DEDIKASI UNTUK NEGRI

suaramedannews,com,Medan- Tindak lanjut pertemuan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti beberapa waktu lalu. Siang ini .

selasa (13/9/2022) Muhammad Nuh kembali menegaskan komitmen DPD RI atas nasib dan hajat hidup 10.820 orang Purnakarya perkebunan yang hingga saat ini belum dibayarkan Santunan Hari Tua (SHT) totalnya sebesar Rp. 835,1 milyar. Pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nasional (FKPPN)HN. Serta Ginting dan pengurus diadakan di Medan Club Jl. Kartini Medan.

Muhammad Nuh saat ini duduk di Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI mewakili Sumatera Utara di dampingi Abdul Aziz berkomitmen mengawal aspirasi FKPPN ini menjadi agenda pembahasan di Pusat.

HN Serta Ginting geram dengan ulah Perusahaan Perkebunan yang abai membayar hak purnakarya yaitu Santunan Hari Tua (SHT) kalau perusahaan rendemen (untung) bayarlah SHT tersebut,” ujar HN Serta Ginting dengan geram.

Ia menyatakan holding yang dikembangkan Perkebunan sejatinya menyengsarakan karyawan perkebunan,

Manajemen sistem holding dipermasalahkan karena tidak bertanggung jawab secara penuh.

Terungkap dalam serap aspirasi ini rendahnya manfaat pensiun yang diterima setiap bulan bahkan ada yang hanya menerima rp. 150.000 / bulan sangat jauh dibawah hidup layak.

Disamping itu agar pemerintah membatalkan pembebasan lahan PTPN 2 yakni untuk pembangunan Kawasan Deli Megapolitan, pertanyaan untuk siapa kawasan ini dibangun kalau untuk purnakarya tidak mungkin karena pasti mereka tidak sanggup membeliny, “kata HN Serta Ginting.

Menanggapi pertemuan ini secepatnya Muhammad Nuh akan gelar pertemuan dengan unsur DPD agar permasalahan ini tidak berlarut-larut.

Kalau hanya membayar SHT sebenarnya dapat segera di lakukan wong dananya ada tinggal kesungguhan pihak otoritas perkebunan untuk membayarnya, hargailah jerih payah karyawan terlebih purnakarya dengan adanya mereka-mereka inilah perusahaan perkebunan masih eksis sampai kini,”pungkas Muhammad Nuh.

(Reporter:Anto/Editor:Supriadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *