Setelah Aksi Bela Palestina, Kain Ulos 1.000 Meter Terbentang di Monas

Suaramedannews.com, Jakarta – Aksi bentang Kain ulos 1.000 meter di Monas, Jakarta, sukses dilakukan, Minggu 5 November 2023. Aksi bentang ulos dilakukan setelah Aksi Bela Palestina dilaksanakan.

Kain Ulos 1.000 tiba di Monas dibawa oleh Tim Kerja Panitia Hari Ulos dari Tano Ponggol, Pangururan, Samosir, Sumut, melalui jalur darat, yang sebelum berangkat ke Jakarta, dilepas Pj Gubsu Hassanudin di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman No. 41 Medan.

Hadir dalam aksi bentang Kain ulos 1.000 meter Ketua Umum Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Arif Rahmansyah Marbun, Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu (PBB) Lambok F Sihombing, Ketua Umum Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Aminullah Siagian, dan mantan Pimpinan KPK Saut Situmorang.

“Sebelum bentang Kain ulos 1.000 meter, Tim Panitia Hari Ulos dan massa terlebih dahulu bergabung dengan Aksi Bela Palestina, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Lalu Kain ulos 1.000 meter kami bentang, setelah selesai Aksi Bela Palestina,” ungkap Sekretaris Panitia Arief Tampubolon di lokasi aksi, Minggu 5 November 2023 sekira pukul 13.00 WIB.

Arief mengatakan, aksi bentang Kain ulos 1.000 meter diikuti sekira 500 orang dari berbagai kalangan. Mulai mahasiswa, ormas berbasis dari Sumatera Utara, dan masyarakat yang ikut Aksi Bela Palestina.

“Yayasan Pusuk Buhit sebegai penyelenggara pimpinan Efendy Naibaho berkolaborasi dengan adik adik mahasiswa dari PB IMSU pimpinan Lingga Nasution. Kerja tim ini sangat luar biasa, dan menghasilkan kerja sukses untuk Kain ulos 1.000 meter yang terbentang di Monas,” katanya.

Arief pun berharap aksi bentang Kain ulos 1.000 meter di Monas dapat memberikan spirit positif bagi pemerintah untuk menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional.

“Permohonan kita kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi hanya satu, agar dapat dipertimbangkan untuk bisa ditetapkan hari ulos 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional. Itu saja permintaan kita, samakan ulos dengan batik, sebagai warisan budaya tak benda,” tandas Arief Tampubolon.

(Reporter:Fery Sinaga/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *