Pdt Penrad Siagian S.Th, M.Si.Teol : Tegas Meminta Kepolisian Segera Ungkap Motif Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

Suaramedannews.com, Jakarta – Pdt Penrad Siagian S.Th, M.Si.Teol, anggota DPD RI Dapil Sumut Terpilih menyatakan bahwa hal yang terjadi pada Sempurna Pasaribu dan keluarganya adalah merupakan bentuk pelanggaran Ham Berat, hal ini karena telah ditetapkan tersangka pembakaran rumah korban.

“Artinya ada upaya kesengajaan yang dilakukan oleh para tersangka”. Jelasnya

Lebih lanjut, Apabila benar pembakaran tersebut terkait dengan pemberitaan yang ditulis oleh Sempurna Pasaribu, maka telah ada upaya pembungkaman bahkan hilangnya nyawa seorang Jurnalis yang sedang berusaha menguak kejahatan terstuktur di wilayah Hukum Kabupaten Karo. Demikian Pdt. Penrad menyampaikan. Pembakaran rumah dan kios ini adalah kekejian, karena ada 2 orang berusia anak, bahkan salah satunya balita.

Kejadian ini adalah sebuah kejadian yang menganggu nilai kemanusiaan kita bersama, maka Pdt. Penrad Siagian S.Th, M.Si, Teol yang menjadi wakil dari masyarakat Sumatera Utara melalui Rumah Gerakan Seorangpun Tidak Boleh Diabaikan menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

1. Memberikan apresiasi kepada Polda Sumut dan Polres Kabupaten Karo yang telah menetapkan tersangka pembakaran rumah dan kios milik Sempurna Pasaribu.

2. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini sesuai perlindungan terhadap Jurnalis yang diatur UU No.40 tahun 1999 tentang PERS dan memberikan rasa keadilan kepada keluarga secara khusus dan masyarakat Sumut secara umum.

3. Meminta kepada Pihak Kepolisian untuk segera bentuk tim investigasi hingga kasus ini dapat diiusut sampai ke akarnya. Dan apabila terdapat pihak yang merupakan aparatur negara yg terlibat harus dikenakan sanksi sesuai hukum yg berlaku.

4. Meminta kepada Aparat Penegak Hukum di Kabupaten Karo dan Sumatera Utara pada umumnya untuk memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus Narkoba dan Judi. Untuk konteks Kabupaten Karo kedua hal tersebut harus segera di bersihkan, apalagi jika terbukti bahwa tersangka pembakaran terkait dengan pemberitaan yang pernah ditulis oleh Sempurna Pasaribu, maka siaga 1 untuk Kabupaten Karo agar segera membersihkan peredaran narkoba dan praktik judi karena dianggap sebagai pemicu terjadinya kematian Sempurna Pasaribu dan keluarganya.

Pada akhirnya, setiap kejahatan kemanusiaan yang terjadi harus diusut tuntas dan menemukan akar masalah. Persis seperti yang disampaikan oleh Polda Sumut dalam konfrensi persnya pada hari Senin, 8 Juli 2024. Agar tidak ada lagi korban, terutama pada mereka yang berani untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

Lanjutnya kembali, Jangan ada lagi Udin di Sumatera Utara, karena dunia pers kita pernah sangat tercoreng dan berduka atas kematian Udin di tahun 1996 karena pemberitannya mengenai bobroknya Pemerintahan di Kabupaten Bantul saat itu. Demikian Pdt. Penrad mengakhiri siaran persnya.Selasa,(09/07/2024)

(Reporter:Fery Sinaga/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *