Miris !!! Guru Tak ada gaji,murid terpaksa ikut ortu kesawah.

suaramedannews.com,Mandailing Natal- Sudah sekitar enam bulan Sekolah Madrasah Nurul Hidayah Desa Tanjung Mompang Kecamatan Penyabungan Utara,Kabupaten Mandailing Natal( Madina) tidak lagi melakukan aktifitas belajar mengajar.

Sekolah Madrasah (MDA)Nurul Hidayah ini terpaksa Tutup karenakan para tenaga pengajar(guru) di Madrasah tersebut tidak menerima Gaji ataupun Insentive.

Nur Kholidah salah satu guru di MDA tersebut,kepada awak media mengatakan,sekolah terpaksa di tutup untuk sementara waktu karena memiliki tanggung Jawab juga untuk kebutuhan rumah tangga dan kini beralih menjadi petani.

“Sekolah terpaksa kami tutup untuk sementara waktu karena kami juga mempunyai tanggung jawab kebutuhan rumah.

Terpaksa kami bertani dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami.”terangnya jum’at(28/07/2023).

Lanjut Nurul kholidah,dulunya para guru menerima sumbangan satu muk beras dari para orang tua murid.

“Dulunya kami para guru Sekolah MDA Nurul hidayah menerima sumbangan dari para orang tua murid satu muk beras persatu orang tua murid.”ujar Nur kholidah.

Sementara itu saat di singgung awak media mengenai insentif untuk guru MDA yang bersumber dari Dana Desa berdasarkan Peraturan Bupati(PERBUP)Nomor 63 Tentang Pedoman Pemberian insentif sebesar Rp.300.000(tiga ratus Ribu Rupiah)untuk guru Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah (MDTA),Taman pendidikan Al-Qur’an, Rumah Tahfiz Qur’an,Bilal Mayit, dan kenaziran mesjid.yang resmi menjadi tanggung jawab Desa melalui anggaran Dana Desa(ADD) dan telah di berlakukan sejak oktober 2022.

Nur kholidah berujar,hanya pernah menerima dua juta tahun terakhir dan tiga kali pencairan.

“Saya hanya pernah menerima 2 juta terakhir,itupun tiga kali pencairan.bagaimana saya menghidupi keluarga sementara kami butuh makan tiap hari,bukan sekali setahun.makanya saya terpaksa tidak mengajar lagi,saya pergi keladang untuk memenuhi kebutuhan sahari -hari.”terangnya.

Harapan saya permasalahan ini segera terselesaikan secepatnya,karena kami sudah melaporkan permasalahan ini kepada Kepala Desa Tanjung Mompang,tetapi dia hanya diam saja tanpa respon,tambah Nur Kholidah.

Sementara itu Adi Masyarakat Tanjung Mompang mengatakan,Permasalahan ini jangan berlama – Lama,karena korbannya adalah anak kami.

“Dengan tutupnya MDA Nurul Hidayah anak-anak kami sekarang hanya ikut kami keladang,karena kami takut kalau kami biarkan dirumah saja takutnya anak-anak ini bakalan keluyuran kemanan mana”ucap Adi

Adi selaku orang tua juga berharap ini tidak berlarut dan sekolah bisa kembali melakukan kegiatan belajar mengajar, karena pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama demi kemajuan desa bahkan kemajuan negara kita ini.harapnya.

Saat di temui di ruang kerjanya,Camat Panyabungan Utara Fadlan Lubis kepada awak media mengatakan,permasalahan ini akan saya panggil kades tersebut dan bersyukur atas informasi yang di sampaikan sehingga mengetahui permasalahan Desa tanjung Mompang.

( Reporter:Suhartono/Editor:Anto )

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *