Peringatan Hari Ulos di Kab.Samosir, 17 Oktober 2022, akan Menempuh Jarak 32 Km

Suaramedannews.com, Samosir – Peringatan Hari Ulos yang akan diselenggarakan pada 17 Oktober 2022 yang dipusatkan di Perkampungan Si Raja Batak Kabupaten Samosir, melewati dua Kecamatan. Minggu, (09/10/2022)

Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendy Naibaho Mantan Anggota DPRD Prov.Sumatera Utara 2 Periode yang juga saat ini sebagai Jurnalis, Pengamat Budaya dan Politikus.

Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, pada saat rapat Panitia Peringatan Hari Ulos Jumat (07/10) di hadapan Panitia Persiapan Hari Ulos.

Efendy Naibaho dengan sapaan akrabnya (Tulang Naibaho) juga berharap agar peringatan Hari Ulos yang jatuh pada 17 Oktober bisa ditetapkan pemerintah sebagai peringatan hari Nasional seperti Hari Batik.

” Saya sangat berharap kepada pemerintah bisa membuat hari ulos 17 Oktober menjadi hari Nasional seperti halnya hari Batik yang sudah ditetapkan sebagai hari Nasional. Kita tidak cemburu dengan Hari Batik yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai hari batik Nasional, tapi Ulos juga salah satu peninggalan leluhur Batak yang harus benar – benar dapat perhatian, agar generasi yang akan datang tau sejarah ulos ini dari mana”, jelasnya saat rapat Panitia Hari Ulos di Siogung-going, Pangururan.

Lanjut Naibaho, diminta agar seluruh panitia yang sudah disusun bisa berkerja maksimal demi keberhasilan kegiatan Peringatan Hari Ulos, ” Kalau tidak bisa menjadi yang terbaik, setidaknya cobalah menjadi baik “, tutupnya

Ketua Panitia Peringatan Hari Ulos Sinta MAULY Agnes Tamba, SH, MKn Yang juga Notaris dan PPAT Kabupaten Samosir

Hal senada disampaikan Ketua Panitia Peringatan Hari Ulos Sinta MAULY Agnes Tamba, SH, MKn yang juga bertugas sehari – hari sebagai Notaris dan PPAT Kabupaten Samosir sangat optimis kegiatan Peringatan Hari Ulos yang akan dilaksanakan 17 Oktober 2022 nanti bisa berlangsung dengan baik juga bisa kelak meraih rekor MURI dan ditetapkan oleh pemerintah kalau 17 Oktober sebagai hari Ulos Nasional seperti hari Batik.

” Saya merasa sangat optimis kegiatan ini pasti berhasil, karena kita semua Panitia dan khususnya masyarakat yang mencintai peninggalan leluhur kita yaitu Ulos, pasti bisa bersinergi untuk mengadakan kegiatan ini, jadi marilah kita bersama bergandeng tangan untuk melestarikan Ulos sebagai salah satu peninggalan benda bersejarah yang di tinggalkan leluhur kita sedangkan untuk 17 Oktober sebagai hari Ulos Nasional setiap tahunnya masih perlu kajian dari Akademisi, Pemerintah dan narasumber yang dapat dipercaya “, jelasnya

Lanjut Sinta MAULY Agnes Tamba, SH, MKn yang di sapa akrabnya (Sinta) juga berharap dengan diadakannya Peringatan Hari Ulos 17 Oktober bisa mengenalkan ulos lebih luas lagi kepada Dunia terkhusus Masyarakat Indonesia, setidaknya kelak bisa meningkatkan penghasilan perajin ulos kedepannya.

DR drh R Wendeilyna Simarmata, MSi

Di tempat yang sama DR drh R Wendeilyna Simarmata MSi, berharap agar kelak perajin ulos bisa lebih menjadi perhatian pemerintah kedepannya.

” Saya sangat berharap agar kelak semua perajin ulos khususnya di Pulau Samosir bisa lebih diperhatian pemerintah setidaknya bisa membantu mereka untuk memasarkan ulos mereka ke Dunia”, harapnya

Wendeilyna sangat miris dengan penghasilan yang dihasilkan perajin ulos. ” Kalau masyarakat beli Ulos langsung ke perajinnya itu harganya kurang lebih Rp.300,000,- s/d 400,000,- tapi kalau masyarakat membeli ke toko harga bisa mencapai Rp.800.000,- bahkan bisa lebih dari itu.

Di sini bisa kita bayangkan selisih harga dan jerih payah perajin ulos yang harus membuat satu ulos itu bisa berhari – hari bahkan bisa sampai berminggu – minggu lamanya tidak setimpal dengan apa yang mereka buat “, cetusnya.

Ia juga meminta agar peranan Menteri Perindustrian dan Perdagangan bisa lebih bersinergi untuk membantu mereka memasarkan produk yang dihasilkan mereka, kalau bisa jangan lagi mereka menjual ke toke – toke tapi langsung ditampung pemerintah khususnya yang menangani UMKM”. Cetusnya

lanjutnya, Wendy Simarmata, meminta agar instansi terkait yaitu dinas UMKM & Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir bersinergi dan lebih gerak cepat (gercep) dalam melakukan pembinaan SDM Partonun, membantu pemasaran dengan cara membentuk Koperasi sehingga hasil jual nya bisa dirasakan langsung oleh partonun untuk kesejahteraannya. Tutupnya

Sebelumnya Ketua Yayasan Pusuk Buhit Menyampaikan rute yang akan dilalui oleh peserta yang mengikuti peringatan Hari Ulos 17 Oktober 2022 yang akan melewati dua Kecamatan akan menempuh kurang lebih jarak 32 Km.

Berikut wacana daftar rute yang akan dilalui :

– Perkampungan Si Raja Batak, Sigulatti

– Limbong

– Sianjurmulamula

– Batu Hobon

– Sarimarihit

– Batu Sawan

– Desa Sipitudai

– Simpang Limbong

– PLTA

– Boho

– Simarsasar

– Air Terjun

– Batu Hapur

– Tanjung Bunga

– Huta Sigalingging

– Huta Sinurat

– Lumban Buntu

– Oinda

– Simangonding

– Jelurahan Siogung-ogung

– Simpang Tolu Aek Rangat

– Tano Ponggol terusan dan jembatan layang

– Hutaparik

– Batu gajah

– Aek rangat

– Got spring

– Geosite Aek Rangat

– Simullop

– Pandulangan

– Simpang Huta Ginjang

– Desa Siboro

– Sagala

– Desa Ginolat

– Kantor Camat Sianjurmula2

– Perkampungan Si Raja Batak

– Sigulatti

– Kawasan Pusat Informasi Geopark Caldera Toba.

Kerajinan Ulos dari Siantar pimpinan Boru Sitanggang kini bekerja keras menyiapkan 700 meter ulos tenunan tangan yang nantinya akan diarak keliling Pusuk Buhit.(*)

(Penulis:Fery Sinaga/Editor:Ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *