih untuk kebersihan”

“Jadi kepsek memberikan rumah guru kepada masyarakat untuk di tempati supaya sekolah itu bersih tapi membuat murid jadi bodoh tentang kebersihan, dan yang paling berat ada Dugaan untuk mendapat keuntungan dari pembayaran rekning listrik atau tagihan setiap bulanya dari masyarakat padahal di laporan pertanggung jawaban (LPJ) Dana Bos itu jelas tercantum untuk pembayaran arus listrik untuk Sekolah”

Direktur Penelitian (Dirpen) Advokasi LP Nasdem Provinsi Sumatera Utara Jahotman Sagala juga menyayangkan ucapan Seorang Kepala Sekolah, yang mengatakan Wartawan atau LSM Konfirmasi ke sekolah tersebut memperuncing masalah yang ada di sekolah yang ia pimpin.

“Beliau berbicara berdiri dan tangan menunjuk nunjuk juga mengatakan wartawan yang memperuncing masalah atau apa beliau alergi dengan wartawan dan LSM, itu tidak bagus, namun itu muncul dari pembicaraanya karena ada yang saya duga tidak beres dalam perealisasian anggaran” bebernya

“Untuk itu saya memohon bagi semua Media atau pemerhati yang ada di Kab. Simalungun untuk ikut serta meneliti stau memantau sekolah ini karna suatu pekerjaan yang memalukan bagi PWI yang ada di Simalungun, karna terdahulu media dari Kabupaten Samosir menindaklanjuti masalah yang tidak senono yang terjadi di Kabupaten Simalungun”cetusnya

Lanjutnya, Jahotman Sagala sangat berterima kasih kepada LSM dan Wartawan Kab.Samosir, yang mau peduli atas Kabupaten yang bertetangga dengan Samosir.

“Saya bernama Jahotman Sagala selaku Dirpen ( direktur penelitian) advokasi Lp Nasdem Provinsi Sumatra utara merasa malu dan juga mengucapkan terimakasih yang sebanyak banyak nya kepada Media dan LSM yang turun tangan dari kab. Samosir ke Simalungun untuk memantau kejadian di sekolah SD 097356 Siguluan yang bertindak semena mena-mena dalam penggunaan asset sekolah yang ada di Kecamatan Girsang Sipangambolon ( Girsip), dan saya juga memita supaya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Bapak Sudiahman Saragih agar turun kelokasi untuk menindak lanjuti masalah yang terjadi di sekolah tersebut supaya ada ketransparanan untuk kedepan” tutup Jahotman Sagala

(Reporter:Fery Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *