Polres Samosir Berta Stakeholder Lakukan Pemasangan Polis Line di Lokasi Penebangan Kayu Pinus Ilegal

Suaramedannews.com, Samosir – Kapolres Samosir AkBP Yogie Hardiman SH.SIK.MH beserta Stakeholder lainnya melaksanakan Peninjauan di Lokasi Perambahan Kayu Pinus tepatnya di Dolok Nipatil/Lopak-lopak Dusun II Desa Huta Ginjang Kec. Simanindo.Senin,(12/06/2023)

Peninjauan dilakukan dikarenakan adanya laporan masyarakat yang melihat ada kegiatan penebangan ilegal hutan kayu pinus yang dilakukan masyarakat untuk memperkaya diri sendiri.

Perlu di ketahui Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2021 tentang Daftar Usaha dan/atau kegiatan yang Wajib Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan Upaya Pementauan Lingkungan Hidup atau Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup pada Lampiran I dengan nomor KBLI 02111 disebutkan bahwasanya Kegiatan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu wajib menyusun dokumen lingkungan yaitu Dokumen AMDAL.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KPH XIII Dolok Sanggul Bernhard Purba, Kabid Penataan Pegelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Dinas Lingkungan hidup Kab. Samosir Royson Sihaloho, Kepala Seksi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPH XIII Dolok Sanggul T. Sinurat, Kabag Ops Polres Samosir Kompol M. Hasan SH.MH, Kasat Intelkam Polres Samosir AKP Liber Marpaung, Kapolsek Simanindo AKP Nandi Butar-butar SH, Mewakili Danramil 01 Simanindo Peltu W. Sidabutar, Sekcam Simanindo Belman Sidabuke, Kades Huta Ginjang Rinsan Situmorang, Personil Polres Samosir dan Polsek Simanindo.

Setibanya di Lokasi Perambahan Kayu Pinus tepatnya di Dolok Nipatil/Lopak-lopak Dusun II Desa Huta Ginjang Kec. Simanindo, tidak ditemukannya aktifitas masyarakat maupun alat berat yang beroperasi.

Sesuai hasil pemeriksaan titik koordinat dari Dinas Kehutanan Prov. Sumut UPT KPH wilayah XIII Dolok Sanggul (2°36’47.2″ N, 98°52’47.6″ E), menyatakan bahwa kawasan Perambahan Pohon Pinus tepatnya di Dolok Nipatil/Lopak-lopak Dusun II Desa Huta Ginjang Kec. Simanindo tersebut Diluar Kawasan Hutan Lindung melainkan Arel Penggunaan Lain (APL).

Selanjutnya Personil Polres Samosir didampingi Stakeholder terkait melakukan pemasangan Police Line di lokasi Perambahan Kayu Pinus yang dimaksud Kegiatan pemasangan Police Line tersebut dilakukan berdasarkan adanya Pengaduan Masyarakat melalui Pemerintah Desa Huta Ginjang ke Kantor Polres Samosir terkait Perambahan Pohon Pinus yang dilakukan oleh Sdra Maruli Manat Situmorang, dan kawan-kawan.

Mengingat lokasi penebangan pada kemiringan 60-70 Derajat dapat mengakibatkan bencana alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Desa Huta Ginjang sehingga dapat membahayakan sebanyak 51 (lima puluh satu) unit rumah dan 1 (satu) Sekolah Dasar Negeri yang berada dibawah lokasi penebangan kayu pinus tersebut.

Karena mengandung resiko mengancam jiwa manusia Kapolres Samosir beserta Stakeholder lainnya melakukan peringatan berupa larangan dan himbauan kepada Sdra Maruli Manat Situmorang beserta keluarganya untuk tidak melakukan Penebangan Pohon Pinus di lokasi Dolok Nipatil/Lopak-lopak Dusun II Desa Huta Ginjang, mengingat dampak yang ditimbulkan dapat membahayakan masyarakat yang ada disekitaran lokasi penebangan pohon serta mengingat saat ini lokasi tersebut belum memiliki sertifikat kepemilikan lahan yang telah dikonfirmasi Kades Huta Ginjang, Dan hasil pemeriksaan lapangan telah disampaikan kepada Kepala Kepolisian Resor Samosir dengan Nomor Surat 660/776a/DISLINGKUP/XI/2022 tanggal 30 November 2022. Serta membuat video pernyataan untuk tidak melakukan penebangan Pohon Pinus.

Menindaklanjuti hal tersebut diatas, diminta agar Sdr. menghentikan sementara seluruh kegiatan dan/atau aktifitas pekerjaan sampai dipenuhinya persyaratan perizinan sesuai peraturan yang berlaku.

Ditempat lain Sekira pukul 13.00 wib tepatnya di simpang empat Gereja HKBP Bolon Pangururan Kec. Pangururan Kabupaten Samosir, Personil Sat Reskrim Polres Samosir mengamankan sebanyak 4 Orang Pria yang bernama (WS) Operator Alat berat, (LH) Supir Truck, (MS) Kernek supir Truck dan bermarga Manalu.

Dari keterangan Kasi Humas Polres Samosir Brigadir Vandu.P Marpaung ke-4 orang pria tersebut sedang mengendarai 1 unit Truk Trado dengan No Pol BH 8785 MU yang sedang mengangkut 1 unit alat berat jenis Excavator merek Komatsu berwarna kuning yang diduga berasal dari lokasi Perambahan Pohon Pinus di Dolok Nipatil/Lopak-lopak Dusun II Desa Huta Ginjang Kec. Simanindo.

Dari keterangan (Ws) Operator Alat berat mengatakan 1 unit alat berat jenis Excavator pengapit kayu merek Komatsu berwarna kuning adalah milik Marga Hutagalung yang beralamat di Kabupaten Tapanuli Utara, sedangkan 1 unit Truk Trado dengan No Pol BH 8785 MU adalah milik CV. Panalaksak dipekerjakan oleh (As) selaku pengusaha kayu.

Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Lingkungan hidup telah memberikan surat kepada pengelola lokasi yakni Yth. Sdr. Maringan Sitanggang Nomor:660/ 488 /DISLINGKUP/VI/2023 tgl 12 Juni 2023.

(Reporter:Fery Sinaga/Editor:Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *