BPBD Kabupaten Purworejo “11.115 jiwa dari 2.924 KK yang terdampak banjir dan 7 KK terdampak Longsor”

Suaramedannews.com, Purworejo – Banjir dan longsor melanda wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu 16/03 kemarin terjadi setelah hujan dengan intesitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo.

Akibat tingginya curah hujan menyebabkan meluapnya lima sungai besar yakni Sungai Bogowonto, Sungai Blangu, Sungai Jali, Sungai Kebang dan Sungai Dulang. Dampak yang terjadi dari luapan lima sungai itu mencakup 32 Desa di 7 Kecamatan, sedangkan wilayah yang terdampak longsor ada 6 Desa di 4 Kecamatan, yakni Desa Wingkomulyo, Desa Wingkosangrahan, Desa Tunjungan, Desa Kaliwungukidul, Desa Ringgit, Desa Wonoroto dan Desa Wingkosigromulyo di Kecamatan Ngombol.

Kemudian, Desa Dlangu, Desa Wironatan, Desa Klepu, Desa Kedungmulyo, Desa Rowodadi dan Desa Langenrejo di Kec. Butuh. Selanjutnya Desa Tangkisan, Desa Pogungkalangan, Desa Pogulurutengah, Desa Kradegan, Desa Bayan dan Desa Pogungrejo di Kec. Bayan.

Lalu, Desa Bapangsari di Kecamatan Bagelan, Desa Katerban di Kec. Kutoarjo. Desa Trimulyo, Desa Bendungan dan Desa Rowodadi di Kec. Grabag.

Selanjutnya, Desa Wonoyoso, Desa Tasikmadu, Desa Kendalrejo, Desa Sikambang, Desa Kalimati, Desa Tanjungrejo, Desa Petuguran dan Desa Sumber di Kec. Pituruh.

Selanjutnya untuk wilayah terdampak longsor meliputi Desa Kaliurip di Kec. Kemiri, Desa Kalisemo di Kec. Leano, Desa Plipiran, Desa Giyombong, Desa Watuduwur di Kec. Bruno dan Desa Redin di Kec. Gebang.

Abdul Muhari Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyampaikan, BPBD Kabupaten Purworejo mencatat ada kurang lebih 11.115 jiwa dari 2.924 KK yang terdampak banjir. Sedangkan yang terdampak longsor ada 7 KK. Dari angka tersebut, sebanyak 6.085 jiwa dari 1.518 KK terpaksa harus mengungsi.

6.085 Warga Purworejo Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor

Adapun sedikitnya 2.924 unit rumah terendam banjir dengan tinggi muka air antara 80-100 sentimeter, selanjutnya 7 unit rumah warga terdampak longsor dan ruas jalan di Desa Giyombong tertutup material longsor sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga.

BPBD Kabupaten Purworejo bersama tim gabungan dari lintas instansi berupaya melakukan percepatan penanganan banjir dan longsor dengan cara melakukan kaji cepat, evakuasi dan pertolongan warga dan menyiapkan tempat pengungsian.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Purworejo juga telah mendistribusikan kurang lebih 2.500-3.000 nasi bungkus kepada warga di pengungsian maupun yang terdampak di rumah.

“Belum ada laporang mengenai jatuhnya korban jiwa, total kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” kata Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/3/2022).

 

Dia juga menyampaikan, hujan dengan intensitas sedang maupun lebat yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo hingga hari ini Kamis (17/3/2022) pada sore dan malam hari. Intensitas hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi hingga dua hari ke depan.

BNPB mengantisipasi adanya banjir susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca, maka BNPB mengimbau kepada unsur pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan upaya seperti susur sungai, normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan lingkungan di sepanjang aliran sungai dan selokan.

“Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama kurang lebih 1 jam, maka masyarakat di sekitar lereng tebing dan di dekat sungai diminta untuk waspada dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika diperlukan,” tutupnya.(rel/Red)

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *