Pengacara 4 Tersangka Pemukulan Wartawan di Mandailing, Beberkan Beberapa Fakta Baru

Suaramedannews.com, Mandailing Natal – Kasus Pemukulan dan Penganiayaan oknum Wartawan JBL yang sempat viral beberapa waktu yang lalu di Kab Madina kembali mencuatkan fakta baru sebab musabab terjadinya insiden pemukulan tersebut.

Reza Nasution SH. Ketua BPPH (Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum) Pemuda Pancasila Kab Tapsel ini.

Ketua Tim Kuasa Hukum ke 4 tersangka yang saat ini sedang ditahan ditahanan Polda Sumatera Utara Reza Nasution, SH menguraikan berdasarkan bukti, BAP serta keterangan klien mereka ihwal terjadinya pemukulan tersebut setelah JBL mengucapkan “Kan jadi di pake ketuamu kau karna selama ini kutengok kau tak terpake” dan diduga kuat korban melakukan pemerasan dengan permintaan sejumlah uang yang angkanya sangat fantastis dan ngeri serta korban juga dinilai mengejek pelaku.

Kronologi kejadian, lanjut Reza saat Temu Pers selasa (22/3/2022)

berdasarkan keterangan klien mereka di BAP, bahwa pada hari Jumat/04 Maret 2002 pukul 19.15 pelaku AW bertemu JBL di LOPO Mandailing Coffe. Dan pertemuan tersebut adalah inisiatif sendiri dari AW.

Korban (JBL) dan pelaku (AW) memang telah lama berteman dan sudah biasa bertemu serta berkomunikasi. Saat itu korban menyampaikan kepada pelaku AW untuk menyampaikan pesan kepada seseorang teman AW untuk memperhatikan korban dan 8 orang temannya.

Perhatian tersebut berupa permintaan uang dengan nada memaksa, angka 30 juta per orang dikali 4 orang di Madina, dan untuk rekan mereka yang 5 orang lagi di Medan harus lebih dari angka 30 juta. Bisa menembus angka 50 juta kata korban.

Alasan korban, karna lebih susah mengurus rekan dia yang 5 orang antara permainan Medan dengan Madina. Jumlah yang harus diamankan, kata korban berjumlah 9 orang.

Saat itu pelaku sempat mengatakan ‘ngeri ya’ kepada korban, karna tercengang dengan permintaan uang dalam jumlah sangat besar tersebut.

Pada saat kejadian, korban sebelumnya juga sempat melakukan komunikasi dengan seseorang perempuan (Y) via telpon genggam pelaku. Pengakuan korban bahwa (Y) diketahui adalah aktivis ormas/LSM di Medan. JBL dan (Y) berkomunikasi untuk membicarakan masalah angka yang harus disediakan oleh pelaku, yang disebut sebagai perwakilan oleh korban.

Kemudian korban pun mengatakan kepada AW dengan nada mengejek

“kan jadi dipake ketuamu kau, selama ini ku tengok kau tak terpake”.Jelas reza menirukan perkataan korban

Karna perkataan tersebut pelaku merasa tersinggung dan spontanitas meninju muka korban. Kemudian pelaku berlari ke luar sambil berteriak bahwa JBL itu pemeras serta dengan nada memaksa minta uang 30 juta perorang.

“Sebetulnya kita telah lama mengetahui motif dugaan kuat pemerasan dibalik kejadian ini. Tapi kita masih menunggu moment yang tepat untuk mempublish” pungkas Reza

Lanjut, Fakta ini harus kami ungkap untuk meluruskan kronologis dan fakta yang sebenarnya, terkait insiden tersebut ” ujar Reza dari Law Offices BARRA & ASSOCIATES ini.

Lanjutnya lagi, Reza juga membeberkan, bahwa pihaknya banyak mengantongi bukti lain seperti isi rekaman pembicaraan, saksi dan lain-lain dan pada saatnya nanti akan dibeberkan ke publik dan dihadapan aparat penegak hukum.

Saat ini kata Reza, kasus tersebut telah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Sumut dan pihaknya mengapresiasi kinerja Polri yang telah maksimal dan profesional menangani kasus ini.

Reza juga meminta kepada seluruh pihak untuk jangan berspekulasi liar dan berandai-andai dalam kasus hukum ini.

“Marilah kita percayakan sepenuhnya kepada aparat untuk menangani persoalan ini secara adil. Kita juga meminta kepada Poldasu untuk mendalami motif dugaan kuat pemerasan dengan modus pengamanan pers ini, karena hal ini telah mencoreng profesi mulia para insan pers serta dunia pers/ jurnalis secara keseluruhan” Pinta Reza

Reza juga meminta untuk insan Pers harus lebih arif menyikapi permasalahan yang terjadi.

“Rekan-rekan pers juga kita minta harus lebih arif menyikapi hal ini serta jangan mau terjebak, diseret untuk memuaskan ambisi kepentingan pribadi tertentu.” tegas Reza.

Atas nama ke 4 tersangka, Reza juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas kejadian ini, namun dia meminta agar persoalan ini bisa dilihat secara utuh dan objektif, dengan menanggalkan sentimen, tendensius dan sudut pandang yang subjektif.

Baca juga : Pelaku Penganiayaan Wartawan di Madina di Buru Poldasu 

“Kita meminta kepada seluruh pihak jangan memperkeruh suasana. Persoalan ini jangan dipolitisir dan didramatisir. Mari kita coolling down serta menjaga suasana tetap kondusif, tenang dan sejuk. Kita percayakan kepada aparat untuk penegakan supremasi hukum dalam kasus ini” ujar Ketua BPPH (Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum) Pemuda Pancasila Kab Tapsel ini.

Reza juga meminta dengan hormat kepada rekan-rekan pers, untuk tetap menyajikan pemberitaan yang sehat dan berimbang serta independen, profesional, proporsional menyikapi persoalan ini serta tetap memberikan edukasi dan pencerdasan publik dengan merujuk kaedah jurnalistik yang berlaku.

(Penulis:Suhartono / editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.