Syamsul Chaniago dan Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum ISR & Partner” Lapor Razman Nasution terkait Dugaan pencemaran nama baik dan kode etik advokat

Suaramedannewa.com, Medan – Dalam konfernsipers singkat di Cafe Pereka Coffe Jalan Bhayangkara No. 494, Indra Kasih, Kota Medan, Syamsul Chaniago didampingi kuasa hukumnya dari ISR & Partner terkait mengklarifikasi laporan ‘Razman Arif Nasution dalam postingan IG tertanggal 19 Juni 2022 yang menyatakan telah melaporkan dirinya’. Kamis(23/06/2022)

Dalam kesempatan itu kuasa hukum Syamsul memaparkan kalau pihaknya sudah melaporkan balik Razman Arif Nasution ke Polda Sumatera Utara.

“Kita sudah melaporkan saudara Razman Arif Nasution kepolda Sumatera Utara tertanggal 21 Juni 2022 yang dimana kita menegaskan pada hari ini bahwa apa yang dinyatakan beliau terkait dugaan pencemaran nama baik adalah berupa fakta yang dialami kelayen kita saat menjadi kelayen beliau, jadi jelas apa yang dinyatakan beliau itu sangat tidak mendasar dan keliru kalau beliau melaporkan kelayen kita” Jelas kuasa hukum Syamsul.

Kuasa hukum Syamsul juga menjelaskan kalau Syamsul juga sudah melaporkan saudara Razman ke Kongres Advokat Indonesia di bawah Pimpinan ibu Siti jamiliyah terkait dugaan pelanggaran kode etik Advokat atas nama Razman Arif Nasution.

Dalam konfrensipersnya Syamsul Chaniago melakukan pernyataan sikap sehubungan pernyataan Razman Arif Nasution di dalam postingan IG tertanggal 19 Juni 2022.

Syamsul Chaniago juga mengklarifikasi Atas Laporan Polisi yang dilakukan oleh Razman Arif Nasution terhadap beliau dan sekaligus memberitahukan mengenai Laporan Polisi yang sudah dilakukannya terhadap Razman Arif Nasution.

Dalam kesempatan itu ada empat poin pernyataan sikap yang dilakukan Syamsul Chaniago,

1. Bahwa mengenai Laporan Polisi yang dilakukan Sdra.Razman Arif Nasution terhadap saya (Syamsul Chaniago) jelas merupakan Laporan yang keliru. Karena apa yang saya sampaikan kepada Podcast Uya Kuya dan Podcast Denise Chariesta adalah menjawab pertanyaan. Apa yang saya jelaskan dalam Podcast tersebut adalah fakta yang sebenarnya yang dapat saya pertanggungjawabkan secara hukum. Karena itu lah terjadi pada diri saya sehingga tidak tepat saya dilaporkan atas dasar Pencemaran Nama Baik;

2. Bahwa untuk menghadapi Laporan Polisi yang dilakukan oleh Sdra.Razman Arif Nasution tersebut yang diketahui dilaporkan di Polda Sumatera Utara, saya dibantu dari Teman-teman Kuasa Hukum dari Kantor ISR yang akan mengikuti proses hukumnya dengan baik. Saya punya kenyakinan bahwa apa yang dilaporkan oleh Sdra.Razman Arif Nasution tersebut jelas merupakan kekeliruan. Karena apa yang saya sampaikan sehingga menjadi dasar tuduhan fitnah adalah merupakan suatu fakta yang sebenarnya. Bukan merupakan suatu karangan yang dibuat-buat tanpa dasar;

3. Bahwa saya sebenarnya adalah korban dari oknum pengacara yang bernama Razman Arif Nasution. Segala permintaan akan biaya-biaya telah saya penuhi akan tetapi apa yang dijanjikan oleh dirinya tidak pernah terealisasi. Bahkan maksud dan tujuan saya memakai jasa Pengacara Razman Arif Nasution agar laporan polisi yang saya lakukan di Polrestabes Medan berjalan, akan tetapi ternyata tidak;

4. Bahwa kemudian saya dijanjikan lagi untuk membuat laporan polisi baru terhadap Terlapor baru dan diminta uang tanpa terlebih dahulu membuat surat kuasa mengenai laporan tersebut. namun setelah saya memenuhi permintaannya dan melakukan transfer sebesar Rp.4 juta, janjinya untuk membuat kuasa baru untuk mendampingi saya membuat laporan polisi tidak pernah dilakukannya sehingga atas dasar tersebut saya melaporkan Sdra.Razman Arif Nasution kepada Polda Sumatera Utara dengan tuduhan Penipuan sesuai Surat Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/1080/VI/2022/SPKT/POLDA SUMUT tertanggal 21 Juni 2022.

Kuasa hukum Syamsul dari ISR & Partner juga menambahkan kalau sebenarnya Syamsul Chaniago adalah korban.

” Bagaimana mungkin korban dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik, hal ini adalah keliru yang dilakukan beliau melaporkan kelayen kami, dan justru kita akan buktikan bahwa semua itu fakta – fakta hukum yang di alami kelayen kita dan kita akan kawal laporan kami kepolda Sumatera Utara, mungkin kami juga akan melakukan upaya – upaya hukum yang lain” tambahnya.

(Reporter: Anto(Tim)/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *