suaramedannews.com,Mandailing Natal- Hingga malam,ratusan Warga Desa Singkuang l Kecamatan Muara Batang Gadis,Kabupaten Mandailibg Natal masih menduduki lahan perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut.
Upaya mediasi yang di lakukan pemerintah dengan pihak perusahaan terkait konflik antar pihak perusahaan dan warga tidak membuahkan hasil sehingga menyebabkan ratusan warga masyarakat Desa singkuang l memilih tetap bertahan dan menduduki lahan sampai tuntutan mereka direalisasikan oleh pihak perusahaan.
Massa juga menuntup akses jalan keperusahaan dengan memportal areal PT Rendi Permata Raya(RPR) menyebabkan aktifitas Perusahaan lumpuh total. Massa yang berkisar dua ratusan tersebut juga menginap di areal perkebunan,senin(20/03/2023) malam.
Ditengah deru hujan badai dan petir tidak menyurutkan aksi mereka,ratusan petani plasma warga Desa Singkuang l,Kecamatan Muara Batang Gadis,Kabupaten Mandailing Natal memilih pertahan dibawah tenda areal PT.RPR sampai tuntutan di penuhi.
Ketua Koperasi Hasil Sawit Bersama(HSB) sapihuddin yanh dikonfirmasi lewat selularnya mengatakan,hingga kini Aksi menduduki lahan itu di lakukan sejak senin(21/03/2023lsekitar jam 10.Wib hingga kini,aksi ini mereka lakukan karena para petani plasma suda bosan dengan janji-janji yang di berikan perusahaan.
“Semua laki -laki tetap melakukan aksi dan memilih bertahan di lokasi untuk menuntut hak.malam tadi Ada sekitar 200 warga yang masih bertahan melakukan aksi. Aksi ini terus di lanjutkan sampai ada MoU”.ujar ketua Koperasi HSB.
Dijelaskannya,sampai ada rapat dan ada keputusan yang bisa di terima warga masyarakat,barulah portal di buka dan membubarkan diri dari areal perusahaan.
Sapihuddin juga mengatakan,sampai malam pihak perusahaan belum ada menerima masyarakat di areal kebun,sedangkan pihak Pemerintah Kabupaten Madina menjumpai masyarakat yakni Asisten ll,Kadis Koperasi,Kadis Perizinan dan Kadis Perkim.
“Mereka menyampaikan 24 Maret 2023 ini Akan mengadakan rapat Forum Koordinasi Pimpinan daerah(Forkopimda),silahkan saja mereka rapat ,kami tetap berada di sini Sampai tuntutan kami dipenuhi.”ungkap Sapihuddin.
Aksi ini meraka lakukakan akibat dari buntut kekecewaan waga selama bertahun-tahun,pihak perusahaa tidak pernah menyerahkan hak plasma kepada petani,padahal perusahaan ini sudah beroperasi sejak tahun2008.
Sementara itu pihak keamanan dari Polres Mandailing Natal melalui Waka Polres W.Sidabutar meminta kepada warga agar bisa menahan diri untuk tidak melakukan aksi anarkis.
Hingga berita ini di turunkan menurut informasi yang di dapat jurnalis ,aksi pendudukan di areal perusahaan masih di lakukan warga.
(Reporter:Suhartono/Editor:Anto)