Kue Baru Sehari Sudah Jamur, Aroma Bakery Kena Tegur Keras Disperindag Sumut

Suaramedannews.com, Medan – Video kue berjamur yang viral di media sosial memaksa Disperindag ESDM Sumut turun tangan. Hasil sidak UPTD Perlindungan Konsumen, Senin (26/5/2026), menemukan pelanggaran administratif pada produk roti dan bakery milik Aroma Bakery.

Sidak dilakukan buntut keluhan konsumen yang memperlihatkan kue sudah berjamur padahal baru dibeli sehari sebelumnya. Tim pengawas langsung memonitoring produk pangan di toko tersebut dengan fokus pada pencantuman label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.

Hasilnya, produk yang dijual hanya mencantumkan tanggal produksi dan batas pemajangan. Tanggal kedaluwarsa yang wajib ada justru tidak dicantumkan.

“Pelaku usaha melakukan pelanggaran administratif karena tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Kami rekomendasikan pembinaan dan sanksi administrasi berupa surat teguran,” tegas Kepala Disperindag ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap, Selasa (26/5/2026).

Menurut Dedi, tanggal kedaluwarsa adalah hak dasar konsumen untuk memastikan keamanan pangan.

Sementara Coach Arsyam dari Pasatama Institute menyebut kemunculan jamur dalam 24 jam setelah pembelian sebagai indikasi serius.

“Munculnya jamur dalam 24 jam sangat tidak wajar. Ini kuat mengindikasikan kontaminasi pasca-pemanggangan, atau produk tersebut sebenarnya stok lama,” kata Arsyam, Kamis (28/5/2026).

Ia menyoroti tiga titik rawan: kue dikemas saat masih panas sehingga uap air terperangkap, dapur lembap dengan sirkulasi buruk, dan spora jamur yang bersirkulasi lewat AC kotor. Solusinya: dinginkan kue sampai suhu ruang, gunakan cooling rack di ruangan bersih, dan pastikan filter udara memadai.

Soal produk yang hanya berjamur sebagian, Arsyam tegas: “Buang semua. Jamur yang kelihatan itu cuma ‘bunga’. Akarnya sudah menembus ke dalam kue dan bisa menghasilkan mikotoksin. Memotong bagian berjamur melanggar UU Perlindungan Konsumen.”

Arsyam juga mengingatkan pentingnya uji daya simpan. “Minimal lakukan shelf-life testing internal untuk tiap varian resep sebelum dilempar ke pasar. Cantumkan jelas tanggal produksi dan expired date, bukan hanya batas pajang.”

Terpisah Chef Pamadi Wira Pamungkas dari Chef Pro Academy Medan menyebut roti tanpa pengawet umumnya tahan 3-4 hari di suhu ruang. “Kalau sehari setelah beli sudah muncul jamur, bisa jadi roti itu sudah melewati masa simpan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurut Pamadi, faktor utama pemicu jamur adalah kelembapan. “Simpan di tempat kedap udara, kemasan kertas yang sejuk dan kering. Jangan masukkan roti yang masih panas ke kemasan,” jelasnya.

Ia juga meluruskan soal kue berjamur yang dipotong bagian bersihnya: “Ya harus dibuang. Spora jamur sudah menyebar ke kedalaman roti dan tidak baik untuk kesehatan.”

Di dapur profesional, Pamadi menerapkan sistem FIFO dengan masa tenggang di bawah 3 hari. “Tanggal produksi, best before, dan expired date penting dicantumkan. Itu jaminan untuk konsumen mendapatkan produk terbaik,” katanya.

Pamadi memperingatkan risiko bagi UMKM yang hanya mencantumkan tanggal produksi dan batas pajang: “Risikonya keracunan pangan, reputasi toko rusak, bahkan izin usaha bisa dibekukan. Lebih beratnya harus bayar kompensasi ke customer.”

Pamadi menyebut dampak viral kasus keamanan pangan sangat cepat di era digital. “Makanya perlu pengawasan dan pencatatan di setiap proses produksi agar tidak gagal produk. Kalau sudah terlanjur, langkahnya klarifikasi, tarik produk, minta maaf, beri kompensasi, lalu rebranding dengan pengawasan lebih ketat dan share ke sosial media untuk mengembalikan kepercayaan,” ujarnya.

Untuk konsumen, ia berpesan agar tak hanya lihat tanggal. “Periksa kemasan, lihat apakah produk berkeringat atau berembun, cium apakah ada bau apek. Itu tanda-tanda yang bisa ditangkap pancaindra,” kata Pamadi.

Kasus Aroma Bakery ini jadi pengingat keras bagi pelaku bakery di Sumut main-main dengan label dan kualitas, sekali viral langsung kena sanksi dan kepercayaan konsumen ambruk.

(Royziki F.Sinaga)

About SMN_RY22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *