Kembali Banjir Rob  ganggu aktivitas warga  Belawan,  Janji Bangun Tanggul “KAJOL”

Suaramedannews.com, Medan, Belawan – Kawasan Belawan kembali dilanda banjir pasang laut (rob), sementara Pemerintah kota Medan dan Pemprovsu yang berjanji akan membangun tanggul guna mengatasi banjir rob tak kunjung tiba alias “Kajol” kagak jolas.

Kembali, banjir rob melanda kota Belawan akibat naik nya air pasang dari laut banjir rob seluruh kota Belawan kembali  kebanjiran di kernakan naik nya air dari laut saat ini kembali kawasan kota  Belawan sekitarnya tetap saja menjadi selalu langganan banjir rob setinggi selutut. dan orang dewasa bahkan ada di sejumlah kawasan daerah kota belawan. setinggi sepinggang orang dewasa.

Sesuai amatan media online suaramedannews.com Selasa siang ini Selasa (14/06/2022) tampak banjir rob kembali melanda kawasan Belawan merendam pemukiman dan jalanan di kawasan kota Belawan yang terdiri dari 6 Kelurahan tersebut.

Meski hanya beberapa jam terjadi banjir rob atau sekitar 4 hingga 5 jam saja, itu pun namun banjir rob menyisakan keresahan bagi warga diantaranya sampah dan lumpur bertebaran dimana-mana.

Infrastruktur jalan dan bangunan menjadi cepat rusak dan kropos, perabotan rumah tangga pun menjadi rusak bahkan kenderaan bermotor  menjadi karatan karna  terendam air laut  (kerosin).

” Kami khawatir kesetrum bang, kalau sudah pasang laut datang, terpaksa kami cepat-cepat naikkan kabel dan matikan arus listrik agar anak kami tak terkena setrum listrik,” ungkap Reza salah seorang pemuda asal Belawan yang kerap galau saat banjir rob  tiba.

Banjir rob tak hanya menganggu arus transportasi dan kegiatan kerja bongkar muat di pelabuhan Belawan melainkan juga membuat kegiatan warga kesehariannya menjadi lumpuh.

Tukang becak tak lagi bisa mengangkut penumpangnya karena takut mogok ditengah jalan dalam mengarungi banjir rob, para pelaku usaha UKM seperti pedagang keliling tak lagi bisa berusaha, bahkan para anak sekolah terpaksa menenteng sepati dan tasnya untuk melintasi banjir rob.

Mirisnya lagi, kalau ada orang meninggal dunia (wafat) di daerah Belawan terpaksa dikebumikan sebelum datangnya banjir rob atau sesudah banjir rob surut.

Ribuan warga yang menjadi korban langganan banjir rob berharap pada Pemerintah untuk segera merealisasikan janji-janjinya sehingga masyarakat terayomi dan mendapatkan perlindungan dan solusi dalam mengatasi banjir rob tersebut jangan masyarakat ini terus dibiarkan dan menderita akibat  banjir air pasang laut banjir  rob tersebut.

(Penulis:Gito/Editor:Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *