Mohammad Natsir : Melalui Mosi Integral Kembalikan Indonesia ke NKRI

suaramadannews.com,Medan- Mosi Integral adalah
sebuah keputusan parlemen mengenai kesatuan sebuah negara.

Tujuh puluh tiga tahun silam, tepatnya 3 April 1950 Mohammad Natsir membuat catatan sejarah bagi bangsa Indonesia.
Beliau berhasil mempersatukan Republik Indonesia Serikat hingga kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mosi Integral Mohammad Natsir 3 April 1950 adalah sebuah komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan konstitusi dari segala bentuk penyimpangannya.

Belajar dari mosi integral Natsir yang mengembalikan Indonesia dari Negara Serikat ke negara kesatuan, maka segenap komponen anak bangsa seharusnya berupaya menjaga NKRI dan Konstitusi dengan konsisten.

Mosi integral itu menghadirkan kembalinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, banyak kalangan yang teriak NKRI harga mati, namun tidak diikuti dengan upaya sungguh-sungguh dan paham sejarah bagaimana menjaga keutuhan Negara agar tetap terjaga tidak terjadi pembelahan di masyarakat dan sebagainya.

Terobosan yang dilakukan Mohammad Natsir melalui upaya mengembalikan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini perlu diinternalisasikan dengan baik. Sehingga semua pihak berupaya dengan sungguh-sungguh menjaga NKRI dan Konsitusi, salah satunya dengan menghadirkan Keputusan Presiden yang menetapkan bahwa tanggal 3 April sebagai hari NKRI dan pak M. Natsir sebagai bapak NKRI.

Sikap Mohammad Natsir menjaga Kesatuan, dapat dilihat dari proses mosi integral tersebut dimana disetujui oleh semua pihak walau Partai Masyumi yang dipimpinnya tidak mayoritas di DPR RIS.

“Semua pihak dari berbagai latar belakang dapat menerima,
bahkan Menteri Penerangan Republik Indonesia Serikat Arnold Mononutu kala itu mengakui tanpa Mohammad Natsir tidak ada NKRI.

Mohammad Natsir yang pernah menjabat sebagai Presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan Ketua Dewan Masjid se-Dunia serta anggota Dewan Eksekutif Rabhitah Alam Islamy (World Moslem League) adalah pemersatu NKRI.
Seorang negarawan yang dijuluki” Hij is de man” oleh
Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno.
Julukan ini ia dapat lantaran penyampaian gagasannya pada sidang parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) agar Indonesia kembali kedalam bentuk Negara Kesatuan.

Mosi Integral menurut Bung Karno memiliki konsep yang kuat untuk menyelamatkan Republik melalui jalur konstitusi.
Saat disampaikan oleh Mohammad Natsir dalam Sidang Parlemen, tak seorangpun menolaknya.
Ini menunjukkan persetujuan Parlemen untuk meninggalkan format Republik Indonesia Serikat menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena Mosi Integral inilah Presiden Soekarno memberi mandat kepada pak Natsir untuk memimpin negara dan bangsa Indonesia dengan mengukuhkannya sebagai Perdana Menteri.

Guru bangsa, negarawan, pejuang, pemikir, cendikiawan, budayawan, politikus, pendidik umat, dan mujahid dakwah, yang lahir pada 17 Juli 1908 di Alahan Panjang, Lambah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya takdir itu datang jua.
Sabtu, 14 Sya’ban 1413 H bertepatan dengan 6 Februari 1993 Allah subhahahu wa ta’ala memanggil pulang.

Mohammad Natsir Datuak Sinaro Panjang,
tunai sudah baktimu untuk negeri. Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabb-Mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

Abdul Aziz: Anggota Dewan Tafkir PP Persatuan Islam 2022-2027.

( Reporter:Anto/Editor:Supriadi )

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *