Meski Terendah se-Sumut, Pemkab Deliserdang Terus Tekan Angka Stunting

Suaramedannews.com, Deliserdang – Meskipun sudah berhasil menekan angka stunting menjadi 12% di tahun 2021, namun Pemkab Deliserdang masih terus berupaya menurunkan angka stunting hingga tinggal satu digit saja.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar saat mendampingi Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Kemenko PMK), drg Agus Suprapto MKes ketika berkunjung meninjau anak-anak kurang gizi di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu sore,(6/7/2022).

Di kunjungan tersebut Wakil Bupati menegaskan, Pemkab Deliserdang berkomitmen dalam upaya penanganan dan penurunan angka stunting, kendati di Deliserdang persentasenya merupakan yang paling rendah di antara kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

“Sebenarnya, Deliserdang angkanya hanya 12 persen di bawah kabupaten/kota lain di Sumatera Utara dan nasional. Namun, kita akan melaksanakan sesuai target 2024 sebesar 14 persen nasional. Dan kalau bisa tinggal satu digit saja”, sebut Wabup.

Pada kunjungan yang sama Deputi Kemenko PMK drg Agus Suprapto MKes menyebutkan, Wakil Bupati (HM Ali Yusuf Siregar) merupakan Ketua Tim Penurunan Stunting di Kabupaten Deliserdang. Dengan begitu, Wabup memiliki kewenangan mengelola, mengoordinasikan berbagai hal, termasuk anggaran dan kegiatan di lapangan dibantu Tim Pendamping Keluarga (TPK), Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), bidan desa, dan perangkat lainnya untuk melakukan upaya penurunan angka stunting.

“Bukan hanya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Kementerian PMK, tapi tanggung jawab bersama,” tukas drg Agus Suprapto.

Dalam kunjungannya, Wabup dan Deputi Kemenko PMK menyempatkan diri berdialog dengan orangtua anak yang mengalami kurang gizi. Ada empat anak yang mengalami kekurangan gizi, yakni Nisa (2), anak ketiga pasangan suami istri, Fitriyadi dan Nia. Nisa mengalami kekurangan gizi sejak lahir, meski tampak sehat, namun tubuh Nisa tampak kecil.

Berbeda dengan Icha (6), kakaknya dan Neno (4). Meski begitu, kedua orangtua Nisa, Fitriyadi yang bekerja sebagai seorang kuli bangunan dan Nia yang hanya ibu rumah tangga, tetap sering memeriksakan kondisi putri kesayangan mereka ke Puskesmas setempat.

Selain Nisa, ada juga Aruna Aufa, bayi berusia satu setengah tahun, dengan berat badan 7,4 kilogram, anak kedua dari Gokmauli (19), warga Dusun 16, Desa Muliorejo.

Kemudian, Desria, berusia tiga tahun enam bulan, memiliki berat badan 10 kilogram, anak ketiga dari Ermas Lumban Gaol (45), warga Jalan Bersama Ujung, Gang Sawah, Desa Muliorejo, dan Darry (3), dengan berat badan 9,3 kilogram, anak ketiga Marjiah (39), warga Dusun VII Desa Muliorejo.

Setelah berbincang dengan orangtua anak kekurangan gizi, drg Agus Suprapto dan Wabup menyerahkan bantuan paket sembako, di antaranya susu bubuk, dan lainnya kepada keempat ibu yang memiliki anak kekurangan gizi.

Selepas menyerahkan bantuan, drg Agus Suprapto menerangkan, angka absolut balita kurang berat dan panjang badan, terbilang masih cukup tinggi.

“Satu hal adalah tentang pola asuh harus diperhatikan, baik ibu dan ayah. Kedua, adalah protein yang menjadi kebutuhan utama untuk mencerdaskan anak ke depan,” pungkas Deputi Kemenko PMK.

Turut hadir mendampingi Wabup Deliserdang , Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Citra Effendi Capah MAP, Kepala Dinas Sosial Rudi Akmal Tambunan ST, Kepala Dinas P3AP2KB Era Permata Sari SH MH, Camat Sunggal Eko Sapriadi SSos, dan lainnya.

(Reporter:Amri Harahap/Editor:Indra Matondang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *