Suaramedannews.com, Jakarta – Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GPAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK RI, Rabu (12/8/2026). Mereka mendesak lembaga antirasuah segera memeriksa Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, terkait dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi dipimpin Koordinator Lapangan Ahmad Renaldi dan Penanggung Jawab Ronald Panjaitan. Dengan membawa spanduk dan poster, massa menuntut KPK tidak tebang pilih dalam menangani kasus yang sudah menjadi sorotan publik.
Dalam orasinya, Ronald Panjaitan menuding Benny Gusman Sinaga sebagai “aktor penting” dalam dugaan penyimpangan MBG di Simalungun.
“KPK harus segera panggil dan periksa Benny Gusman Sinaga. Statusnya sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Simalungun tidak boleh jadi tameng untuk menghindari proses hukum,” tegas Ronald.
Ia meminta KPK bertindak profesional, independen, dan transparan. “Tidak boleh ada pihak yang dapat perlakuan istimewa. Kalau ada dugaan korupsi, semua pihak yang terlibat harus diperiksa tanpa pandang bulu,” lanjutnya.
Ronald menyebut aksi ini bukan seremonial. GPAK ingin memastikan tata kelola anggaran negara bersih dan akuntabel. “Program pakai uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujarnya.
Selain berorasi, GPAK juga menyatakan akan melayangkan laporan resmi ke KPK. Laporan itu akan dilengkapi data dan bukti yang mereka kumpulkan.
GPAK menuntut KPK menindaklanjuti kasus ini secara cepat, objektif, dan bebas intervensi. “Kepercayaan publik hanya bisa dijaga kalau laporan ditangani profesional dan tanpa tebang pilih,” kata Ronald.
Menutup aksi, ia mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar jika KPK belum mengambil langkah konkret.
“Kami akan kawal terus sampai ada kepastian hukum. Harapan kami sederhana: usut tuntas. Biar masyarakat yakin hukum ditegakkan tanpa memandang jabatan,” pungkasnya.
(Royziki F.Sinaga)