Data Jadi Senjata Pembangunan Samosir, Wabup Tekan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Suaramedannews.com, Samosir – Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk pasang badan di depan 150 calon petugas Sensus Ekonomi 2026, jangan sampai data meleset. Menurutnya, buruknya data berarti buruknya kebijakan, dan itu langsung menghantam UMKM serta sektor pariwisata yang jadi napas ekonomi Samosir.

Pernyataan itu disampaikan Ariston saat membuka pelatihan petugas pendataan SE 2026 di Hotel JTS Parbaba, Senin (2/6/2026). Pelatihan berlangsung dua gelombang hingga 11 Juni, digelar BPS Samosir.

“Sensus Ekonomi 2026 bukan formalitas 10 tahunan. Data ini jadi dasar kebijakan pembangunan. Kalau datanya ngaco, programnya juga ngaco,” tegas Ariston di hadapan Sekda Marudut Tua Sitinjak, Kepala BPS Devita Norani Saragih, dan unsur Forkopimda.

Samosir kini menginjak usia 22 tahun. Ariston menyebut momen ini krusial untuk memotret ulang potensi ekonomi daerah, terutama pariwisata, perdagangan, jasa, dan UMKM. Tanpa data lengkap dan valid, dukungan anggaran dan program pusat bisa salah sasaran.

“Petugas lapangan adalah ujung tombak. Ketelitian, integritas, profesionalisme kalian yang menentukan apakah data ini bisa dipakai atau cuma jadi tumpukan kertas,” katanya, menuntut peserta pelatihan mengikuti materi SOP, konsep statistik, dan teknik lapangan dengan serius.

Kepala BPS Samosir Devita Norani Saragih menyebut 150 peserta sudah lolos seleksi ketat. Mereka ditarget mampu mengumpulkan data sesuai kondisi riil selama tiga hari pelatihan.

Pemkab Samosir menyatakan dukungan penuh terhadap SE 2026. Taruhannya jelas kualitas data akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi Samosir benar-benar dirasakan masyarakat atau hanya angka di atas kertas.

(Royziki F.Sinaga)

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *