Pusat Zakat Umat LAZ PERSIS Selenggarakan Fundraising

suaramedannews.com,Medan- Dalam sebuah lembaga melaksanakan peningkatan kapasitas dan skill anggota, relawan adalah suatu keniscayaan, sangat lumrah dilakukan bahkan wajib dilakukan secara berkala untuk upgrading mutu dan ketrampilan para anggota.

Dalam Musyawarah Kerja Nasional Pusat Zakat Umat berganti nama menjadi LAZ PERSIS sesuai dengan nama sewaktu pendirian lembaga ini.

Tentu dengan bergantinya nama perlu dilaksanakan sosialisasi dan upgrading kepada anggota, Relawan dan amilin, bertempat di Sekretariat Jalan Gagak Hitam Ring Road No. 1 D diselenggarakan pelatihan Fundraising dan upgrading amilin pada Senin, 13 Februari 2023.

Sambutan sekaligus pemateri pertama Kepala LazPersis Sumatera Utara, Ir. Tauhid Ichyar, MT menyampaikan materi tentang Kepatuhan Syariah (Sharia Compliance) Perzakatan.

Syariah secara agama merupakan aturan ilahi yang tetap terjaga, mengatur seluruh urusan kehidupan.

Sedangkan zakat ujar Tauhid “Adalah sebuah nama untuk ukuran tertentu dari harta tertentu yang wajib dibagikan kepada golongan (asnaf) tertentu, (sesuai) dengan syarat-syarat tertentu.

Kepatuhan Syariah (Sharia Compliance) merupakan prinsip-prinsip islam, aturan syariah, dan tradisinya dalam transaksi keuangan dan bisnis lain yang terkait.

Dimana budaya kepatuhan adalah nilai, perilaku dan tindakan yang mendukung terciptanya kepatuhan terhadap seluruh ketentuanyang berlaku.

Kepatuhan secara konsisten telah menjadikan syariah sebagai kerangka kerja bagi sistem lembaga syariah dalam alokasi sumberdaya, manajemen, produksi, aktivasi dan distribusi kekayaan, ” ujar Tauhid ichyar.

Sebelumnya PZU atau LazPersis telah menyalurkan santunan kepada anak-anak muslim yang membutuhkan sentuhan lembaga PZU.

Senada dengan Kepala LazPersis, Lukmanul Hakim mengatakan lembaga zakat maupun perbankan syariah merupakan satu kesatuan yang integral dalam lingkup ekonomi syariah.

Walau keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam berbagai aspek, namun keduanya mempunyai persamaan dalam hal mengumpulkan dana publik, mengelola dana publik dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka mendukung jalannya sistem perekonomian,” kata Lukmanul Hakim dihadapan para peserta pelatihan Fundraising.

Sementara Dewan Pengawas LAZ PERSIS, abdul Aziz menyampaikan materi:

Disiplin dan Mental Pemenang.

Hidup adalah perjuangan dan pengorbanan, perjuangan untuk mendapatkan kesuksesan dunia akhirat.

Tidak ada orang sukses tanpa perjuangan.

Dijelaskan seorang Bruno Serato, juru masak terkenal di California Amerika Serikat, beliau berasal dari imigran Italy dididik oleh ibunya Caterina dengan disiplin dan kerja keras.

Kini ia memiliki beberapa restoran kelas dunia di beberapa negara.

 

Peran ibunya yang tidak pernah dia lupa untuk memberi makan 2000 anak miskin setiap har agar usahanya berkah.

 

Satu lagi kisah Sulaiman ibn Abdul Aziz al-Rajhi warga negara Arab Saudi kelahiran tahun 1929.

Ia berasal dari keluarga miskin, sehingga hanya menamatkan pendidikan Sekolah Dasar.

Sejak kecil Sulaiman dan dua orang saudaranya di didik untuk kerja keras dan berbuat baik kepada sesama.

Mereka akhirnya dikenal sebagai pengusaha perbankan syariah dan properti kelas dunia dan orang terkaya nomor 120 di dunia.

Selanjutnya disampaikan bahwa revolusi industri telah membuat dunia semakin kecil, revolusi 4.0 merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, yang dulunya mengandalkan tenaga manusia dalam proses produksi barang sekarang bertukar dengan menggunakan mesin.

 

Ditengah dunia yang semacam ini tuntutan hidup kian besar.

Persaingan meningkat tajam, dibutuhkan kegigihan, tahan uji, keaabaran, ini semua bermuara menuju jalan kemenangan.

Disini, diperlukan mental pemenang pantang menyerah.

Dituntut peran relawan dan amilin punya mental pemenang, ” ujar Abdul Aziz dihadapan para peserta peserta upgrading amilin LazPersis.

(Reporter:Anto/Editor:Supriadi)

About SMN_Ant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *