Pj Bupati Kampar Dampingi Masyarakat Danau Lancang Mediasi dengan Pemprov Riau terkait Permasalahan Lahan dengan PT SAM II

Suaramedannews.com, Pekanbaru Riau – Pj Bupati Kampar Dr.H.Kamsol.MM ikut mendampingi masyarakat Danau Lancang dalam memediasi dan memfasilitasi masyrakat Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar terkait dengan Permasalahan terkait dengan lahan yang berada di kawasan PT Sumber Arum Makmur (SAM) II Tapung Hulu yang telah terjadi hampir 17 tahun tersebut.

Terhadap PT Subur Arum Makmur (SAM), yang diduga menggarap lahan perkebunan masyarakat Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar diluar Hak Guna Usaha (HGU). Masyarakat menuntut agar lahan mereka dapat dikembalikan kepada masyarakat, Lahan yang dituntut seluas 974 ha.

Dalam pesoalan ini masyarakat menuntut agar perusahaan melaksanakan kewajibannya membangun kebun masyarakat dengan pola KKPA 20 persen dari luas HGU. Tak hanya menuntuk soal KKPA, masyarakat juga menuntut lahan yang digarap perusahaan di luar HGU

Rapat penyelesaian ini telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Riau yang dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Kampar, Camat Tapung Hulu, Kepala Desa Danau Lancang, tokoh masyarakat dan para tokoh masyarakat dan Ninik Mamak, namun pada kesempatan tersebut pihak perusahaan atau yang mewakili tidak hadir pada pertemuan yang digelar diruang Kenanga Kantor Gubernur Riau tersebut, Kamis, (17/11/2022).

Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M. Si diwakili oleh Asisten I Setda Riau Masrul Kasmy menyatakan, pemerintah Provinsi Riau terus berupaya agar penyelesaian ini dapat segera dicarikan solusi, bersama dengan instansi terkait di Provinsi Riau Meminta agar mengkoordinasikan lagi dengan pihak-pihak yang berkaitan.

Dia juga meminta kepada Tim Pemerintah Kabupten Kampar agar duduk kembali dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan ini.

Selain Pj Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM hadir juga Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten I Setda Riau Masrul Kasmy, Kanwil BPN Provinsi Riau Asnawati.SH.M.Si, Asisten Adminstrai Umum Ir.Azwan, Kepala Dinas Perkebunan, Pertenakan dan Kesehatan Hewan Ir. Syahrizal, Kepala desa Danau Lancang Azirman serta tokoh masyrakat, Camat Tapung Hulu Wira Satra, Kabag Tapem Tengku Said Hidayat, S. STP,. Msi , KSP Brigjen Yanto mewakili masyrakat desa Danau Lancang Tapung Hulu.

Pj Bupati Kampar Dr.H.Kamsol.MM menyampaikan, saat ini banyak terjadi Permasalahan yang melibatkan perusahaan dan masyarakat dan ini menjadi perhatian pemerintah Pusat.

“Selain itu Pemerintah pusat juga terus melakukan verifikasi terhadap lahan perkebunan yang ada di seluruh Indonesia. Terhadap Permaslahan lahan kawasan maupun lahan yang diperuntukkan baik yang telah gunakan maupun belum digunakan,” kata Kamsol.

Diungkapkan Kamsol, Pemerintah Kabupaten Kampar akan membentuk tim terpadu yang beranggotakan pihak HPH, pihak Kepolisian, Pihak TNI dan Kejaksaan serta dari Pemerintah Kabupaten sendiri.

“Ini penting bagi kami Daerah walaupun ini bukan kewenangan Kabupaten atau Kota tetapi persoalan ini terletak di Kabupaten/Kota, ini banyak hak-hak masyarakat yang di rugikan apalagi tanah dan lahan yang ada di Kabupaten Kampar rata-rata tanah wilayah,” katanya.

Untuk itu, tambah Kamsol, penyelesaian sengketa lahan itu sendiri sulit siapa yang mesti bertanggung jawab apalagi terkait dengan kewenangan yang berada pada berbagai tingkatan, hingga menyelesaikan sampai ke Pusat, masyarakat menuntut hak mereka namun ada aturan-aturan seperti apa yang mereka tempuh, sehingga dengan tim ini mudah-mudahan bisa memfasilitasi persoalan yang ada, dimana ada persoalan yang bisa di selesaikan di tingkat Kabupaten ya kita selesaikan di Kabupaten, kalau persoalan ini di tingkat Provinsi misalnya menyangkut pengukuran di luar kawasan kita naikan di tingkat Provinsi, kalau di Kementerian maka kita selesaikan di tingkat Kementrian.

Diketahui juga bahwa banyak perubahan regulasi terkait dengan penetapan kawasan yang berbeda-beda, sebagai contoh ada perusahaan dengan HGU mereka sudah 30 tahun saat memperpanjang, ketika membuka lahan belum masuk di dalam kawasan namun setelah perusahaan sudah berdiri ada yang telah masuk di kawasan hutan, kejadian ini banyak yang terjadi dan ini merupakan ranah pusat.

“Oleh sebab itu terhadap laporan seperti ini, tim terpadu akan menindak lanjuti, dalam hal ini yang kita perjuangankan masyarakat Kabupaten Kampar maka bagi perusahaan yang tidak hadir kita serahkan kepada Provinsi Riau, Kabuapten Kampar siap apabila di undang Provinsi dalam mediasi dalam rangka penyelesaian untuk tertibnya laham yang ada di Desa Danau Lancang,” tutup Kamsol.

(Reporter:Afrizal Nasution/Editor:Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *