Strategi Pengembangan Geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark melalui Pemberdayaan Kelompok Kerja Masyarakat sebagai Agen Perubahan

Suaramedannews.com, Samosir – Toba Caldera sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp) merupakan warisan geologi berskala global yang menyimpan nilai ilmiah, edukatif, ekologis, dan ekonomi luar biasa. Pengembangannya tidak dapat dilakukan hanya secara teknokratis, tetapi harus melibatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama melalui Kelompok Kerja (Pokja) Geowisata, yang berperan sebagai agen perubahan (agent of change).

Sebaran Geosite dan Ciri Khas Geologi Berdasarkan Fase Letusan

Sebanyak 16 geosite tersebar di 7 kabupaten yang mengelilingi Danau Toba. Setiap lokasi mewakili bagian dari sejarah geologi Kaldera Toba, mulai dari letusan awal, letusan utama, hingga proses pengangkatan kaldera, yang membentuk narasi besar bertema:

Vulcano Toba: Narasi Gunung Api Super dari Letusan ke Kehidupan Letusan Pertama (Bagian Timur Kaldera)

Kabupaten Toba: 3 Geosite

Kabupaten Simalungun: 1 Geosite Sibaganding Parapat

Ciri: Produk ignimbrit tua dengan karakter batuan dan topografi khas letusan awal.

Letusan Kedua (Bagian Utara Kaldera)

• Kabupaten Dairi: 1 Geosite

• Kabupaten Karo: 1 Geosite

• Kabuapten Simalungun : 1 Geosite Haranggaol

Ciri: Endapan vulkanik dan struktur piroklastik dari letusan menengah.

Letusan Ketiga (Selatan Kaldera)

• Kabupaten Tapanuli Utara: 2 Geosite

• Kabupaten Humbang Hasundutan: 2 Geosite

Ciri: Endapan vulkanik masif dari letusan supervolcano utama (74.000 tahun lalu).

Proses Pengangkatan Kaldera (Post-Caldera Uplift)

• Kabupaten Samosir: 5 Geosite

Ciri: Fenomena geologi unik berupa pengangkatan dasar kaldera membentuk Pulau Samosir.

Strategi Pemberdayaan Kelompok Kerja Geowisata

1. Revitalisasi & Penataan Geosite

• Pemetaan potensi lokal (local resource mapping)

• Pembentukan dan penguatan Kelompok Kerja Geowisata

• Penyusunan Geosite Management Plan

• Penataan akses, papan interpretasi, dan fasilitas dasar wisata

• Promosi melalui media sosial, event desa, dan jaringan geopark

2. Peningkatan Kapasitas Pokja

• Pelatihan pemandu geowisata dan interpretasi geologi

• Bimtek pengelolaan homestay, kuliner, dan produk lokal

• Pembinaan kelembagaan Pokja

• Pertemuan rutin antar Pokja lintas kabupaten (Geosite Club Meeting)

3. Koordinasi Lintas Sektor

• Forum koordinasi Pokja – Dinas – DMO – Akademisi – Komunitas

• Sinkronisasi program lintas kabupaten

• Kolaborasi promosi dan pengembangan produk wisata terpadu

• Keterlibatan aktif dalam jaringan nasional dan UNESCO Global Geopark

Dukungan Penganggaran: Peran Pemerintah Desa, Kabupaten, dan Provinsi

– Komitmen Pendanaan

Untuk menjamin keberlanjutan pengembangan geosite dan operasional Pokja Geowisata, setiap pemerintah desa wajib mengalokasikan anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu, pemerintah kabupaten turut bertanggung jawab melalui dukungan anggaran dalam APBD kabupaten masing-masing, khususnya pada sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan lingkungan.

– Tanggung Jawab Pemerintah Daerah

Para Bupati dari tujuh kabupaten memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pembinaan dan pendanaan pengelolaan geosite secara konsisten di wilayahnya.

Gubernur Sumatera Utara berperan sebagai koordinator utama antar-kabupaten serta sebagai penghubung dengan kementerian dan jaringan nasional-internasional geopark.

Penataan penganggaran harus berbasis pada narasi sejarah letusan Toba, sehingga masing-masing geosite tidak dikelola sebagai entitas terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan tema besar

VULCANO TOBA: Dari Letusan, Lestari, hingga Kehidupan

Geosite bukan sekadar lokasi wisata, tetapi wahana edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang membutuhkan komitmen pendanaan jangka panjang.

Monitoring & Evaluasi

Untuk memastikan keberlanjutan program dan kualitas pengelolaan geosite, dilakukan evaluasi secara rutin menggunakan dua pendekatan indikator:

Indikator Evaluasi Partisipatif:

• Community Satisfaction Index (CSI) – mengukur tingkat kepuasan dan keterlibatan masyarakat

• Tourist Satisfaction Index (TSI) – mengukur pengalaman dan kepuasan wisatawan terhadap layanan dan fasilitas geosite

• Carrying Capacity – mengukur daya dukung kawasan secara fisik, sosial, dan ekologis

Key Performance Index (KPI) Pokja Geowisata:

Penutup

Strategi pengembangan Geosite Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertumpu pada sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi. Kelompok Kerja Geowisata desa sebagai aktor utama diberdayakan untuk mengelola potensi lokal sesuai narasi letusan Gunung Toba.

Melalui dukungan anggaran dari ADD, APBD, dan koordinasi Gubernur, serta sistem evaluasi partisipatif dan KPI teknis, program ini diarahkan untuk membentuk ekosistem geowisata yang berdaya saing, lestari, dan bermakna bagi masyarakat lokal.Kesatuan dari 16 geosite dengan ciri khas letusan masing-masing membentuk satu narasi besar bertema:

VULCANO TOBA: Dari Letusan, Lestari, hingga Kehidupan

Sebuah kisah besar dari bencana geologi menjadi peluang budaya dan ekonomi.

Penulis: Dr.Wilmar Eliaser Simandjorang,Dipl_Ec.,M.Si/Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia(PS_GI) – Penggiat Lingkungan. Sabtu (13/09/2025).

Editor:Royziki F.Sinaga

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *