Suaramedannews.com, Samosir – Camat Pangururan Robintang Naibaho menyampaikan harapan kepada Bappeda agar di Musrenbang kecamatan bisa membimbing perencanaan pembangunan untuk tahun 2024, tidak berorientasi pada fisik tapi juga perencanaan pada pembangunan sumber daya manusia, yang diadakan di Gedung Aula A.E.Manihuruk Jl.Lingkar Samosir Ruas Pangururan – Tomok.Selasa,(21/02/2023)
Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dihadiri Bupati Samosir yang diwakili Kepala Bidang Kepemerintahan dan Suberdaya Manusia, Perwakilan OPD, PERKOPINDA, Kepala Desa, Tokoh masyarakat, LSM, Pers dan perwakilan masyarakat.
Camat Pangururan Robintang Naibaho dalam sambutannya menyampaikan dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Pangururan Bappeda yang mewakili Bupati Samosir bisa memberikan bimbingan dan membangun perencanaan sumber daya manusia.
“Harapan kita bahwa dalam kegiatan hari ini Bappeda akan membimbing kita tuk menyusun perencanaan pembangunan untuk 2024, tidak hanya berorientasi pada fisik hendaklah juga pada perencanaan pembangunan sumberdaya manusia, Inilah yang mendorong kami tuk mengundang seluruh para kepala sekolah, para tukoh agama, tokoh adat, karena memegang peran penting dalam membangun Samosir saat ini” Ungkapnya
Lanjut, Robintang menjelaskan bahwa di dua bulan terakhir pemerintah kecamatan Pangururan telah melakukan kunjungan Kedesa desa, dan telah menyelesaikan Musrenbang desa dengan sangat baik.
“Maka dari 25 desa ditambang 3 kelurahan, melalui Musrenbang kecamatan ini ada 226 usulan yang terdiri dari ada 90 usulan pembanguna, peningkatan jalan, 5 paving block, pekerjaan DIK 10, Bronjong, dan usulan yang lainnya, memang masih lebih besar usulan fisik”
“Namun dalam Musrenbang Desa yang sudah selesai diadakan, adanya pergeseran kesektor lain yakni pertanian ada puluhan usulan, kesehatan, pendidikan, keparawisataan, UMKM, dan telekomunikasi, juga usulan penguatan kelembagaan.”
Dalam kegiatan sesi tanya jawab Kepala Desa Hutanamora Ihut Irensius Malau menjelaskan penyebab salah satu semangkin tingginya angka kemiskinan dikarenakan kurangnya gairah petani bekerja karena kelangkaan pupuk.
“hal ini disebabkan semakin menurunnya gairah masyarakat petani, Sebagai mana yang diketahui bahwa masyarakat Samosir adalah mayoritas petani, Menurunnya gairah para petani tidak terlepas atas tingginya ongkos produksi pertanian”
Ihut Irensius juga menjelaskan mahalnya saat ini harga pupuk kimia, sementara untuk membuat pupuk kompos, sangat minimnya pupuk kompos yang sanggup diolah oleh masyarakat karena tidak dibantu ketersediaan alat untuk membuat pupuk kompos tersebut.
Beliau juga mengatakan, “begitu minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan pertanian, Sementara PPL sendiri tidak selalu bisa hadir dilapangan untuk bisa mendampingi para petani, Jumlah tenaga PPL yang sangat minim, belum lagi PPL saat ini hanya terpokus pada memberi pengetahuan kepada masyarakat petani bagaimana cara membuat pupuk kompos dan kesibukan membuat laporan”
“Sedangkan pada persoalan untuk mengatasi bermacam hambatan atas serangan serangan hama dan penyakit tanaman sudah tidak bisa lagi, Lain lagi persoalan persoalan harga yang nyatanya bahwa petani Samosir masih dikuasai oleh para tengkulak, mengapa sampai saat ini pemerintah belum juga mampuh membuat BUMD untuk mendukung para petani,”Tutupnya
Disesi tanya jawab selanjutnya Karsio Situmorang selaku Kepala Desa Sinabulan menjelaskan jika Alat berat yang dipinjamkan ke Desa Sinabulan belum selesai pengerjaanya sudah berpindah ke Desa lain.
“Dimana disaat pemerintah dalam hal ini Bupati yang mendorong percepatan pembangunan dengan alternatif seperti yang dilaksanakan saat ini melalui program yang mana alat berat bekerja di Desa untuk pekerjaan yang sangat penting dan sangat dibutuhkan masyarakat, kenapa pekerjaan dilaksanakan setengah jalan, alat sudah ditarik, Bagaimana kami selaku Kepala Desa memberi jawaban kepada masyarakat kami, perlu juga diketahui kami selalu menjadi sasaran”. Tutupnya
Untuk dibidang Pendidikan Kepala Sekolah SDN 5 Lumban Pinggol Flora Sihotang SPd meminta agar sekolahnya mendapat pembangunan.
“Perlu kami sampaikan bahwa sekolah kami tepat di dalam kota Pangururan, namun sudah sekian lama kami meminta pembangunan kami belum juga bisa mendapatkannya”
“Perlu kami sampaikan bahwa permasalahan sekolah kami, yang mana halaman sekolah kami, bukan saja pada saat turun hujan, tidak turun hujan pun sekolah kami halamannya selalu becek”Keluhnya
“Hal ini karena pembuangan air dari masyarakat disekeliling sekolah mengalir kehalaman sekolah, Maka dalam kesempatan ini kami mengusulkan agar sekolah kami bisa mendapatkan pembangunan berupa pemasangan Paving Block” Pintanya
“pemagaran sekolah dan kalau bisa juga pembangunan rehap gedung untuk membangun ruang kelas dan ruang para guru,”Tutupnya.
(Reporter:Fery Sinaga/Editor:Indra Matondang)