Suaramedannews.com, Medan – Miris, bantuan Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban bencana di kembalikan Pemko Medan dengan alasan pemerintah pusat belum menerima bantuan dari pihak asing untuk bencana alam saat ini.
Pengembalian bantuan ini pastinya sangat menyat hati korban bencana alam 25-30 November 2025, dimana masyarakat yang terdampak sangat memerlukan uluran tangan para dermawan.
Keputusan ini dinilai sangat egois dimana saat ini pemerintah masih kewalahan untuk memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
Hal ini mendapat sorotan tajam Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari A.M Sinik kepada wartawan di Medan, jumat,(19/12/2025).
Walikota Medan Rico Waas terkesan sombong dengan menolak pemberian bantuan dari Pemerintah Uni Emirat Arab. “Itu menunjukan kesombongan Walikota Medan, sementara masyarakat membutuhkan bantuan, malah Walikotanya menolak, padahal Pemko sendiri tidak mampu mengkordinir Pemerintahannya menyelamatkan masyarakat, sikit sikit bicara anggaran yang akan mau di olah, berdalih dibalik regulasi, padahal banyak regulasi dan peraturan yang dilanggar dijadikan ajang korupsi, seperti penyempitan Sungai Deli oleh pengembang, kenapa itu diperbiarkan, saat orang membantu malah ditolak”, ujar Ari Sinik.
“Tak mampu tapi Sambong”tutupnya geram

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Medan, mengembalikan bantuan dari Pemerintahan Uni Emirat Arab (UEA), yang sebelumnya diserahkan Wakil Duta Besar UEA, Shaima Al Hebsi di Posko Bantuan Bencana Kota Medan, Gedung PKK, Kota Medan, Sabtu (12/12/2025).
“Kita kembalikan ke Uni Emirat Arab,” ucap Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas kepada wartawan, usai peninjauan ke salah satu supermarket di kawasan Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Kamis (18/12/2025).
Rico Waas mengungkapkan bahwa pengembalian bantuan dari UEA tersebut, berdasarkan perintah dari Pemerintah Pusat, yang saat ini belum ada menerima bantuan dari pihak asing terkait dengan bencana alam ini.
Rico mengungkapkan bahwa pihak Pemko Medan setelah menerima bantuan tersebut, langsung berkordinasi dengan Pemerintah Pusat. Sehingga pemerintah pusat belum ada menerima bantuan dari negara lain untuk membantu korban bencana di Sumatera.
“Intinya adalah memang kita sudah cek tentang regulasi dan penyampaian. Kita cek BNPB juga, dan Kementerian Pertahanan bahwasanya memang melalui koordinasi semua, ini tidak diterima dulu,” jelas Rico.
Untuk diketahui, Pemerintah Uni Emirat Arab diantaranya beras 30 Ton, dan 300 paket masing-masing berupa, sembako, perlengkapan Bayi dan perlengkapan shalat.
(Reporter:Irwan Syahputra/Editor:Royziki F.Sinaga)