Exif_JPEG_420

Peringatan Hari Ulos Nasional, Ulos 700 Meter di Arak Keliling Pusuk Buhit, Sudah Terdaftar di Rekor Muri

 

Ketua Panitia Sinta Mauly Agnes Tamba, SH, M.Kn (Kanan) Mendampingi Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho (Kiri) (dok.Royziki Feriandi Sinaga)

Suaramedannews.com, Samosir – Ulos merupakan mahakarya Indonesia yang berasal dari salah satu peradaban tertua di Asia sejak 4.000 tahun lalu, yaitu kebudayaan Batak.

Bahkan, diketahui ulos telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil.

Kain tradisional ini merupakan simbol adat yang dinilai sakral, dan digunakan oleh orang Batak saat upacara adat, pernikahan, hingga kematian.

Untuk menghargai dan mempertahankan peninggalan leluhur Batak salah satunya Ulos, Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho mengambil inisiatif untuk membuat acara Peringatan Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2022 di Perkampungan Si Raja Batak, Sigulatti, Sianjurmula-mula, Kab.Samosir, Sumatera Utara, yang sebelumnya juga pernah dibuat acara serupa ditempat lain.

Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho, Saat memberi kata sambutan Pembukaan Peringatan Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2022 di Perkampungan Si Raja Batak. (dok:Royziki Feriandi Sinaga)

Dalam sambutannya Efendy Naibaho mengatakan mengapa hari ulos penting ditetapkan sebagai Hari Ulos Nasional, agar di hari itu, sekolah, Pemkab dan yang lainnya, bisa merayakannya.Senin (17/10/2022)

Sebelumnya Efendy Naibaho yang juga Ketua Yayasan Pusuk Buhit sudah pernah menyurati Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan beberapa lembaga terkait agar 17 Oktober dijadikan sebagai Hari Ulos Nasional.

” Memang kita pun tak tahu kapan Ulos pertama sekali ada di Tanah Batak, Penetapan 17 Oktober itu kita ajukan sebagai Hari Ulos karena di hari itu ada keputusan pemerintah menetapkan 7 warisan budaya tak benda sebagai warisan budaya termasuk Ulos”, Jelas Efendy Naibaho.

Ditempat yang sama Ketua Panitia Sinta Mauly Agnes Tamba, SH, M.Kn dalam sambutannya mengatakan tujuan dari Peringatan Hari Ulos untuk menggali nilai-nilai budaya batak.

Ketua Panitia Peringatan Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2022, Saat memberi Kata Sambutan. (dok:Royziki Feriandi Sinaga)

“ Hari ini kita melakukan arak-arakan ulos sepanjang 700 meter yang dibuat Kyan Ulos dari Siantar. Ulos ini dibawa keliling pusuk buhit sejauh 32 km. Kegiatan ini mendapat dukungan berbagai pihak mulai dari OKP Pemuda Pancasila (PP), Pemuda Batak Bersatu (PBB), Pemuda Kebangkitan Nasional (PKN) dan Pelajar SMPN 1, SMAN 1 Sianjurmula-mula dibantu Polres Samosir juga TNI ” terangnya.

Sejumlah Pelajar SMPN 1 dan SMAN 1 Sianjurmula-mula saat ikut berjalan membawa ulos 700 Meter mengelilingi Sigulatti.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)
Ketua DPC Pemuda Pancasila Samosir Punguan Situmorang ikut serta membentangkan Ulos 700 Meter.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)
Mahasiswi KKN Temati UNIKA dan OKP Pemuda Pancasila Saat membentangkan Ulos 700 Meter.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)
Pelepasan Peserta mengarak Ulos 700 Meter mengelilingi Sigulatti.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)
Pesrta parade Peringatan Hari Ulos Nasional 2022 saat berjalan mengelilingi Gunung Pusuk Buhit.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)

Lanjut, Sinta Mauly sangat mengapresiasi Kyan Ulos yang telah berhasil menyiapkan ulos terpanjang di dunia tersebut.

“Ulos 700 meter ini sudah terdaftar di MURI. Namun hari ini kita masih fokus untuk acara saat ini. Rencanya program kedua, baru fokus ke MURI karena ada beberapa hal yang dilengkapi. Yang jelas kita sudah terdaftar,” Ucapnya

Lanjutnya, selain melestarikaan budaya batak kegiatan tersebut juga untuk meminta kepada Pemerintah agar 17 Oktober dijadikan sebagai Hari Ulos Nasional. Serta ulos juga diusulkan agar menjadi warisan budaya tak benda dunia ke UNESCO.

(Dok:Royziki Feriandi Sinaga)
(dok:Royziki Feriandi Sinaga)
(dok:Royziki Feriandi Sinaga)
(dok:Royziki Feriandi Sinaga)
(dok:Royziki Feriandi Sinaga)

Tampak hadir dalam Peringatan Hari Ulos Nasional 17 Oktober 2022 Bupati Samosir yang diwakili Oleh Asisten III Waston Simbolon, Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH, Wakapolres Samosir Kompol T.M.Lumbantobing,S.H,M.H, Kabagops Polres Samosir Kompol Lengkap Suherman Siregar, Ketua Yayasan Pusuk Buhit Effendi Naibaho, Ketua Panitia Sinta Mauli Agnes Tamba SH, M.kn, Sekertaris Panitia Royziki Feriandi Sinaga, Para Pimpinan OPD Kabupaten Samosir, Tim Bupati Percepatan Pembangunan bagian Sosial Budaya Kabupaten Samosir Pahala Tua Simbolon , Ketua DPC Pemuda Pancasila Samosir Punguan Situmorang, Personil Polres Samosir dan Anggota DPC Pemuda Pancasila Kabupaten Samosir, Penasehat PAC PBB Sianjur Mula-Mula M Limbong didampingi Ketua Fredys M Limbong dan Anggota, serta Ketua Harian PKN.

(Dok:Royziki Feriandi Sinaga)

Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon SH MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur karena setelah 3 tahun pandemi Covid-19, akhirnya bisa terlaksana perayaan ulos.

“Setelah sekian lamanya pandemi Covid 19 akhirnya kita kembali melaksanakan kegiatan-kegiatan dikabupaten yang kita cintai ini,”ujarnya

Lanjut, orang nomor satu di Polres Samosir ini mengatakan “mengapresiasi perayaan Hari Ulos Nasional tahun 2022 saat ini di Kab.Samosir ditambah lagi adanya pawai ulos sepanjang 700 meter, ini merupakan salah satu bentuk dukungan ditetapkannya Kawasan Danau Toba sebagai kawasan Pariwisata Super Prioritas,” Jelasnya

Lanjutnya, Kapolres meminta agar pelaksanaan hari ulos jangan hanya simbol atau caremonial saja, namun menjadi bentuk kecintaan kita terhadap Budaya batak.

“Kami dari Polres Samosir merencanakan Pakaian setiap hari Sabtu dari Motif Ulos seperti Pemakaian Batik yang sudah terlaksana setiap jumat, Jadi jangan hanya seremonial saja,”ucap Kapolres.

” Saya mengajak seluruh panitia hari ulos agar nantinya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2022 dikabupaten Samosir melakukan kegiatan atau mengambil tema ulos seperti ini,”pintanya.

” kami dari Polres Samosir siap kalau untuk kemajuan pembangunan dan budaya Kabupaten Samosir, namun perlu kiranya kita amplifikasi / mensosialisasikan baik dari pemerintah desa,Forkopimca, forkopimda dan seluruh stake Holder terkait agar kedepan Kabupaten Samosir terkenal dengan Ulosnya, ujarnya lagi.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas UNIKA saat berfoto bersama Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Ketua Panitia, Kyan Ulos dan Ketua Harian PKN. (dok.Mahasiswa UNIKA)

Owner Kyan Ulos Siantar, Fony Sitanggang mengatakan pembuatan ulos sepanjang 700 Meter tersebut memakan waktu 5 hari.

Owner Kyan Ulos Siantar, Fony Sitanggang pemilik Ulos Sepanjang 700 Meter (Kanan) Sekretaris Panitia Royziki Feriandi Sinaga (Kiri).(dok.Mahasiswa KKN UNIKA)

Fony Sitanggang yang juga penerima penghargaan Siddhakarya Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Paramakarya Tingkat Nasional ini menjelaskan bahwa selain ingin melestarikan ulos sebagai warisan budaya Indonesia, pastinya, hal ini bisa meningkatkan ekonomi para penenun. Khususnya para ibu rumah tangga yang bisa membantu perekonomian keluarganya.

Owner Kyan Ulos Siantar, Fony Sitanggang Pemilik Ulos 700 Meter, Terpanjang di Dunia saat memberi kata sambutan.(dok.Royziki Feriandi Sinaga)

“Waktu pembuatan ulos ini hanya 5 minggu menggunakan tenaga profesional,” Jelas Fony Sitanggang.

Fony menjelaskan bahwa ulos memiliki makna yang sangat tinggi nilainya dan tidak dapat dipisahkan dari siklus kehidupan orang Batak. Mulai dari masih di dalam kandungan, saat kelahiran, menikah dan pada saatnya dipanggil kembali oleh Sang Maha Kuasa.

Sekedar diketahui Kyan Ulos merupakan UKM yang bergerak dibidang tenun ulos hingga butik bernuansa budaya batak pertama di Siantar, mulai dari jas, kemeja hingga asesoris bernuansa ulos batak.

Dalam Kegiatan Peringatan Hari Ulos 17 Oktober 2022 panitia juga dibantu Mahasiswa KKN Tematik dari Universita UNIKA Medan yang berjumlah 17 orang yang tersebar di beberapa Desa/Kelurahan.

Desa Si Ogung Ogung

1. Tresia Sartika Dety Lumbantoruan

2. Putri Handini Tambunan

3. Patrick Rinaldi Tarigan

4. Andre Michael Manurung

5. Andre Hesekiel Manik

6. Jodie Daniel Manik

7. Fransiskus Waruwu

8. Junpitri. R. Gultom

Desa Situngkir

1. FIDERMAN NDRURU

2.REFLIN DEO SIHALOHO

3.MARTIN ALVARES SITOHANG

4.MESI SEKHI HIA

5.JESIKA ERLIANA GULTOM

6.SESILIA ANGELINA SKOLASTIKA SITANGGANG

7.RAMAYANA SITANGGANG

Desa Huta Raja

1. Jutan Hia

2. Sr Sr.Sensiana Scmm

Seluruh Mahasiswa KKN Tematik Unika sangat mendukung agar pemerintah segera menetapkan Hari Ulos.

” Terimakasih untuk semua Panitia Peringatan hari ulos dan kami sangat berharap agar pemerintah bisa menetapkan Hari Ulos sebagai hari Nasional”.Selasa (18 Oktober 2022 )

(Penulis:Fery Sinaga/Editor:Indra Matondang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *