Transformasi Ekonomi Syariah Daerah ( Anugerah Adinata Syariah 2024)

Suaramedannews.com, Medan – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah memasuki lembaran baru dalam perjalanannya. Proses transformasi ekonomi syariah menuju titik equilibrium baru ditandai dengan berkembangnya pada sektor riil khususnya industri halal dalam beberapa tahun terakhir ini. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi sentra/pusat perkembangan industri keuangan dan sektor riil secara bersamaan. Tinggal seberapa cepat dan responsifnya regulasi dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah dalam menangkap peluang tersebut. Ke depan, ekonomi syariah sangat berpeluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi perekonomian nasional.

Ekonomi dan keuangan syariah akan menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing, demi menuju Indonesia Emas 2045. Giat memajukan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah dapat dilakukan dengan cara , pertama, optimalkan otonomi daerah sebagai peluang untuk merancang dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah, sesuai kondisi lokal.

Kedua, perkuat dukungan dan peran pemimpin daerah, mulai di tingkat provinsi hingga ke tingkat desa. Ketiga, bangun ekosistem infrastruktur yang kuat bagi pertumbuhan dan keberlanjutan ekonomi dan keuangan syariah.

Otonomi daerah dapat bermanfaat untuk memperkuat edukasi, membangun infrastruktur yang memadai, serta mendorong inovasi dan kerja sama pengembangan sektor-sektor unggulan ekonomi dan keuangan Syariah. Kemajuan pengembangan ekonomi syariah tentu tidak terlepas dari peranan kepala daerah, terutama dalam menggerakkan dan mengembangkan berbagai potensi ekonomi syariah di berbagai wilayah di Indonesia.

Anugerah Adinata Syariah ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada provinsi yang memiliki kapabilitas dalam memimpin, mengembangkan serta menggerakkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di daerahnya. Penghargaan ini mendorong pengembangan ekonomi syariah di daerah sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Memasuki tahun ketiga, Anugerah Adinata Syariah terus menunjukkan konsistensinya dalam mengapresiasi kepala daerah tingkat provinsi yang memiliki inisiatif dalam menggerakkan dan mengembangkan berbagai potensi ekonomi syariah di berbagai wilayah di Indonesia.

Kategori Anugerah Adinata Syariah tahun 2024 berjumlah 10 (sepuluh) kategori seputar ekosistem ekonomi syariah, yang mana tiap-tiap kategori memiliki dimensi dan indikator penilaian beragam, dilihat dari aspek regulasi, realisasi, kondisi organisasi, jumlah program, maupun dampak program. Penilaian dilakukan berdasarkan survei yang kemudian diolah dengan metode analytical hierarchy process (AHP), sehingga menghasilkan lima pemenang untuk setiap kategori.

KDEKS menjadi kepanjangan tangan dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk lebih menggali dan memberdayakan potensi ekonomi syariah di daerah. Transformasi ekonomi Syariah daerah dalam mencapai titik keseimbangan baru sudah menjadi sebuah kebutuhan, baik bagi industri keuangan syariah maupun bagi industri syariah.

Industri keuangan syariah akan menjadi tulang punggung (backbond) bagi industri syariah. Prinsip utama dalam ekonomi syariah terdapat pada keseimbangan antara sektor keuangan dan sektor riil. Sektor keuangan dalam Islam harus mempu mendorong aktivitas perdagangan barang dan jasa. Karena itu, strategi kebijakan pengembangan sektor keuangan syariah harus diikuti strategi kebijakan pengembangan sektor rill.

Selain regulasi, peran dari lembaga penggerak proses keberhasilan transformasi ini tidak kalah pentingnya. Keberadaan lembaga tersebut, baik yang berada di bawah Pemerintah, regulator, organisasi masyarakat, maupun perguruan tinggi, harus melakukan sinergi yang konstruktif untuk menjaga proses transformasi ekonomi syariah agar berjalan sesuai dengan roadmap yang sudah disepepakati Bersama, sehingga nantinya diharapkan ekonomi syariah akan jauh lebih kokoh, mandiri, dan kontributif bagi perekonomian nasional.

Pengembangan industri keuangan dan sektor riil di Indonesia harus sejalan. Pelaku usaha industri halal di Indonesia harus mampu mengambil ceruk pasar industri halal, baik yang terdapat di dalam maupun luar negeri. Keduanya sangat berpotensi untuk dikembangkan dan menghasilkan sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional. Pada saat yang sama, industri keuangan syariah juga harus terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Pengembangan ekonomi syariah yang melibatkan pengusaha daerah juga perlu terus dilakukan, agar keberadaan ekonomi syariah ini bisa merata hingga ke daerah-daerah di Indonesia.

Para pengambil kebijakan yang merupakan garda terdepan dalam merumuskan kebijakan ekonomi syariah perlu memperhatikan beberapa aspek yang telah dibangun sebelumnya. Banyak legasi yang bisa terus diperkuat bahkan ditingkatkan dalam rangka mengawal dan memastikan bahwa proses transformasi ekonomi syariah sudah berada pada jalur (track) yang benar. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah pertama, hadirnya ide dan gagasan untuk terus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi syariah yang efektif dan mengakar perlu terus diperkuat. Ekosistem ekonomi syariah yang penuh ide akan menyuburkan, baik bagi lembaga keuangan maupun dunia usaha, sehingga tidak terjadi lagi dikotomi antara sektor keuangan dengan sektor riil.
Kedua, lembaga atau asosiasi ekonomi syariah perlu terus mengupayakan kolaborasi yang strategis dengan BUMN dalam rangka untuk mendorong perkembangan sektor riil khususnya industri syariah. Organisasi seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bisa memfasilitasi UMKM produsen produk halal untuk dapat bermitra dengan BUMN, mulai dari sisi pendanaan hingga pembinaan usaha. Harus ada komitmen dari seluruh pihak agar mampu membantu satu juta UMKM dalam memproduksi produk halal.

Ketiga, koordinasi dan sinergi yang berkesinambungan antar pemangku kepentingan di ekosistem ekonomi syariah sangat penting untuk terus ditingkatkan.

Keempat, tidak kalah pentingnya, peran dalam melakukan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat dapat terus diperluas jangkauannya. Sosialisasi dan edukasi ini perlu dilakukan dengan lebih masif lagi agar informasi dan pengetahuan terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat tersampaikan ke masyarakat secara luas. Bahkan jika selama ini terbatas pada sosialisasi sektor keuangan, ke depan beragam sektor dalam klaster industri halal bisa dilibatkan.

Kelima, terbukanya partisipasi publik dalam mengusulkan dan memberikan masukan kepada Pemerintah dan DPR sangat dibutuhkan dalam menginisiasi dan memfasilitasi pembahasan regulasi ekonomi syariah, khususnya dalam mempersiapkan RUU Ekonomi Syariah. Regulasi ini penting untuk mensinergikan dan melakukan akselerasi perkembangan ekonomi syariah secara komprehensif, mengingat selama ini masih bersifat parsial. Lahirnya UU Ekonomi Syariah akan menjadi katalisator bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Percepatan sertifikasi halal agar diprioritaskan, baik sertifikasi halal terhadap rumah potong hewan maupun percepatan sertifikasi halal bagi UMKM. Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama dalam sektor industri halal. Bukan hanya karena populasi muslim Indonesia terbesar di dunia yakni mencapai 237 juta jiwa per Desember 2024. Namun, Indonesia juga berpotensi besar menghasilkan produk halal untuk memenuhi permintaan domestik maupun internasional.

Berdasarkan The Global Islamic Economy Indicator dalam State of the State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang diluncurkan Dinar Standart di Dubai, Uni Emirat Arab, Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Indonesia naik ke posisi ketiga secara keseluruhan peringkat GIEI dan mempertahankan posisi kedua dalam industri makanan halal dan mempertahankan posisi ketiga pada indikator fesyen dan mode serta Dalam laporan SGIE, Indonesia naik secara signifikan dalam indikator media dan rekreasi halal menjadi peringkat keenam.

Ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajarí masalah-masalah ekonomi rakyat yang didasarkan oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi dalam berdasarkan Islam merupakan tuntutan kehidupan sekaligus pertimbangan yang memiliki dimensi ibadah yang ter-aplikasi etika dan moral syariah Islam.

Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Ekonomi Syariah menekankan empat sifat, di antaranya, Kesatuan, keseimbangan, Kebebasan dan Tanggung jawab. Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan didunia. Nilai Islam buka semata-mata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh makhluk hidup di muka bumi.
Pemerintah Indonesia memandang bahwa pengembangan ekonomi keuangan syariah dibutuhkan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini dilandaskan pada potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang sangat menjanjikan.

Oleh sebab itu, hal ini merupakan kesempatan yang terbaik bagi para Kaum muda dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan berlandaskan ekonomi syariah. Begitu juga dengan pengembangan industri halal global berfokus pada halal food dengan meningkatkan daya saing produk UMKM melalui kepemilikan izin berusaha dan sertifikasi produk, halal travel melalui pengembangan kapasitas manajemen sumber daya manusia,

Muslim fashion sebagai perluasan akses pasar dalam dan luar negeri, serta keuangan syariah melalui akselerasi pembiayaan.
Penguatan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor makanan dan minuman, fashion, pariwisata, media, rekreasi serta farmasi dan kosmetik dan keuangan syariah yang berbasis digital. Komitmen menjalankan masterplan ekonomi syariah Indonesia ini, maka Indonesia akan segera menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia.

Industri Halal dan Ekonomi syariah layak menjadi arus baru perekonomian Indonesia.
Sumber ekonomi ini tidak inklusif hanya bagi kalangan Muslim saja, tapi juga menjaga serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Daerah khususnya.

Sunarji Harahap, M.M.
Dosen FEBI UIN Sumatera Utara / Guru Best Teacher SMA Unggulan Al Azhar Medan / Penulis Mendunia / Pengamat Ekonomi / Pengurus IAEI Sumut / Ketua Dewan Penasehat FOGIPSI Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *