AKIBAT KELALAIN, LMP SUMUT MENGECAM KERAS PT SMGP. MINTA GUBSU TINJAU ULANG

Suaramedannews.com, Medan – Perusahaan PT Sorikmarapi Geothermal Power (SMGP) kembali buat ulah. Kali ini tak hanya pipa gas bocor, melainkan semburan gas beracun yang mengkibatkan korban nyawa terancam.

Akibat kelalaian dan ketidak profesionalan PT SMGP untuk beroperasi, berbagai kecaman keras dan kutukan dari sejumlah tokoh di Kabupaten Madina dan Provinsi Sumatera Utara bermunculan termasuk dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Dia bahkan mengancam akan menghentikan selamanya operasional PT.SMGP bila tidak bisa memenuhi Standart Operasional Prosedur ( SOP) sesuai ketentuan baku.

Hal senada disampaikan Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Sumut H.Syaiful Bahri mengutuk dengan keras atas kelalaian yang ditimbulkan oleh PT.Sorik Marapi Gheotermal Power ( PT.SMGP ) sehingga terjadi musibah tersebut mengakibatkan nyawa masyarakat khususnya warga Desa Sibanggor yang berada di sekitar areal perusahaan tersebut.

Lanjut H.Syaiful Bahri,Markas Daerah Laskar Merah Putih Sumatera Urara mendukung kebijakan yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi terhadap PT.Sorik Marapi Gheotermal Power ( PT.SMGP) dengan menghentikan selamanya operasional perusahaan swasta yang bergerak didalam pembangkit listrik tenaga panas bumi.

” LMP Sumut mendukung kebijakan Gubernur Sumut Bang Edy didalam menyikapi permasalahan ini dan LMP siap berkolaborasi bila diminta oleh Gubernur Sumut didalam permasalahan tersebut”. ujarnya saat ditemui di Sekretariat Markas Daerah Laskar Merah Putih Sumut Selasa, (26/04/2022).

H.Syaiful Bahri menegaskan statement ini dibuat bukan semata mata hanya polesan bibir aja melainkan bagian upaya Laskar Merah Putih mengawal kasus yang berkenaan dengan rakyat

“Dan PT SMGP telah berulangkali berulah serta menyebabkan korban manusia. Ini jelas harus disuarakan serta meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas kasus ini agar jangan lagi menimbulkan korban apalagi korban jiwa dan kelestarian lingkungan ” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menghentikan sementara aktivitas PT SGMP yang meliputi pengeboran dan uji air sumur panas bumi sampai waktu yang belum ditentukan di wilayah Madina.

Keputusan ini diambil Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM buntut insiden kebocoran sumur gas milik PT SMGP di Madina, Sumatera Utara (Sumut) yang membuat 21 orang pingsan akibat terhirup gas beracun pada Minggu (24/4).

Keputusan itu tertuang dalam surat Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM nomor T-1365/EK.04/DEP.T/2022 yang diteken Direktur Panas Bumi/Kepala Inspektur Panas Bumi Kementerian ESDM, Harris.

Sedangkan Pt SMGP memberikan penjelasan terkait insiden itu. Manajemen menyebut terjadi well kick yang menyebabkan semburan lumpur dari dari salah satu sumur.

“Well kick ini mengeluarkan semburan lumpur yang diikuti dengan keluarganya H2S,” kata Head Corporate Communications PT SMGP Yani Siskartika dilansir media.

Akibat kejadian ini menyebabkan korban yang terpapar gas Hidrogen Sulfida atau H2S sebanyak 17 orang, yakni dua orang kru rig dan 15 merupakan warga sekitar.

“SMGP akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut dan segera memberikan keputusan yang tepat dalam penanganan kejadian ini,” lanjutnya.

(Penulis:Anto/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.