Pengawas SPBU 14.284.135 Sumber Sari Catut Nama Wartawan dan Aparat Penegak Hukum Agar Pungli Bisa Berjalan Mulus

Suaramedannews.com, Topung – Guna untuk mempermulus langkah penjualan BBM Bersubsidi kepada Toke Ilegal BBM di daerah Kecamatan Tapung Hulu saat pengisian di SPBU 14.284.135 Sumber sari Pihak Pengawas selalu catut nama wartawan dan Penegak Hukum menerima setoran yang direkam oleh wartawan saat diwawancarai

Pengawas Stasiun Bahan Bakar Minyak (SBBM) 14.284.135.di Desa sumber sari kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Riau melakukan penjualan dengan memakai Jerigen bisa mencapai kurang kebih 2000 Liter per malam lain pada siang hari.

Dari Jumlah penjualan BBM bersubsidi baik itu Solar maupun Pertalite pengawas SPBU No.14.284.135.melakukan pengutipan uang Rp.10.000,- sepuluh ribu rupiah per jerigennya dengan alasan untuk Wartawan dan untuk anggota aparat keamanan,disinggung berapa untuk aparat keamanan Rp 200.000, dan untuk manager Rp.50.000/orang toke Pembeli BBM tersebut,ulas pengawas SPBU itu,

Kalau kita merujuk dari kejadian pihak aparat penegak Hukum ada dua orang satu di antaranya yang menggunakan marga Manurung (Diduga Warga Desa Danau Lancang) sampai hari ini bersetatus DPO dan 2. Agus Susilo (Pekerja SPBU Sumber Sari).juga berstatus DPO,sesuai isi BAP di kejaksaan mungkinkah kedua orang ini tidak bisa di ketahui oleh aparat dimana persembunyiannya,tak masuk akal tetapi diduga karena adanya uang pengamanan Rp. 200.000/toke BBM sesuai isi dalam rekaman wartawan ini,sehingga yang Muncul adalah DPO.

Dari hasil pantauan awak media baru baru ini di lokasi SPBU 14.284.135 Desa Sumber sari Kecamatan Tapung Hulu ini di sengaja dibiarkan oleh pihak Polsek Tapung Hulu karena yang toke BBM bersubsidi di duga ilegal tersebut juga kebanyakan adalah keluarga aparat yang bertugas di daerah kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Wartawan yang disebut didalam rekaman itu mendapat upeti dari SPBU 14.284.135,yang di konfirmasi media ini di rumahnya di tanggal 01 Desember 2022, sehubungan adanya namanya tercatut di dalam rekaman itu menerima upeti perbulannya,sang kulitinta itu membantah apa yang di sampaikan dalam rekaman adalah pitnah karena saya sendiri tidak kenal dengan manager SPBU itu,dan bahkan saya sudah datangi pihak SPBU tidak bisa membuktikan apa yang di ucapkan pengawas tersebut,terang kuli tinta itu.

Para pengemudi yang melintas di Jalan lintas Petapahan Simpang TB kebupaten rokan hulu meminta kepada Bapak Kapolri dan Kapolda riau agar menertibkan penjualan BBM Bersubsidi di setiao Setasiun Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di riau Khususnya di Kecamatan Tapung dan Tapung Hulu.

(Reporter:Afrizal Nasution/Editor:Fery Sinaga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *