Suaramedannews.com, Mandailingnatal – Ketua Koperasi Hasil Sawit Bersama Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Madina Safihuddin menyebut sudah banyak warga yang jatuh sakit setelah delapan hari menduduki areal perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya, Aksi menduduki atau blokade akses masuk PT Rendi ini dilakukan warga Singkuang sejak hari Senin (20/3/2023) yang lalu.
Mereka melakukan aksi tersebut karena pihak dari perusahaan PT Rendi Permata Raya(RPR)tidak menunaikan kewajiban memberikan kebun plasma untuk masyarakat.
“Warga kami sudah banyak yang sakit demam, sudah ada 20 orang, karena sudah komitmen kami tidak akan meninggalkan lokasi ini sebelum ada keputusan hak kebun plasma kami diberikan,” kata Safihuddin, Minggu malam (26/3/2023) malam.
Safihuddin menjelaskan, sejak aksi menduduki areal perusahaan mereka lakukan, sampai saat ini mereka tetap bertahan, meskipun saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Siang malam kami di sini, tarawih di sini, tadrus di sini, tidur di sini dan sahur juga di sini.
“Kalau malam sering hujan, kami basah kuyup, karena itu banyak sudah yang jatuh sakit,” ucapnya.
Ia menambahkan sejauh ini di lokasi mereka melakukan aksi belum ada posko kesehatan untuk menangani warga yang jatuh sakit.
“Tenaga kesehatan di sini memang tidak ada. Warga yang sakit, termasuk saya berobat ke puskesmas.
Dan Alhamdulillah kami dilayani dengan baik oleh pihak puskesmas,” ujarnya.
(Reporter:Suhartono/Editor:Fery Sinaga)