PEMIMPIN AMANAH YANG DIRINDUKAN

Suaramedannews.com, Medan – “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin” , dikutip Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Mitra Santri Nusantara (GSN), KH Akhmad Khambali SE MM, dari awal salah satu hadits riwayat al-Bukhari.

Sejatinya amanah kepemimpinan itu, – ujar Kiai Akhmad Khambali – , sangatlah berat, karena di pundaknya diletakkan beban dan tanggung jawab tentang apa yang dikelolanya. Secara fitrah, setiap manusia mempunyai tanggung jawab sebagai pemimpin. Dimulai dari skala keluarga, seorang bapak akan menjadi imam atau pemimpin bagi keluarganya. Seorang ibu juga berperan sebagai manager operasional rumah tangga. Kemudian skala kepemimpinan meningkat di tingkat masyarakat, organisasi, perusahaan, hingga tatanan negara.

Seorang pemimpin yang berhasil membawa organisasinya sesuai visi dan misi, – lanjut Kiai Khambali – , biasanya adalah seorang pemimpin yang pintar memadukan perilaku pemimpin dan gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan seseorang atau gaya pemimpin merupakan cerminan dari karakteristiknya (perilaku pemimpin).

Bagaimana gambaran karakter seorang pemimpin yang baik?

Berikut enam gambaran karakter seorang pemimpin yang baik, sebagaimana dituturkan Kiai Khambali yang juga pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom, kepada media ini, Jumat, (05/04/2024), di Medan.

1. VISIONER

Seorang pemimpin yang baik, hendaknya mampu memandang jauh ke depan, ke arah organisasinya akan dibawa. Dengan berpegang pada visi organisasi, pemimpin akan menentukan langkah-langkah strategis apa saja yang akan dilakukan. Organisasi dengan pemimpin yang visioner, biasanya akan berada beberapa langkah di depan lebih maju dibandingkan dengan organisasi lainnya.

2. SIAP TERHADAP PERUBAHAN 

Setiap era kepemimpinan pasti harus bersiap menghadapi perubahan, yang datang dari dalam, maupun dari luar organisasi. Seorang pemimpin harus mampu menyesuaikan diri terhadap segala perubahan. Jika tidak siap, maka keberlangsungan organisasi akan terancam. Misalnya, sebuah perusahaan yang kurang peka menangkap peluang dari media sosial sebagai ajang promosi, maka dia akan tertinggal jauh dengan kompetitornya yang aktif memanfaatkan media sosial.

3. MAMPU MENDESAIN ORGANISASI 

Pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk menentukan desain organisasi yang akan menunjang tercapainya visi. Dia harus memikirkan penempatan orang yang tepat pada bagian yang sesuai dengan kapasitasnya. Orang yang tepat di tempat yang tepat. Jangan sampai orang-orang yang tidak kompeten di bidangnya melakukan intervensi yang akan berakibat buruk terhadap organisasi. Justru orang yang “sok tahu” seperti ini bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran.

4. MEMILIKI INTEGRITAS YANG TINGGI 

Pemimpin yang berintegritas, berarti memiliki pribadi yang jujur dan berkarakter kuat. Dia juga selalu bersikap adil dan konsisten dalam menjaga nilai-nilai kebaikan.

5. MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ORGANISASI DARIPADA KEPENTINGAN PRIBADI

Saat menjabat sebagai pemimpin, kepentingan organisasi yang seharusnya didahulukan, bukan sebaliknya. Istilah “aji mumpung” sering memberikan godaan terbesar bagi pemimpin untuk menyalahgunakan wewenangnya, seperti menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri, berpura-pura, sewenang-wenang dan tidak adil terhadap anggota organisasi, ataupun bentuk penyelewengan lainnya.

6. MENGANGGAP KEPEMIMPINAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB

Saat seseorang menerima suatu jabatan, pada saat itulah dia siap untuk memikul tanggung jawab kepemimpinan. Pemimpin yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sepenuh hati, akan terlihat dari cara dia memimpin. Pemimpin yang baik akan memperlakukan jabatannya layaknya sebuah kursi panas, yang setiap saat harus berhati-hati, agar dirinya tidak ikut terbakar.

Pemimpin Amanah Suatu Keniscayaan Setiap pemimpin harus amanah dengan kepemimpinan yang diemban. Dia dituntut untuk menjalankan kepemimpinan sebaik mungkin dengan penuh rasa tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masihkah kita menemukan karakter pemimpin amanah saat ini? Mungkin sangat jarang kita temukan, tapi bukannya tidak ada.

Kondisi minimalnya, pemimpin yang benar-benar amanah, tidak boleh kita biarkan begitu saja. Setidaknya dimulai dari diri sendiri untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang kita pegang, apapun itu. Di dalam keluarga, kita juga berusaha untuk mencetak generasi-generasi penerus, yang memegang sikap amanah dalam kesehariannya.

“Niscaya suatu saat, pemimpin amanah tak hanya sebatas dirindukan”, cetus Kiai Khambali.

Menurut tokoh Santripreneur ini, pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah di pelupuk mata. Salah satunya di Provinsi Sumatera Utara yang penduduknya sangat heterogen dan multi etnis, serta lintas agama, juga akan mencari figur yang sesuai dengan paparan di atas.

“Berpijak dari hal tersebut, ada figur yang sesuai dengan penjelasan saya di atas, yaitu Bapak Nikson Nababan, Bupati Taput (Tapanuli Utara) dua periode, yang banyak membawa perubahan dan kemajuan Taput, secara fundamental dari segala hal dan kemajuan Taput sangat pesat di tangan Beliau”, ujar Kiai Khambali.

“Kita butuh Gubernur Sumut yang Clear Vision, dan selalu ada di garda terdepan di setiap gerak langkah pembangunan, dan salah satunya adalah figur seorang Bapak Nikson Nababan”, tutup Kyai Khambali.

(Reporter:Indra Matondang/Editor:Royziki Feriandi Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *