Perkuat Solidaritas, Wakapolri, Gubernur, Kapolda dan sejumlah tokoh Berkurban di Pondok Persulukan Tuan Guru Batak

suaramedannews.com,Simalungun — Untuk memperkuat solidaritas, Wakapolri yang sebelumnya menjabat sebagai Kabareskrim Polri Komjend Pol Agus Andrianto, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra S, MSi, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga.

Selanjutnya, Ketua Komisi II Dr Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Anggota Komisi III Haji Dr Novri Aritonang, Stafsus Menham RI Sabam Rajagukguk, Tokoh Nasional Dr Rahmat Shah, Tokoh Sumut Dr JR Saragih, anggota DPRD Sumut Mangapul Purba dan sejumlah tokoh lainnya kembali berqurban di Pondok Persulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam Simalungun.

Pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1444 H / 2023 M sebagaimana lajimnya banyak tokoh yang berqurban di pondok ini. Tapi tahun ini semakin banyak tokoh bahkan Bapak Wakapolri yang sebelum menjabat Kabareksrim Polri memberikan bantuan 2 ekor hewan kurban untuk dipotong di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun yang didirikan oleh Al-Arif Billah Syekh Abdurrahman Rajaguguk Al Khaliy Naqsyabandi Qs, di Desa Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduan Kabupaten Simalungun.

Grand mursyid dan pimpinan Pondok Parsulukan Serambi Babussalam Simalungun, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh H Dr Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk MA, mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh atas bantuan hewan kurban kepada masyarakat muslim Simalungun melalui pondok parsulukan yang dipimpinnya.

“Setiap bulan haji, banyak jemaah suluk berdatangan ke pondok kita ini. Ditambah lagi masyarakat luar, baik muslim maupun non muslim. Kita mendistribusikan daging hewan kurban kepada masyarakat yang mereka hadir dengan suka rela ke pondok kita ini. Gerakan kurban ini adalah gerakan memperkuat solidaritas,” ujar TGB Ahmad Sabban kepada wartawan, Kamis (29/6/2023).

Lebih lanjut dikatakan, atas nama panitia kurban keluarga besar pondok persulukan, menghaturkan terimakasih atas pemberian kurbannya. Tuan Guru Batak (TGB) menegaskan bahwa kurban adalah simbol kemuliaan kemanusiaan tertinggi.

Kurban sangat bermanfaat untuk kemanusiaan, persaudaraan umat dan persatuan bangsa. Dipondok persulukan ini, daging kurban juga dibagikan kepada saudara-saudara non muslim untuk sebuah ijtihad dan empati sosial karena pondok persulukan sangat berdampingan dengan masyarakat heterogen. Disisi lain, sebuah penegasan bahwa pondok persulukan hadir sebagai rumah persaudaraan dan kerukunan.

“Dengan hikmah kurban, mari kita rajut silaturrahmi kemanusiaan dan persatuan bangsa kita,” tutup Tuan Guru Batak yang kerap dikujungi para tokoh ini. (hs)

( Reporter:Anto/Editor:Supriadi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *